Sunday, 30 August 2009

Mati Lampu Sejak Pagi, Sebagian Wilayah Tangerang Selatan Gelap Gulita

PAMULANG- Sebagian wilayah Tangerang Selatan sejak pukul 10.00 WIB mengalami pemadaman listrik. Hingga pukul 22.00 WIB, wilayah tersebut masih gelap gulita.

"Dari pukul 10.00 WIB, sampai sekarang belum menyala," kata salah seorang warga Legok, Tangerang, Fery, saat dihubungi detikcom, pukul 22.00 WIB, Jumat (28/8/2009).

Berdasarkan pantauan Fery, hampir seluruh kawasan di Legok, Serpong-Tangerang, hingga ke Parung Panjang-Kabupaten Bogor, mengalami hal serupa. Kondisi jalan dan rumah penduduk hanya diterangi oleh cahaya lilin dan lampu minyak.

Pihak PLN saat dihubungi Fery tidak mau merespons. Soal pemadaman listrik ini juga tidak ada pemberitahuan sebelumnya.

"Nggak ada pemberitahuan. Pas saya coba telepon juga nggak ada yang ngangkat PLN-nya," kata karyawan swasta ini.
sumber :www.detiknews.com

Read more...

Dinsos Kota Tangerang Minta BLK Bisa Dijadikan Pusat Rehabilitasi

KOTA- Dinas sosial (Dinsos) Kota Tangerang berharap Balai Latihan Kerja (BLK) yang saat ini menjadi mess Persikota dapat dijadikan pusat rehabilitasi dan rumah singgah bagi pengemis dan anak jalanan.

"Kita sudah ajukan kepada Pemkot Tangerang untuk meminta BLK menjadi rumah singgah dan pusat rehabilitasi, pada awalnya memang pembangunan tersebut dimaksudkan untuk tempat rehabilitasi tapi sempat mendapatkan penolakan dari masyarakat, sehingga dijadikan BLK,"kata Kepala Bidang Rehabilitasi Dinas Sosial Kota Tangerang, Agus R Wahyudin.

Agus kembali mengatakan permintaan akan pengalihan fungsian itu karena masalah sosial tersebut sudah menjadi permasalahan bagi pemerintah Kota Tangerang.

Sementara itu Wakil Walikota, Arief Wismansyah membenarkan bahwa memang sudah ada wacana tersebut, akan tetapi anggaran murni untuk tempat rehabilitasi ataupun rumah singgah baru akan dianggarkan pada 2010.

"Untuk tahun ini belum bisa, kalau dimasukkan dalam ABT karena waktunya terlalu sempit, maka rencananya akan dianggarkan pada anggaran murni 2010. Nantinya tempat itu akan disinergikan dengan pusat pelatihan kerja," jelas Arief.

Saat ini gedung BLK yang dulunya diisi pemain Persikota, kini tidak berpenghuni. 40 kamar di dua lantai yang dimiliki diperkirakan bisa menampung 160 orang.
sumber :www.tangerangonline.com

Read more...

Perampok Toko Emas Kosambi Tewas Ditembak Polisi

TANGERANG- Empat dari 6 perampok toko emas di Pesing, Jakarta Barat dan Kosambi, Teluk Naga, Tangerang, tewas ditembak oleh petugas dalam penyergapan yang dilakukan oleh Resmob Polres Metro Jakarta Barat.

Keempat perampok yang tewas itu, bernama Busri (46), dikenal sebagai kapten aksi kejahatan, Purwanto (32), Sidik (34), dan Marjo alias Bejo (36). Sedangkan dua pelaku lainnya, Setiawan (30), dan Arifudin (32) ditangkap.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari Humas Polda Metro Jaya, Jumat (28/7/2009), para pelaku kejahatan itu disergap di tempat terpisah, yakni Bintaro, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Kampung Melayu, Jakarta Timur dan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Petugas menyita barang bukti dua pucuk senjata api dari komplotan tersebut.

Keempat mayat pelaku kini dibawa ke rumah sakit untuk otopsi. Sementara dua pelaku lainnya menjalani pemeriksaan lebih lanjut guna pengembangan kasus.

Komplotan penjahat ini sedikitnya telah dua kali melakukan aksi merampok toko emas di Pesing, Jakarta Barat, dengan menggondol perhiasan emas seberat 1,5 Kg, saat umat Islam tengah menunaikan ibadah salat Jumat 21 Agustus lalu. Kemudian di satu toko emas di Kosambi, Teluk Naga, Tangerang, Rabu 26 Agustus lalu, kawanan penjahat ini meraup 6 Kg emas.

Saat itu, sekitar pukul 13.30 WIB pelaku yang berjumlah 8 orang bersenjata api dan mengendarai empat sepeda motor melumpuhkan penjaga toko emas bernama Warja (50), lalu menggondol berbagai perhiasan yang dipajang di etalase selanjutnya kabur ke Jalan Raya Kosambi, Teluk Naga, Kabupaten Tangerang.
sumber :www.tangerangonline.com

Read more...

Investasi TPST Ciangir Telan Rp 800 Miliar

Kepala Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman Kabupaten Tangerang, Hery Heryanto mengatakan investasi pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Ciangir di Kecamatan Legok menelan investasi sekitar Rp 700 hingga Rp 800 miliar.

Hery mengungkapkan hal tersebut saat penandatangan nota kesepahaman kerjasama (MoU) pemanfaatan lahan menjadi TPST Ciangir antara Bupati Tangerang Ismet Iskandar dan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo di Gedung Serba Guna (GSG) Pemkab Tagerang, Jumat (28/08/09).

Kerjasama pemanfaatan lahan untuk pengolahan TPST Ciangir tersebut melibatkan Pemprov DKI Jakarta sebagai pihak pertama yang memiliki status kepemilikan lahan, sedangkan Pemkab Tangerang sebagai pihak kedua yang memiliki lokasi lahan. Hery menjelaskan investasi sebesar Rp700 miliar dipergunakan untuk pembangunan sarana dan infrastruktur yang mendukung teknologi pengolahan sampah di Ciangir.

"Dari luas lahan yang dimiliki Ciangir sekitar 98 hektar, sedangkan 50 hektar di antaranya akan dibangun tempat pengolahan sampah dengan teknologi pemanfaatan gas (Aerobic Geyser) dan pupuk kompos (Anaerobic Composting),"kata Hery.

Produktivitas pengolahan sampah dengan teknologi tersebut diperkirakan mampu mengolah sampah sebanyak 2.500 ton per hari, terdiri dari 1.500 ton dari DKI Jakarta dan 1.000 ton berasal dari Kabupaten Tangerang. Pemprov DKI memiliki kewajiban untuk membangun sarana dan infrastruktur di TPST Ciangir, sedangkan Pemkab Tangerang wajib mengatur tata ruang serta meneliti analisa dampak lingkungannya.

Sementara itu, Bupati Tangerang Ismet Iskandar menuturkan sebenarnya Pemprov DKI Jakarta sudah memiliki status kepemilikan lahan seluas 98 hektar di Ciangir sejak tahun 1994. Wacana untuk pembangunan TPST sudah dimulai, namun masyarakat setempat menolaknya karena tidak ada jaminan kompensasi bagi warga sekitar.

