Wednesday, 7 October 2009

Sembilan Lokasi di Kota Tangerang Rawan Banjir


Guyuran hujan yang terjadi tiga hari terakhir di Tangerang dan sekitarnya membuat Pemerintah Kota Tangerang mempersiapkan diri menghadapi banjir. Satkorlak Penanggulangan Banjir Kota Tangerang sejak Senin (7/10) mulai diaktifkan lagi. Sebanyak 9 dari 18 titik hingga kini masih tetap rawan banjir.

"Salah satu yang sudah dilakukan adalah mengaktifkan kembali Satkorlak. Itu sudah dimulai Senin lalu," kata Sekretaris Daerah Kota Tangerang Harry Mulya Zein kepada Kompas, Rabu.

Satkorlak diaktifkan kembali, kata Harry, setelah mendapat instruksi dari Wali Kota Tangerang Wahidin Halim dalam rapat koordinasi pada Senin lalu.

"Satkorlak akan terus memantau ketinggian air di sungai-sungai, temasuk sungai dari aliran Sungai Pesanggrahan dan dari Bogor," kata Sekda Harry Mulya Zein. Hasil pemantauan itu, tambah Harry, kemudian diteruskan kepada para camat agar diumumkan kepada warganya.

Selain mengaktifkan Satkorlak, kata Harry, antisipasi yang sudah dan sedang dilakukan antara lain melakukan normalisasi sejumlah kali, di antaranya Kali Sabi, Kali Angke, dan Situ Bubulak.

"Pekerjaan normalisasi Situ Bubulak dan Sungai Cisadane sudah beberapa bulan terakhir berlangsung dan hingga kini pengerjaan proyeknya masih terus berjalan," ungkap Harry.

Antisipasi lainnya, kata Harry, adalah membersihkan dan memperbaiki drainase atau saluran air, terutama di jalan utama di seluruh wilayah kota Tangerang.

Sejauh pengamatan Kompas sampai Rabu, petugas terlihat membersihkan dan memperbaiki saluran di sejumlah titik di sepanjang jalan mulai dari Pinang, Cipondoh, hingga ke daerah perempatan Cikokol. Selain mengangkat tumpukan sampah dan lumpur dalam saluran, di sejumlah titik terlihat petugas sedang memperbaiki saluran yang sudah rusak.

Hingga kini sejumlah drainase, mulai dari Ciledug Indah hingga Kreo, masih buruk, penuh sampah, lumpur, dan rusak. Demikian juga drainase mulai dari Ciledug hingga Karang Tengah, masih banyak yang buruk.

Sembilan titik

Sekda berharap, daerah banjir akan terus berkurang. "Semua berharap tahun itu tidak ada daerah lain yang terendam banjir," ujar Harry.

Menurut Harry, daerah banjir dari tahun ke tahun terus berkurang. Tahun 2007, daerah yang banjir terdapat 23 sampai 25 titik. Jumlah daerah rawan banjir itu menurun pada tahun 2008 menjadi 18 titik. Pada awal tahun 2009, jumlah daerah banjir sebanyak 9 titik.

Kesembilan titik itu antara lain Komplek Perumahan Perdagangan di Karang Tengah, Benda, Ciledug Indah, Tajur, Periuk di Jatuwung, dan Pondok Arum.

Sementara itu, data dari Taruna Siaga Bencana (Tagana) menunjukkan bahwa tiga wilayah di Kota Tangerang Selatan rawan banjir. Sebanyak tiga wilayah tersebut adalah Pamulang, Ciputat, dan Paku Jaya.
sumber :megapolitan.kompas.com

Read more...

Thursday, 17 September 2009

Mantan Dewan Mudik Pake Mobil Dinas

KOTA- Sejumlah mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang periode 2004-2009 disinyalir menggunakan mobil dinas yang belum dikembalikan untuk pergi mudik.

“Kita akan layangkan teguran setelah lebaran, kami akan mendatangi dan menghubungi rumah masing-masing anggota dewan untuk meminta pengembalian mobil dinas yang hanya sebatas pinjam pakai selama ia menjabat sebagai anggota dewan, apalagi kini indikasinya mobil dinas tersebut akan dipergunakan mudik,” kata Kasubag Protokol Rumah Tangga DPRD kota Tangerang, Zuhri.

Diantara ke 45 mantan anggota dewan, hingga saat ini baru 4 orang yang mengembalikan kepada Pemkot diantaranya, Krisna Gunata, Bonnie M, Hasanudin BJ, Abas Sunarya, sedangkan ke 44 lainnya hingga saat ini belum mengembalikan asset milik pemkot tersebut, padahal masa jabatan mereka telah berakhir pada 31 agustus lalu.

Menurut Zuhri kesemuanya nanti wajib mengembalikan mobil tersebut tanpa pengecualian. Termasuk juga terhadap ke 11 anggota dewan yang kini menjabat lagi di DPRD kota Tangerang, dikarenakan mekanisme pemberian mobil dinas untuk anggota dewan periode ini masihh belum ditetapkan kebijakannya.
sumber :www.tangerangonline.com

Read more...