Ismet mengatakan masyarakat cemas pembangunan TPST Ciangir menjadi seperti Tempat Pembuangan Akhir di Bantargebang (Bekasi) atau Leuwi Gajah-Cimindi (Jawa Barat) yang kumuh. "Namun saya jamin TPST Ciangir justru ramah lingkungan karena menggunakan teknologi pengolahan sampah hingga tidak bersisa (zero waste)," ujar Ismet.

Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo pun menuturkan pihaknya akan melakukan pemagaran dan menanam pohon untuk pengamanan di sekeliling TPST Ciangir. "Pola kerjasama pengolahan sampah seperti ini cukup efektif dan efisien karena anggarannya ditanggung bersama,"ujar Fauzi Bowo.
sumber :www.tangerangonline.com

Read more...

Satpol PP Minta Restaurant Gunakan Penutup

Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) Kota Tangerang memperingati sejumlah restaurant siap saji dan rumah makan yang ada di seputaran kota Tangerang, untuk menggunakan penghalang kaca transparant selama bulan puasa.

"Kita sudah peringati restauran dan rumah makan untuk menggunakan hordeng atau sejenisnya bila beroperasi selama puasa, karena tidak mungkin kita menutup operasi mereka karena tidak ada dasar hukumnya,"kata Kasubdin Pol PP, Mulyanto kepada Tangerangonline.

Peringatan yang dilayangkan kepada restauran serta rumah makan tersebut menurut Mulyanto berbarengan dengan penerbitan surat penutupan sementara tempat hiburan. Hal ini dilakukan guna mencagah tindakan anarkis dari masyarakat ataupun Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang tidak berkenan dengan tetap beroperasinya rumah makan dan restauran yang dianggap mengganggu jalannya ibadah puasa umat muslim.

"Kita khawatirkan bila ada rumah makan dan restaurant yang buka secara terang-terangan tanpa ada batasan dapat menimbulkan anarkis dari beberapa kalangan. Ya anggaplah ini sebuah pencegahan dini,"katanya lagi.
sumber :www.tangerangonline.com

Read more...

Stadion Benteng Bakal Jadi Mess Atlet

Dinas Pemuda Olah Raga dan Pariwisata (Dispora) Kota Tangerang rencananya akan menyulap Stadion Benteng menjadi tempat mess atlet.

"Ada dua opsi yang kita rencanakan dengan pembangunan mess atau wisma atlit, yang pertama di Balai Latihan Kerja (BLK) atau di stadion benteng. Hal ini sudah kita ajukan kepada pihak Pemkot, hanya saja masih dalam kajian, lagi pula stadion tersebut juga belum diserahkan dari Pemkab ke Pemkot Tangerang," ujar Kepala Dispora, Tabrani.

Dengan perencanaan pembangunan mess atlit, Tabrani berharap ada peningkatan terhadap seluruh cabang oleh raga dikota Tangerang, dimana pemerintah memfasilitasi ruang bagi para atlit untuk bermukim dan berdiskusi. Selain mess atlit, Dispora dan Pemkot juga merencanakan pembuatan convention hall dalam satu lokal.

"Jadi bukan hanya mess atlit yang akan dibangun disana, tapi juga convention hall, sehingga semua aktivitas atlit terpusat dalam satu lokal," ucapnya lagi.

Sementara itu menanggapi pertanyaan wartawan mengenai status pendanaan terhadap persikota, Tabrani belum berani terang-terangan berkomentar akan megucurkan dana bagi tim sepak bola yang berjuluk bayi ajaib ini setelah adanya aturan permendagri. Akan tetapi Tabrani meyakinkan bahwa tim kuning biru ini akan tetap mengikuti musim kompetisi depan, karena telah masuk divisi utama.
sumber :www.tangerangonline.com

Read more...

Tangerang dan Banten Aman Dari Badai El Nino

Masyarakat Provinsi Banten khususnya Tangerang tampaknya bisa berlega hati. Pasalnya musim kemarau yang bakal lebih panjang akibat badai El Nino tidak akan berdampak serius bagi warga Tangerang dan Banten.

Kepala Stasiun Badan Meteorologi dan Klimatologi Geofisika (BMKG) Pondok Betung, Kota Tangerang Selatan, Urif Haryoko mengatakan, udara panas terparah hanya terjadi di wilayah pantai Barat Sumatera, Jawa dan Selatan.

"Untuk wilayah Indonesia bagian barat curah hujan masih cukup tinggi," kata Urif Haryoko kepada TangerangOnline via telpon, Jumat (28/08/09).

Urif Haryoko menyatakan untuk wilayah Tangerang dan Banten dampak musim panas yang disebabkan badai El Nino tidak terlalu berdampak dan tidak seperti yang dikhawatirkan banyak pihak, khususnya petani.

"Curah hujan di wilayah Tangerang dan Banten masih terhitung 1 hingga 2 des harian atau 1 hingga 20 harian (20 kali). Jadi terhitung masih normal,"jelas Urif.

Dengan demikian, warga Tangerang dan Banten tak perlu risau akan kekeringan. Begitu juga para petani di wilayah Pantai Utara Tangerang, mereka masih bisa melakukan panen seperti biasanya, tegas Urif Haryoko.
sumber :www.tangerangonline.com

Read more...

Friday, 28 August 2009

Ratusan Hektare Lahan Pertanian di Tangerang selatan Berubah Fungsi

Ratusan hektare lahan pertanian di Kota Tangerang Selatan, telah berubah fungsi menjadi perumahan elit, kata Kabid Bina Usaha Dinas Pertanian dan Peternakan setempat

"Sekitar 80 persen dari luas lahan pertanian di Tangerang Selatan telah hilang. Hanya sedikit saja petani yang bisa bertahan menanam di sawah dan sayur-sayuran," kata Mispan di Tangerang Selatan, Banten, Selasa (25/8).

Ia mengatakan, banyaknya lahan pertanian di Tangerang Selatan yang hilang dikarenakan maraknya pembangunan perumahan elit yang dilakukan sejumlah pengembang besar yang tersebar di tujuh kecamatan.

Kini, lanjut Mispan, dari 1.282 petani yang tergabung dalam 89 kelompok tani yang lahan pertaniannya tergerus pembangunan perumahan sebagian di antaranya harus menjadi petani penggarap.

"Sebagian besar tanah petani itu sudah dimiliki pengusaha perumahan, padahal pada tahun 1987 hasil pertanian di Tangsel sangat berkembang dengan lahan pertanian yang luas dikelola petani itu sendiri," ujarnya.

Bahkan, tambah Mispan, dari ribuan petani yang kehilangan lahan pertanian, terpaksa menjadi tukang ojek, penjual sayur atau pedagang minyak tanah karena tidak memiliki pekerjaan tetap.

"Ini salah satu cara petani kita untuk bertahan hidup, karena mereka sudah tidak punya lahan untuk bertani," ujarnya.

Mispan mengaku, karena tidak bertahan dengan kondisi tersebut akhirnya ribuan petani padi, palawija, sayur-sayuran mencoba menjadi petani tanaman hias.
sumber : www.mediaindonesia.com

Read more...

Kapolsek: Pelaku Perampokan Pemain Lama

Kapolsek Teluknaga AKP M Amar membantah para pelaku permapokan toko emas Liung di Kosambi Timur adalah jaringan terorisme yang tengah menggalang dana.

Menurut Amar, pelaku adalah pemain lama yang kerap beroperasi diwilayah Jabodetabek. Sebelumnya, telah terjadi aksi perampokan serupa di wilayah Pesing dan Angke, Jakarta Barat. Pihaknya kini tengah melakukan penyelidikan intensif terkait aksi perampokan tersebut.

"Pelaku pemain lama. Kita sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisan Resor Jakarta Barat, Metro Tangerang Kabupaten dan Kota Tangerang," tegas Amar.

Sementara itu menurut saksi mata lain, Liauw, para pelaku terlihat berada di seberang jalan toko emas Liung beberapa jam sebelum kejadian. Mereka seperti tengah mengamati sasarannya sebelum bertindak. "Pelaku sebelumnya terlihat di seberang jalan. Kita tidak menduga karena tampilan mereka kayak sales,"kata Liauw, pemilik toko bahan ternak persis di samping toko emas Liung yang menjadi korban perampokan.
sumber : www.tangerangonline.com

Read more...

BSD Luncurkan Cluster Western Cosmo, The Icon

PT Bumi Serpong Damai (BSD) Tbk kembali meluncurkan cluster perumahan baru. Setelah sebelumnya meluncurkan cluster Simplicity, kali ini perusahaan yang masuk kedalam Sinar Mas Grup tersebut meluncurkan cluster Western Cosmo, The Icon.

Marketing dan Business Development Senior Director Pt BSD Tbk Teky Mailoa mengatakan, cluster Western Cosmo, The Icon ditawarkan terbatas, hanya 400 unit rumah. Dengan desain konsep arsitektur modern stylish, cluster ini menawarkan fasilitas theme park seluas 4.000 meter persegi, dilengkapi childern playground dan boulevard ROW 16.

Cluster ini dikembangkan diatas lahan seluas 8,3 hektar dengan tiga tipe rumah, yaitu tipe 37, 55, dan 88 dengan harga perdana mulai Rp 300 jutaan per unitnya,” kata Teky, Minggu (2/8).

Teky menjelaskan, The Icon merupakan sebuah kawasan hunian yang diperuntukan bagi masyarakat urban. Hunian yang berlokasi di bagian barat BSD tersebut dikembangkan untuk merangkul segala segmen. Dibangun diatas tanah seluas 74 hektar, The Icon mempresentasikan kebutuhan dan semangat kaum urban yang serba praktis, cepat, simpel, dan modern.

Cerminan dari The Icon, Soul of Urbanite,” katanya singkat. (cdl)
sumber : www.tangerangonline.com

Read more...

Thursday, 27 August 2009

Rampok Berpistol Gasak 6 Kg Emas

Rampok berpistol menggasak sedikitnya 6 kg emas dan uang tunai Rp 200 juta dari sebuah toko emas Liung milik Ankim di Kosambi Tumur, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, Rabu (26/08/09).

Menurut keterangan Nasan, saksi mata di lokasi kejadian, para perampok datang sekitar pukul 02.30 dengan menggunakan 4 buah sepeda motor. Mereka diperkirakan berjumlah 7 sampai 8 orang.

Para pelaku umumnya berperawakan tinggi sedang dan kurus serta berkulit putih. Tak terlihat seperti penjahat umumnya. Usia mereka masih tampak muda. Penampilanpun lebih seperti salesman penjual barang dengan seragam hitam-hitam.

"Saat turun dari motor, mereka langsung ngeluarin pistol dan langsung ngancam orang-orang disekitar untuk diam dan masuk ke dalam toko masing-masing," kata Nasan.

Saat itu, di dalam toko emas hanya terdapat pemilik toko, Ankim dan salah satu pegawainya.

Dua pelaku masuk dan menodongkan pistolnya ke arah Ankim agar diam dan menyuruhnya duduk. Pelaku lain langsung mengosongkan etalase kaca penuh emas dan uang ratusan juta dalam brankas.

"Denger suara tembakan sebelum mereka kabur,"kata Nasan, pegawai toko sebelah.
sumber : www.tangerangonline.com

Read more...

Tuesday, 25 August 2009

Hampir Seluruh Tangerang Selatan Endemi Demam Berdarah

Kepala Dinas Kesehatan Tangerang Selatan Dadang mengatakan enam dari tujuh kecamatan di Kota Tangerang Selatan saat ini mengalami endemi demam berdarah dengue (DBD).

Enam kecamatan itu adalah Ciputat, Ciputat Timur, Serpong, Serpong Utara, Pamulang, Pondok Aren. "Hanya Kecamatan Setu yang tidak," kata Dadang di Serpong, Selasa (7/7).

Dadang mengatakan faktor kepadatan penduduk dan pola hidup masyarakat yang menjadi penyumbang utama penyakit yang disebabkan sengatan nyamuk aides aiegepty itu.

Sementara itu, kasus demam berdarah di Tangerang Selatan sepanjang tahun 2009 ini menyebabkan tujuh orang meninggal dari 925 orang penderita.

"DBD menjadi penyakit pembunuh yang lebih berbahaya daripada flu babi," ujar Penjabat Wali Kota Tangerang Selatan Shaleh M.T. di tempat yang sama.

Menurut Shaleh, penanganan demam berdarah di Tangerang Selatan akan dilakukan dengan cara pengasapan secara serentak dan kebersihan lingkungan yang melibatkan sekolah-sekolah, puskesmas, kelurahan, hingga seluruh rumah sakit swasta yang ada di Tangerang Selatan.

Menurut Dadang, meski ada tujuh korban meninggal karena demam berdarah, hal itu belum membuat Tangerang Selatan berstatus kejadian luar biasa.
sumber : www.kaskus.us

Read more...

Tangerang Selatan di Sinyalir Jadi Sarang Teroris

Disinyalir jadi sarang teroris untuk wilayah Banten dan sekitarnya, rumah kontrakan di Tangerang perlu dicurigai.

Pemilik rumah kontrakan yang tersebar di tujuh kecamatan Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Banten diimbau untuk lebih mewaspadai orang asing yang dicurigai sebagai teroris yang mengontrak rumah anda.

"Dalam beberapa kasus, para teroris ini sering menempati rumah kontrakan, karena kalau orang tersebut mencurigai perlu diwaspadai oleh pemilik rumah kontrakan," kata Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Tangsel Nurdin Marzuki di Tangerang, Kamis.

Ia menambahkan, pemilik rumah kontrakan diminta lebih jeli menerima si pengontrak seperti meminta identitasnya, karena bisa jadi orang asing yang diduga teroris menjadi buruan aparat kepolisian.

"Tidak hanya pemilik rumah kontrakan, Ketua RT/RW harus melakukan pengecekan KTP dari orang asing yang menempati rumah kontrakan, ini dimaksudnya agar tidak terjadi hal-hal yang diinginkan," pungkasnya.(Afz/An)
sumber : www.berita8.com

Read more...

Tangerang Selatan Segera Punya RSUD

Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, menyiapkan dana Rp 100 miliar untuk pembangunan rumah sakit umum daerah (RSUD). "Tahun ini kami sudah merencanakan pembangunan RSUD.Pada tahun 2010 akan dilakukan secepatnya pembangunan RSUD," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel, Dadang S Epit, di Tangerang, Selasa.

Rumah sakit yang dibangun, kata Dadang, tipe C dan pembangunan dilakukan dalam jangka waktu dua tahun. Ia menjelaskan, ada dua lokasi pembangunan RSUD, yakni di Kecamatan Setu dan Kecamatan Ciputat.

"Tetapi ada persoalan, membangun RSUD harus ada persetujuan dari warga sekitar yang memang lokasinya berdekatan dengan rumah warga," kata Dadang. Jika rencana itu ditentang warga Kecamatan Setu, lokasi akan dialihkan ke Serua, Ciputat.