Rakor Lebaran, Walkot Tangsel Soroti Masalah Lalu Lintas dan Sampah

PAMULANG- Jelang lebaran, Walikota Tangerang Selatan, Shaleh MT menekankan masalah lalu lintas dan sampah.

"Saya minta instansi terkait untuk memperhatikan masalah lalu lintas dan kebersihan. Jangan sampai saya masuk koran lagi karena masalah kebersihan masih menjadi sorotan,"katanya saat Rapat Koordinasi (Rakor) di aula kantor Walikota Tangerang Selatan, Selasa, (15/9).

Dalam Rakor itu, dibahas sejauh mana persiapan lebaran. Dan hal ini dilakukan agar instansi terkait seperti Dinas Kesehatan, Dinas Kebersihan dan polsek di wilayah Tangerang Selatan nantinya bisa mengantisipasi masalah yang terjadi sebelum ataupun sesusah lebaran.

" Ini untuk antisipasi hal yang tidak diinginkan,"ujarnya.
sumber :www.tangerangonline.com

Read more...

Pemkot Tangerang Bakal Razia Pendatang Baru

KOTA – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang akan menggalakkan razia atau Operasi Yustisi usai lebaran. Operasi ini dilakukan untuk menekan peningkatan jumlah urban di Kota Tangerang.

“Kita akan lakukan operasi setelah lebaran, operasi ini akan dilakukan oleh Dinas kependudukan dan Catatan Sipil. Hal ini dilakukan sebagai upaya pendataan warga kota dan kewaspadaan terhadap keamanan masyarakat, jangan sampai ada dampak negative yang timbul dari proses urbanisasi,’ ujar Wakil Walikota Tangerang, Arief Wismansyah kepada Tangerangonline, Rabu, (16/9).

Arief juga mengharapkan bagi warga kota yang hendak pulang kampung untuk tidak membawa sanak saudaranya tanpa tujuan yang jelas kekota Tangerang, “ Ya saya harap bagi penduduk kota yang pulang kampung, janganlah membawa keluarga atau kerabatnya dari kampung sana apabila tidak memiliki skill dan kemampuan, kalo datang kesini untuk membuka lapangan kerja, ya boleh-boleh saja,” ucap Arief lagi.

Sementara itu, Kadis Inkom, Saeful Rohman mengatakan bahwa ada batasan waktu kunjungan bagi pendatang, yang masuk ke Kota Tangerang. Hal itu menurutnya sudah diatur dalam Peraturan Daerah (Perda)

“Dalam Perda Kependudukan diatur tegas tentang batas waktu pendatang untuk berkunjung, batas waktunya 2 minggu, lagi pula untuk mereka bisa berdomisili diTangerang mereka harus menyertakan surat pindah, jadi kalau dalam waktu dua minggu yang bersangkutan belum kembali ketempat asalnya, maka pemerintah setempat berhak melayangkan teguran,” tuturnya.

Berdasarkan catatan Tangerangonline pada arus balik tahun lalu, Disdukcapil melakukan program penjaminan terhadap pendatang. Dimana pendatang wajib menyetorkan sejumlah dana disertai jaminan tempat tinggal dan pekerjaan dari penduduk kota Tangerang, akan tetapi realisasinya dilapangan nihil.
sumber :www.tangerangonline.com

Read more...

Thursday, 10 September 2009

Polisi Sita 15.000 Petasan di Kota Tangerang

KOTA TANGERANG- Anggota Unit Reserse dan Kriminal (Reskrim) Kepolisian Sektor (Polsek) Cipondoh, Kota Tangerang, Provinsi Banten mengamankan 15.000 petasan dengan berbagai ukuran.

Kepala Unit Reskrim Polsek Cipondoh, Iptu Sugiyarna di Tangerang, Kamis, mengatakan pihaknya menyita petasan tersebut dari sejumlah toko hingga pedagang kelontongan.
"Biasanya mendekati Lebaran, penjual petasan akan marak hingga pedagang kelontongan pun menjajakan petasan," kata Sugiyarna.
Setiap bulan Ramadhan mendekati Lebaran, polisi secara rutin melakukan Operasi Ketupat untuk mengamankan situasi pada mulai awal bulan puasa hingga H+7 Lebaran.
Sejumlah anggota reksrim, buru sergap (buser) hingga patroli pun dikerahkan untuk mengintensifkan keamanan selama bulan Ramadhan hingga pascalebaran.
Anggota Polsek Cipondoh menyita ribuan petasan tersebut di wilayah Cipondoh, Cipete, serta di daerah belakang perumahan Banjar Wijaya.
Meski menyita barang dagangannya, namun petugas hanya meminta keterangan pedagangnya kemudian dilepaskan dan hanya dikenai wajib lapor saja, karena perkaranya termasuk kasus pidana ringan.
Sugiyarna menuturkan, pihaknya kesulitan untuk menghentikan penjualan petasan tersebut karena pasokan petasan di Cipondoh berasal dari luar daerah, seperti Parungpanjang (Kabupaten Bogor), Serpong dan Legok (Kabupaten Tangerang).
sumber :megapolitan.kompas.com

Read more...