Dana sebesar Rp 100 miliar itu, katanya, untuk membangun fisik RSUD (sebesar Rp 70 miliar) dan untuk membeli beberapa peralatan (sebesar Rp 30 miliar). "Dana Rp 100 miliar tersebut lebih utama digunakan membangun UGD, ruang rawat inap, ruang rawat jalan," kata Dadang.

Dinas Kesehatan Kota Tangsel sebenarnya mengalokasikan dana sebesar Rp 150 miliar. "Namun, Rp 50 miliar akan digunakan untuk membangun 25 puskesmas di Tangsel," katanya.
sumber : megapolitan.kompas.com

Read more...

Ada Yang Berambisi Bentuk PDP Fiktif di Tangerang Selatan, Imam dan Bey Pasang Badan


Ciputat, (PDP). Kelompok Taufik GS yang merupakan cs-an Roy Janis yang sudah dipecat dari PDP ternyata masih saja mengatasnamakan PDP. Kegiatan ilegal mereka jelas tidak bisa ditolerir. Bahkan belakangan ini Taufik cs gencar melakukan pertemuan yang berencana akan membentuk kepengurusan baru di Kota Tangerang Selatan.

Drs. Imam Sutrisno, Sekretaris PLH PKK PDP Tangsel mengatakan, Taufik memang sudah kebablasan. Padahal sudah dipecat sebagai PLH PKP Banten, malah masih saja berambisi membentuk PDP fiktif di Kota Tangerang Selatan.

Kegiatan ilegal Taufik GS yang berkerjasama dengan beberapa pengurus PKK Tangerang seperti Martineli dan Purwo Tasumu jelas tidak akan berarti apa-apa. Sebab, keberadaan mereka sudah ditolak oleh seluruh pengurus PDP dari berbagai tingkatan.

“Mereka itu sudah dipecat dan merasa benar. Masalahnya apa mau mengikuti pengurus ilegal? Yang terpenting sekarang kami tetap membangun kepengurusan. Apalagi ada dua kursi DPRD untuk PDP di Tangsel ini ,”kata Ketua PLH PKK PDP Tangsel Bei K Iskandar yang juga terpilih sebagai anggota DPRD ini.

Bei dan Imam merupakan kader PDP yang militan. Hingga saat ini mereka tetap konsisten dan komitmen terhadap PDP yang berada di Jalan Sisingamangaraja No 21 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan di bawah Koordinator PKN PDP Ir. H. Laksamana Suakrdi. PKK PDP Tangerang Selatan sejak beberapa waktu lalu sudah terbentuk. Kini, mereka yang sudah dipecat berambisi ingin membentuk PDP piktif di Tangsel.
sumber : www.pdp.or.id

Read more...

Rano Karno Siap Calonkan Diri Jadi Bupati Tangerang Selatan


Belakangan ini terdengar desas-desus kalau Rano Karno kalau dia ikut bersaing dengan Deddy Mizwar, Tengku Firmansyah dan Dik Doank untuk menjadi Bupati Tangerang Selatan. Menanggapi hal ini Rano yang ditemui di Hotel Grand Kemang, Jakarta Selatan Jumat (10/7), tidak langsung mengiyakan kabar ini.

Kalau masyarakat Tangerang Selatan menghendaki, silahkan. Jujur, suara terbesar bagi saya dari Tangerang Selatan hampir 70%,” jelasnya diplomatis.
Rano sedikit menjelaskan alasannya di balik keengganannya menjawab secara langsung pertanyaan itu,”Saya takut kalau saya bilang tidak, tidak mudah kalau masuk Tangerang Selatan Tapi saya ga mau mengiyakan dulu lah, ini khan daerah pemekaran baru. Ada hal-hal yang harus di selesaikan.”

Tetapi di balik keraguannya itu dia menyimpan keoptimisan untuk ikut bersaing,”Iya biar rame semuanya. Ya rame-rame karena di Tangerang Selatan juga ada Mat Solar. Tapi kembali lagi, kalau di pemerintahan ini bukan main main. Tapi sangat mudah karena kita sudah terbiasa dengan peraturan yang ketat jadi tinggal jalanin aja.”

Dia juga mengaku siap menang atau kalah,”Di politik kalah menang sudah terbiasa, di kalangan artis sudah dididik bersaing tapi secara sehat.”
sumber : www.kapanlagi.com

Read more...

RUU Tangerang Selatan Dibahas September

Rancangan Undang-Undang (RUU) Kota Tangerang Selatan akan dibahas DPR awal September mendatang.

Anggota Komisi II DPR Jazuli Juwaini mengatakan,sebenarnya pembahasan RUU Kota Tangerang Selatan ini diharapkan dapat dilakukan berbarengan dengan 12 usulan daerah pemekaran kloter pertama pada Juni lalu. Namun, saat itu Kota Tangerang Selatan belum dikunjungi Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah (DPOD).

”Meskipun sebenarnya Kota Tangerang selatan paling siap, bahkan saya yakin sebelum pemilu sudah bisa terwujud,” ucap Jazuli kemarin. Asisten Daerah I Pemkab Tangerang Mas Iman Kusnandar juga optimistis Kota Tangerang Selatan ini akan disahkan sebelum pelaksanaan Pemilu 2009. ”Kita lihat saja, yang pasti kita selalu optimistis,”kata Mas Iman. Pemkab Tangerang sendiri saat ini telah mengalokasikan anggaran untuk Kota Tangerang Selatan dalam APBD 2008.

Pelaksanaan Pilkada Kota Tangerang Selatan sebesar Rp9,7 miliar. Saat ini sejumlah aset milik Pemkab Tangerang telah siap diserahkan, antara lain kantor Kecamatan Ciputat yang akan dijadikan kantor penjabat wali kota,sekda,asda 1,dan asda 2. Kantor Kecamatan Pamulang untuk kantor Bapeda dan inspektorat, Kantor Dinas Perhubungan di Kecamatan Setu dijadikan gedung DPRD Kota Tangerang Selatan.
sumber : www.legalitas.org

Read more...

Tangerang Selatan Targetkan Zakat Terkumpul Rp.4 Milyar


Badan Zakat Daerah (Bazda), Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, menargetkan pengumpulan dana zakat selama bulan suci Ramadan 1430 Hijriah senilai Rp4 milliar.

"Target sumber zakat Rp4 milliar umumnya berasal dari instansi pemerintahan, bank, sejumlah perusahaan, pusat pendidikan, pengembang perumahan, dan masyarakat," ujar Ketua Bazda Kota Tangsel, KH Idris Elby, di Tangerang,Sabtu (22/8).

Ia menjelaskan sumber dana tersebut bersumber dari pihak-pihak yang berada di tujuh kecamatan yang ada di Tangsel, karena Tangsel merupakan wilayah dengan pertumbuhan ekononomi yang baik. "Sumber zakat di kota Tangsel tidak hanya satu atau dua pintu saja, namun lebih dari itu," ucap Idris.

Ia mencontohkan, sumber dana zakat seperti Kecamatan Setu ditargetkan perolehan zakat sebesar Rp432 juta. Sumber zakat datang dari sekolah dan perusahaan serta warga setempat. Berdasarkan SK Nomor 45.12/kep 76. huk. org/2009 tentang Zakat Fitrah dan Alokasi Dananya, setiap warga membayar zakat sebesar Rp16 ribu per jiwa.
sumber : www.mediaindonesia.com

Read more...

Monday, 24 August 2009

Patung Maulana Hasanudin Rp2,5 Miliar di Pamulang

Pemkot Tangerang Selatan mendirikan patung Maulana Hasanudin senilai Rp2,5 miliar dibundaran jalan raya Pamulang.

Patung pahlawan di Provinsi Banten tersebut dibangun sebagai pertanda, bahwa wilayah itu kini merupakan bagian yang tak terpisahkan dari icon Banten, atau sebagai icon dari Kota Tangerang Selatan yang memisahkan diri dari Kabupaten Tangerang sejak 29 Oktober 2008 lalu.

“Patung Maulana Hasanudin setinggi 7 meter itu, kami dirikan di bundaran Pamulang yang rencananya akan dikelilingi juga dengan air air mancur seperti di bundaran Hotel Indonesia,” kata Penjabat Wali Kota Tangerang Selatan HM Shaleh MT, hari ini kepada TANGERANGNEWS.

Adapun dana yang dibutuhkan untuk pembuatan patung yang bahan bakunya tersebut dari tembaga itu menghabisakan biaya sebesar Rp2,5 miliar. Ditanya dari manakah dana tersebut, Shaleh menjelaskan, dana itu berasal dari bantuan pihak ketiga (CV Intan) yang menginginkan pembangunan di Kota Tangsel yang baru berdiri pada akhir tahun 2008 lalu cepat berjalan. “Meskipun Kota Tangerang Selatan ini belum mempunyai APBD, namun sudah ada pihak ketiga yang membantu untuk mendirikan patung itu menjadi icon di Kota ini,” ujarnya.

Sang arsitektur yang akan melaksanakan pembuatan patung tersebut, lanjut Shaleh MT, didatangkan dari Yogyakarta. “Dengan arsitentuk Nasional ini, mudah-mudahan pembangunan patung Sultan Hasanuddin tersebut sudah bisa diselesaikan pada akhir tahun 2009 nanti,” ujarnya. (Derby Amanda Luthfiny)
http://ciputatbisnis.com/news.php?id=146

Read more...

KPU Akan Desak Pemkot Tangsel Lantik Sekretariat

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Banten akan mendesak Pemkot Tangerang selatan (Tangsel) untuk melantik sekertariat KPU guna mempersiapakan Pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2010 mendatang.

Hal tersebut diungkapkan Ketua KPU Provinsi Banten, Hambali kepada Tangerangonline hari ini. "Kita akan minta Pemkot untuk segera melantik sekertariat KPU. Karena agenda paling dekat KPU Tangsel nantinya adalah mempersiapkan Pilkada, yang waktunya tidak dapat dikebut dalam waktu singkat," harap Hambali.

Rencananya, KPU Provinsi akan mulai mempersiapkan berdirinya KPUD Tangsel usai pilpres ini. "Ya kita belum bisa tentukan apakah setelah pleno ataukah setelah pelantikan presiden. Yang pasti agenda utama kita nanti usai pleno adalah masalah anggota KPUD non aktif, masalah Krisna Gunata dan pembentukan KPU Tangsel," ujarnya lagi.

Perekrutan anggota KPUD Tangsel nantinya akan juga melalui proses seleksi sesuai dengan ketentuan yang ada. Menurut Hambali yang nantinya akan berkompeten menjadi anggota KPUD Tangsel adalah orang yang memiliki domisili di Tangsel. (dini) http://ciputatbisnis.com/news.php?id=148

Read more...

Catatan Budi Usman Tentang Pemkot Tangsel bersikeras memungut retribusi perizinan

PERNYATAAN Bupati Tangerang Ismet Iskandar bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) belum waktunya memungut sendiri retribusi perizinan tidak digubris Penjabat Walikota Tangsel M Shaleh MT. Ia bahkan menyatakan, Pemkot Tangsel akan memungut sendiri retribusi perizinan dengan memfungsikan Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) Tangsel mulai Agustus 2009.

Walikota pun mengancam akan menindak masyarakat yang masih mengurus perizinan di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang. Untuk melakukan penindakan, Pemkot Tangsel masih menggunakan peraturan daerah (perda) produk Pemkab Tangerang yang diberlakukan di daerah itu.

Sikap Penjabat Walikota (Pemkot) Tangsel itu oleh Bupati Tangerang Ismet Iskandar dinilai melampaui wewenang. Pasalnya, daerah otonomi baru itu belum memiliki perda dan DPRD, karena masih menginduk ke Kabupaten Tangerang.

Menurut Shaleh dalam sosialisasi perizinan dengan para pengusaha Tangsel di Serpong, Rabu (5/8), mulai Agustus ini Pemkot Tangsel sudah melayani perizinan. “Kita di wilayah Tangerang Selatan, jadi mengurus izinnya harus di lembaga yang sudah ada di sini,” ujar Shaleh.

Dalam waktu dekat, lanjut dia, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangsel akan melakukan penyisiran dan pendataan ulang terhadap berbagai perizinan. Penertiban itu, sambung Shaleh, mengacu pada perda Kabupaten Tangerang yang masih digunakan di Tangsel. “Warga yang menyalahi perizinan akan ditindak,“ ancam Shaleh.

Dengan dibukanya pelayanan perizinan di Pemkot Tangsel, Shaleh berharap pribadi atau badan usaha di Tangsel mengurus perizinannya di lembaga yang telah ada. “Ini untuk mengejar target pendapatan dalam lima bulan terakhir sebesar Rp35 miliar,” kata Shaleh seraya menambahkan, angka itu sudah masuk dalam APBD Kota Tangsel yang akan disalurkan untuk berbagai pembiyaan pembangunan.

Terkait belum diakuinya pengelolaan perizinan oleh Pemkab Tangerang sebagai daerah induk, Shaleh menyerahkannya kepada Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah. Shaleh juga menyatakan, BPPT Kota Tangsel sudah memiliki kelengkapan, sehingga masyarakat tidak perlu kahwatir untuk mengurus perizinan.

Pernyataan senada diungkapkan Asisten II Kota Tangsel Ayi Ruhiyat yang mengatakan, pungutan retribusi itu tidak melawan hukum manapun. Dalam klausul Pasal 19 Undang-Undang (UU) No 51/2008 tentang Pembentukan Kota Tangsel menyebutkan adanya peluang kewenangan itu. Sebab itu, kata dia, penerbitan Peraturan Walikota (Perwali) Tangsel No 40/2009 sudah tepat.

“Apalagi, penerbitan Perwali itu sudah melalui pendalaman pakar hukum pemerintahan. Konsultasi dengan pemerintahan pusat dan provinsi juga memberi peluang itu. Artinya tidak perlu dipersoalkan masalah hukumnya, ini sudah final dan tinggal pelaksanaannya saja,” kata Ayi.

Sementara itu Kepala BPPT Kota Tangsel Mursan Sobar menyatakan, harga atau tarif perizinan masih merujuk perda Kabupaten Tangerang. Pada tahap awal hanya 20 jenis perizinan yang dikelola BP2T Tangsel, antara lain izin reklame, gudang, industri, dan mendirikan bangunan karena sumber daya manusia dan fasilitas penunjangnya masih terbatas.

Menyikapi masalah itu, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Tangerang Herry Rumawatine kepada Berita Kota mengatakan, pihaknya tidak ada masalah. “Kemana pun kami harus mengurus perizinan tidak masalah, yang penting ada kejelasan,“ ujar Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang ini. ** http://www.facebook.com/note.php?note_id=118570476107

Read more...