Libur lebaran, PNS tak ada cuti terusan

KOTA TANGERANG - Pemerintah Kota Tangerang melarang pegawainya untuk mengambil cuti berkelanjutan setelah hari raya lebaran. Pelarangan tersebut dikeluarkan dalam surat edaran oleh sekretaris daerah (Sekda).

"Sekda mengeluarkan surat tentang jadwal jam kerja PNS di lingkungan Pemkot Tangerang. Salah satu isinya dijabarkan tentang tidak diperbolehkan mengambil cuti berkelanjutan setelah libur lebaran," ujar Kepala Bagian Humas Pemkot Tangerang, Ahsan Annahar kepada wartawan, Rabu (9/9).

Sebelumnya, Ahsan mengatakan PNS tidak mendapatkan THR untuk hari raya lebaran yang tinggal menghitung hari. Akan tetapi itu masih bisa terjadi perubahan apabila nantinya pemerintah pusat mengeluarkan kebijakan lain. "Kemungkinan masih ada tapi masih belum pasti," jelas Ahsan.

Pemkot Kota Tangerang akan memberi libur pegawainya pada 18 hingga 23 September 2009 sehari setelah lebaran. Apabila ada PNS yang melanggar ketentuan yang telah ditetapkan oleh Pemkot, akan mendapat pengawasan khusus dari Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP).

"Inspektorat yang mengawasinya. Aturan kedisiplinan yang dijadikan dasar, sehingga akan ada sanksi yang dijatuhkan mulai dari teguran, bahkan hingga pemecatan," tandas Ahsan.
sumber :www.harianterbit.com

Read more...

Pembangunan Jalan Situ Bulakan di Tangerang Rampung Desember 2009

KOTA TANGERANG— Pembangunan Jalan Situ Bulakan sepanjang 430 meter dengan lebar 7 meter yang menghubungkan warga permukiman di Kecamatan Priuk dengan Kota Tangerang ditargetkan selesai Desember 2009.

"Pembangunan jalan dengan konstruksi beton yang menghabiskan dana APBD 2009 sebesar Rp 1,5 miliar itu, saat ini proses pembangunannya sudah mencapai 95 persen," kata Wakil Wali Kota Tangerang H Arief R Wismansyah, Rabu (9/9), setelah mendapatkan laporan dari pelaksana proyek.

Wismansyah mengatakan hal ini ketika meninjau pekerjaan normalisasi Situ Bulakan oleh Departemen Pekerjaan Umum. Pengerjaan normalisasi situ saat ini dalam tahap pengerukan dan pengukuran ulang luas areal oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Tangerang dan tahap pengerukan oleh pelaksana proyek.

Laporan pelaksana proyek menyebutkan, proses pengerukan saat ini baru mencapai lima persen sehingga untuk mengejar target Desember 2009, pihak-pihak pelaksana menjanjikan menambah peralatan dan tenaga kerja pasca-Lebaran. Diharapkan saat memasuki musim penghujan, Situ Bulakan sudah bisa berfungsi sebagai daerah resapan secara optimal sehingga meminimalisasi dampak banjir yang sering terjadi.

Arief berpesan kepada pelaksana proyek agar mengambil data riil sesuai fakta, dan selanjutnya dipadukan dengan data luas area situ yang dimiliki Departemen PU. "Jika terjadi perbedaan data, Pemkot Tangerang akan memfasilitasi. Namun, pihak pengembang perumahan diminta berperan aktif pada saat pengukuran dilaksanakan. Kita harus konsekuen dengan kesepakatan di forum rapat dengan pelaksanaan di lapangan," tegas Wakil Wali Kota Tangerang.

Di sekitar areal Situ Bulakan terdapat tiga pengembang perumahan, yaitu pengembang Kartika Tejakusuma, Wisma Harapan, dan Grand Tomang. Saat pengukuran dilakukan, pengembang Kartika Tejakusuma tidak hadir tanpa alasan yang jelas. Arief meminta Camat Priuk agar menegur dan mencari tahu alasan ketidakhadiran pengembang tersebut.

Arief juga meminta pelaksana proyek normalisasi situ untuk menyediakan ruang publik di sepanjang Jalan Bulakan yang membelah Situ Bulakan itu, seperti melengkapi fasilitas bermain, jalur olah raga jogging, serta ruang terbuka hijau, sehingga nantinya ada keterpaduan antara pembangunan normalisasi danau dengan fasilitas publik.
sumber :megapolitan.kompas.com

Read more...

Followers

  ©Template by Dicas Blogger.