Apeknas Tangerang Selatan Terbentuk

Pembentukan asosiasi ini telah mendapatkan restu dari Dewan Pengurus (DP) Provinsi Apeknas Banten melalui surat keputusan (SK) nomor 003/KPTS-DPP-APEKNAS-BANTEN/VIII/2009 tentang susunan dan komposisi personalia Apeknas Kota Tangsel masa bakti 2009-2014.


Dalam surat yang ditandatangi Ketua Umum DP Provinsi Apeknas Banten, Moh Dais MM dan sekretarisnya, Rial Muganegara itu ditetapkan di Serang pada 14 Agustus lalu.
Ketua DP Apeknas Kota Tangsel, Duano Azier yang didampingi Wakil Ketua I, Fendi C SE dan Sekretaris, Moch. Soleh MA menyebutkan, pelantikan kepengurusan organisasi yang dipimpinnya akan dilaksanakan pada 27 Agustus nanti.

“SK yang kami terima ini, juga telah kami sampaikan kepada walikota, Gapensi dan Kadin Kota Tangsel. Kami berharap, Apeknas bisa berprestasi seperti asosiasi lainnya yang ada di Banten dan Tangsel,” kata Duano.

Duano menambahkan, pihaknya berkomitmen untuk memberikan kontribusi yang baik bagi Tangsel. “Dalam pengurusan kami, terdiri dari professional muda, pengusaha REI dan pengusahan pengadaan,” tegasnya.(kin)(Tangerang Tribun senin,24-8-2009)

Read more...

Target 4 Bulan Rp 35 Miliar

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menargetkan meraup pendapatan Rp 35 miliar dari sektor perizinan. Target ini harus tercapai dalam kurun waktu empat bulan, terhitung sejak 1 Agustus lalu atau sejak pertamakali proses perizinan dikelola Pemkot Tangsel.


Penjabat Walikota, HM Shaleh MT menyatakan target Rp35 miliar tersebut harus dapat dicapai oleh Badan Pelayanan dan Perizinan Terpadu (BP2T) dengan strategi melaksanakan proses pelayanan perizinan dengan cepat, mudah, dan tepat kepada para investor dan pengembang.

“Selama 4 bulan mendatang, proses pelayanan perizinan ini harus dilaksanakan secara maksimal untuk menggenjot peningkatan pendapatan daerah yang sangat dibutuhkan untuk stabilisasi keuangan daerah,” ungkap Shaleh di kantornya, kemarin.

Anggaran hibah dari Pemkab Tangerang dan Pemprov Banten, sambung Shaleh, dengan besaran masing-masing Rp 15 miliar tidak akan menutupi keuangan daerah yang sedang menyusun struktur pemerintahan terbaik.

“Mudah-mudahan, pemasukan yang didapat dari BP2T ini dapat berguna bagi masyarakat banyak. Dan itu semua bisa dilakukan dengan kinerja terbaik yang ditunjukkan oleh pejabat yang mengembannya,” papar Shaleh.

Maka dari itu, Shaleh melanjutkan, seluruh pihak yang ada di BP2T harus bisa menjamin bahwa proses pengambilan izin ini benar-benar tepat guna dan dapat menghasilkan sistem pelayanan yang berbeda dari satuan kerja (satker) lainnya.
“Perizinan harus disesuaikan, namun jangan sampai menghabiskan waktu yang lama. Dalam satu pengurusan izin, harus ada interval waktu yang pasti,” tukas ayah tiga anak itu.

Maksud perbedaan BP2T dengan satker lainnya yaitu pejabat BP2T harus mampu memilih staf yang benar-benar memiliki kemampuan memberikan pelayanan terbaik tersebut. “Terutama kemampuan bekerja dengan cepat dan tepat. Selain itu, berpenampilan menarik dan selalu menebar senyuman juga penting dilakukan,” imbuhnya.

Kepala Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BP2T) Kota Tangsel, Mursan Sobari mengatakan, pihaknya akan berusaha semampu mungkin untuk dapat mencapai target tersebut. Untuk itu, lanjutnya, dirinya bersama jajarannya akan membuat program dan melakukan inventarisir sektor usaha dan pengembang yang belum memiliki izin ataupun yang sudah habis masa berlaku izinnya. “Sedangkan yang masih berlaku perizinannya tetap akan dilaksanakan oleh Kabupaten selaku induk,” ucapnya.(aen:http://www.tangerangtribun.com)

Read more...

Lagi, 6 Truk Sampah Ditarik Paksa

Pemkab Tangerang kembali menarik enam unit truk sampah yang dioperasikan di Pemkot Tangerang Selatan. Penarikan truk secara paksa itu dilakukan Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman (DKPP) didampingi petugas Satpol PP Kabupaten Tangerang.


Kedatangan petugas satpol PP untuk menarik truk-truk tersebut cukup mendadak sehingga mengejutkan para pegawai di SKPD di Komplek Wintanaharja, Pamulang.
Tamsil, salah satu anggota satpol PP Kabupaten Tangerang mengatakan penarikan truk sampah itu berdasarkan surat Nomor 800/83-Dis-KPP serta surat perintah No300/540/-SPP terkait penarikan asset bergerak DKPP Kabupaten Tangerang yang beroperasional di Kota Tangsel.

“Kami tidak akan melakukan penarikan secara paksa tanpa berdasarkan surat perintah, baik dari atasan maupun dari dinas terkait,” ujarnya di sela sela penarikan.
Ia mengungkapkan, sebelum mendatangi
kantor DKPP Kota Tangsel, pihaknya mengambil satu unit truk yang sedang dicuci di Pasar Serpong, 4 unit di Kantor DKPP dan satu unit di Pasar Ciputat. Total kendaraan yang ditarik sebanyak 6 unit.

“Kami juga tidak sembarangan mengambil karena kami disertai oleh dinas terkait yang diberikan kuasa penuh untuk mengambil asset bergerak tersebut,” ungkapnya.
Kepala Seksi Pengumpulan dan Pengangkutan Sampah DKPP Kabupaten Tangerang, Akas menyatakan, pengambilan truk ini karena akan dilakukan inventarisasi data dan perbaikan armada yang rusak. “Kami rasa hal ini wajar untuk dilakukan karena truk-truk tersebut merupakan asset Kabupaten Tangerang,” tukasnya.

Mengenai pengambilan secara paksa dan terkesan arogan, dia menegaskan, pihaknya telah memberitahukan sebelumnya kepada DKPP Kota Tangsel untuk menyerahkan secepatnya truk tersebut. Tetapi karena penyerahan lamban, pihaknya terpaksa mendatangi dan mengambilnya secara langsung.
Kepala DKPP Kota Tangsel, Didi Supriyadi Wijaya sangat terkejut dengan kedatangan DKPP dan Satpol PP Kabupaten Tangerang yang langsung mengambil empat truk yang tengah diparkir. “Terkesan kami ini seperti maling yang diserbu begitu saja,” ketusnya.

Ia mengakui jika truk sampah itu milik Pemkab Tangerang. Namun, kendaraan itu dibeli saat Tangsel belum dimekarkan. "Kota Tangsel juga memberikan kontribusi dana melalui APBD saat itu," tandasnya.
Sebelumnya, Pemkab Tangerang juga telah menarik 32 unit truk sampah dari Tangsel.

Penjabat Walikota HM Shaleh MT menyesalkan penarikan truk sampah tersebut. Menurutnya langkah yang dilakukan kabupaten induk tidak tidak melalui prosedur karena dipaksakan dengan keputusan sepihak tanpa melakukan koordinasi terlebih dahulu.

Sumber : aen (http://tangerangtribun.com/detail_berita.php?id=2520)

Read more...

Kerjasama Pendidikan dengan Australia

Pemkot Tangerang Selatan (Tangsel) menjalin kerjasama dengan pemerintah Australia dalam bidang pendidikan. Kerjasama itu dalam rangka Sister School Relationship program di Weeroona College Bendigo, Victoria, Australia.


Menurut Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Tangsel, Dadang Sofyan, pihaknya diundang oleh pemerintah Australia dalam rangka Sister School Relationship Program pada 5-12 Agustus di Weeroona College Bendigo, Victoria, Australia.
“Dari Kota Tangsel, saya, Kepala Sekolah SMAN 2 Ciputat dan Guru bahasa Inggris SMAN 2 Ciputat yang akan menghadiri undangan kerjasama sekolah tersebut,” ujarnya kepada koran ini di ruang kerjanya, kemarin.

Dia mengungkapkan, dalam memenuhi undangan tersebut akan membawa profil Sekolah Rintisan Bertaraf Internasional (SRBI) yang ada di Kota Tangsel, antara lain tingkat Sekolah Dasar (SD) 4 sekolah, tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) 6 sekolah dan tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) 6 sekolah.(aen;http://www.tangerangtribun.com)

Read more...

Saturday, 15 August 2009

BPK Periksa Pejabat Tangsel Soal Dana Bantuan Situ Gintung

Ciputat-Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Pusat melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak yang diduga melakukan penyelewengan dana bantuan bagi korban bencana Situ Gintung, Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Pemeriksaan dilakukan sekitar lima jam.
Berdasarkan pengamatan, petugas BPK melakukan Pemeriksaan BPK dilakukan terhadap pejabat BPKAD dan pengurus STIE Achmad Dahlan Jakarta serta Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ). Tidak hanya itu saja, petugas juga melakukan pengumpulan berkas dan menyita satu kantong plastik berwarna merah berukuran besar .Sayangnya dalam pemeriksaan tersebut sejumlah wartawan tidak diperbolehkan mengambil gambar. Dan audit penyelewengan dana bantuan dilakukan secara tertutup oleh BPK.
Salah seorang petugas BPK Pusat, Siswo mengaku sedang melakukan audit dana Situ Gintung. Sayangnya, ia enggan menjelaskan lebih jauh soal pemeriksaan tersebut. "Kita melakukan audit dana bantuan Situ Gintung karena ada beberapa persoalan, tetapi kita tidak bisa memberikan keterangan lebih jauh, sebaiknya Anda minta keterangan ke humas BPK Pusat saja,"ujarnya, Rabu, (12/8).
Sementara itu Kepala Bidang Akutansi BPKAD Kota Tangsel Ahmad Gani usai dimintai keterangan petugas BPK menjelaskan, audit yang dilakukan BPK untuk mengetahui penyaluran dana bantuan yang diberikan pemerintah pusat, Pemprov Banten, Pemkab Tangerang dan para donatur kepada Pemkot Tangsel. Dan dalam pemeriksaan itu, ia dicecar pertanyaan soal sisa penyaluran dana bantuan, jalur penyaluran bantuan pasca bencana dan meminta menyerahkan berkas penyaluran bantuan.
"Dalam keterangan dana bantuan korban Situ Gintung sebesar RP6,7 milliar dan kita juga memberikan surat pertanggung jawaban (SPJ) kepada BPK. Tidak ada penyelewengan dana bantuan untuk korban bencana Situ Gintung," jelas Ahmad.

Read more...

Permintaan Gas 3 Kg Melonjak

Jelang Ramadhan permintaan masyarakat akan elpiji ukuran 3 kg melonjak dibandingkan dengan elpiji 12 kg yang direncanakan akan mengalami kenaikan harga.

"Gas elpiji ukuran 3 kg permintaannya lebih tinggi dibandingkan ukuran 12 kg,"kata Yanti salah satu petugas agen elpiji dari PT Dinamika Sentra Prima, Yanti yang terletak di Jalan Merdeka, Serua, Ciputat Kota Tangerang Selatan.
Bahkan dirinya mengaku tidak mengalami kekurangan pasokan gas elpiji ukuran 3 kg itu saat sub agen memintanya. "Sebenarnya masyarakat lebih meminati gas 3 kg dan jelang ramdhan ini permintaan meningkat,"katanya kembali.
Sayangnya Yanti enggan menjelaskan lebih rinci jumlah permintaan pasokan tersebut. Sebaliknya ia hanya membandingkan jika permintaan gas 12 kg bisa mencapai 1.000 tabung per hari, ia mengaku maka permintaan gas 3 kg diatas permintaan gas 12 kg. " Yang pasti permintaan 3 kg meningkat dan sejauh ini kami masih bisa memenuhinya,"pungkasnya.

Read more...

Pegawai Honorer Situ Gintung Mau Diangkat Jadi PNS

Kabar gembira bagi korban bencana jebolnya Situ Gintung, Cirendue, Ciputat Timur, Tangerang Selatan. Pemerintah daerah berencana mengangkat pegawai honorer yang menjadi korban bencana menjadi pegawai negeri sipil (PNS).
Kepastian itu disampaikan Pejabat Walikota Tangerang Selatan HM Saleh dihadapan sejumlah pejabat ketika berbicara di Ekspose SKPD Kota Tangsel di mall WTC, Serpong. Menurut pejabat yang juga kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pemerintah Propinsi Banten itu, Pemkot Tangsel akan melakukan pendataan terhadap pegawai honorer yang menjadi korban bencana jebolnya Situ Gintung. Pegangkatan menjadi PNS, setelah pegawai honorer itu dilakukan pendataan bahwa betul menjadi korban bencana."Saya meminta kepada dinas terkait untuk melakukan pendataan terhadap pegawai honorer yang menjadi korban Situ Gintung. Kemudian mereka akan diangkat menjadi PNS,"ungkap Saleh.
Kepala Dinas Badan Kepegawaian Daerah (BKP) Tangsel Toto Sudarto menyatakan, usai mendapatkan perintah tersebut, dalam waktu dekat ini pihaknya akan melakukan pendataan khusus pegawai honorer dan guru-guru honorer yang juga menjadi korban robohnya tanggul tersebut."Sesuai perintah Walikota, secepatnya kita akan mengecek data pegawai honorer korban bencana. Tentunya setelah itu, mereka akan diangkat secepatnya menjadi PNS," jelas Toto.

Read more...

Tangsel Terancam Jadi Lautan Sampah

Pamulang-Penarikan 40 truk sampah yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang akan menjadi permasalahan besar bagi wilayah Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Diperirakan kota baru itu akan menjadi lautan sampah.
"Pasti akan terjadi lautan sampah dan ini bisa menimbulkan gangguan kesehatan,"kata Kepala Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pemakaman, Kota Tangerang Selatan, Didi Supriadi saat ditemui di ruang kerjanya.
Didi sangat menyayangkan sikap Pemkab Tangerang soal ditariknya truk sampah itu yang dilakukan di jalan. Padahal secara logika, truk sampah itu dibeli lewat dana APBD sehingga warga Tangsel masih memiliki hak terlebih belum ada penyerahan aset. "Yang jelas kami sedang memikirkan solusinya. Dan kami minta warga Tangsel untuk tetap tenang akan masalah ini,"katanya.

Read more...

Aset Tangsel Rp 1 Triliun Minta Diserahkan

TANGSEL--Cek-cok soal aset kian panas, Pemkot Tangerang Selatan kembali meminta kepada Pemkab Tangerang agar secepatnya menyerahkan aset bergerak maupun tidak bergerak yang nilainya mencapai Rp 1 trilyun.
"Surat ke dua sudah dikirim ke Pemkab, agar mekanisme penyerahan aset dapat secepatnya terlaksana dan kita berharap tidak akan lama lagi aset diterima," ungkap Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Aset Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Tangsel, Uus Kusnadi.
Diakui Uus, pihaknya telah mengutus sedikitnya 17 personil dari tim aset Pemkot Tangsel untuk melakukan koordinasi dan mediasi bersama tim aset Pemkab Tangerang, pekan depan."Pertemuan itu menanyakan besaran aset yang telah dilayangkan via media oleh pemerintah induk apakah benar aset Kota Tangsel sebesar Rp. 1 Triliun," papar Uus.
Kendati demikian, sambung Uus berapa nilai jumlah aset di Kota Tangsel belum dapat diprediksi secara pasti, apakah lebih dari Rp. 1 Triliun atau kurang dari nilai tersebut. Karena, diketahui Pemkab Tangerang yang selama ini memiliki data hitungan nominal jumlah aset milik Tangsel."Aset Rp. 1 Triliun aset milik Tangsel harus kita miliki," akunya.
Kepala Bidang Aset DPKAD Kota Tangerang Selatan, Sumo Harjo menyatakan jumlah aset Tangsel tergantung dari metode penghitungan."Kalau dipaparkan secara gamlang itu tidaklah etis, lebih baik kita menunggu penyerahan dari Kabupaten induk saja dulu. Itukan lebih kongkrit berapa nilai dari aset yang akan diserahkan," jelasnya.

Read more...

FK Kotas : Pelantikan Pjs Walkot Tangsel Sesuai Konstitusi

SERPONG-Ketua Umum Forum Komunikasi Komunitas Tangerang Selatan Ayi Ruhiyat menegaskan pelantikan HM Shaleh sebagai Pjs Walikota Tangerang Selatan melalui proses konstitusi.
"Alhamdulillah proses konstitusi sudah berjalan dengan aman dan lancar,"ujarnya melalui pesan singkatnya.
Namun demikian pelantikan tersebut juga memberikan tugas tersendiri bagi semua elemen masyarakat Kota Tangerang Selatan untuk mengawal dan ikut mengapresiasikan keputusan pemerintah yang sudah menetapkan Kota Tangerang Selatan dan melantik Pjs Kota Tangsel.
Tidak hanya itu saja, masyarakat dan elemen masyarakat juga harus berperan aktif dan ikut mengawasi agar Pjs Walikota beserta jajarannya bisa melaksanakan tugas dan kewajibannya sesuai yang diatur dalam UU 51 tahun 2008.
"Ini keputusan yang terbaik dan masyarakat patut mendukungnya,"imbuhnya.

Read more...

FK Kotas Dilamar Parpol

SERPONG- Ketua umum Forum Komunikasi Komunitas Tangerang Selatan, Ayi Ruhiyat mengaku sudah didatangi partai politik besar agar maju memimpin Kota Tangerang Selatan.
"Sudah ada partai besar dan kecil yang datang dan minta saya maju menjadi pemimpin Kota Tangerang Selatan,"ujarnya kepada wartawan.
Sayangnya, Ayi enggan menyebutkan nama partai besar yang sudah melamarnya untuk maju dalam pertarungan memimpin Koa Tangerang Selatan. Bahkan Ayi juga enggan menyikapi masalah lamaran partai besar itu dengan dengan alasan masih melihat perkembangan politik di wilayah Kota Tangerang Selatan yang baru terbentuk.
Kendati demikian Ayi mengaku akan maju jika benar-benar diusung oleh masyarakat dan komunitasnya. "Sejauh ini saya masih liat perkembangan Kota Tangerang Selatan,"elaknya.
Seperti diketahui sejumlah nama sudah dimunculkan untuk bertarung menjadi pemimpin Walikota Tangerang Tangerang Selatan. Salah satunya adalah Harry Mulya Zein yang sekarang ini menjabat sebagai Seketaris Daerah Kota Tangerang.

Read more...

16.429 Warga Tangerang Selatan Pengangguran

PAMULANG- Sebanyak 16.429 warga di Kota Tangerang Selatan merupakan pengangguran. Diperkirakan angka pengangguran di kota baru itu akan mengalami kenaikan seiring dengan adanya jumlah lulusan baru.
Kepala Bidang Ketenagakerjaan Dinas Kependudukan Pencatatan Sipil Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kota Tangsel, Apih Ruhiyat mengatakan, data itu didasarkan pada catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tangerang 2008. Dimana dari 16.429 orang pengangguran di Tangsel terdiri dari yang tidak tamat SD sebanyak 16 orang, lulusan SD 280 orang, SLTP 3.143 orang, SLTA 9.690 orang, D1-D2 508 orang, D3 782 orang dan sarjana 2.010 orang.
"Angka pengangguran ini akan mengalami kenaikkan seiring dengan adanya jumlah lulusan baru yang tidak dibekali keterampilan,"katanya.
Tidak hanya itu saja, adanya persaingan pencari kerja dengan warga pendatang juga turut mempengaruhi tingginya angka pengangguran terlebih informasi soal pekerjaan juga sangat kurang. "Kami ingin mengandeng 908 perusahaan yang tersebar di empat kecamatan di kota Tangsel yakni Ciputat, Pamulang, Pondok Aren dan Serpong agar bisa menampung pengangguran terdidik,"harapnya

Read more...

Kota Tangerang Selatan Meluncurkan Website Resmi

PAMULANG- Pemerintah Kota Tangerang Selatan meluncurkan website resmi pemerintah Kota Tangerang Selatan serta menggelar workshop pengembangan infrastruktur jaringan sistem informasi pengelolaan data di gedung Puspitek Jl. Puspitek Raya, Setu , Tangerang Selatan (13/8).

Acara peluncuran website ini di buka oleh Asisten Daerah II Kota Tangerang Selatan, Ayi Ruhiyat dengan membuka lansung alamat website Pemerintah Kota Tangerang Selatan yaitu www.tangerangselatankota.go.id.

Ayi mengatakan, peluncuran webiste ini agar Kota Tangerang Selatan bisa dikenal didunia luar dan bisa melihat potensi-potensi yang ada di Kota Tangerang Selatan. Dengan terpublikasikannya Kota Tangerang Selatan bisa membuat para investor menanamkan investasinya guna percepatan pembangunan Kota Tangerang Selatan yang baru berdiri kurang lebih tujuh bulan.

"Pengerjaan website resmi pemerintah kota tangerang selatan memakan waktu selama satu bulan dengan anggaran Rp 40 jutaan," jelas Gunawan, Ketua BPTI (Badan Penyelenggara Tekhnik Informasi) Kota Tangerang Selatan.

Dengan website ini masyarakat dapat mengakses info-info tentang kota tangerang Selatan serta dokumen seperti peraturan-peraturan daerah
sumber : www.tangerangonline,com

Read more...

Followers

  ©Template by Dicas Blogger.