Sunday, 30 August 2009

Investasi TPST Ciangir Telan Rp 800 Miliar

Kepala Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman Kabupaten Tangerang, Hery Heryanto mengatakan investasi pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Ciangir di Kecamatan Legok menelan investasi sekitar Rp 700 hingga Rp 800 miliar.

Hery mengungkapkan hal tersebut saat penandatangan nota kesepahaman kerjasama (MoU) pemanfaatan lahan menjadi TPST Ciangir antara Bupati Tangerang Ismet Iskandar dan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo di Gedung Serba Guna (GSG) Pemkab Tagerang, Jumat (28/08/09).

Kerjasama pemanfaatan lahan untuk pengolahan TPST Ciangir tersebut melibatkan Pemprov DKI Jakarta sebagai pihak pertama yang memiliki status kepemilikan lahan, sedangkan Pemkab Tangerang sebagai pihak kedua yang memiliki lokasi lahan. Hery menjelaskan investasi sebesar Rp700 miliar dipergunakan untuk pembangunan sarana dan infrastruktur yang mendukung teknologi pengolahan sampah di Ciangir.

"Dari luas lahan yang dimiliki Ciangir sekitar 98 hektar, sedangkan 50 hektar di antaranya akan dibangun tempat pengolahan sampah dengan teknologi pemanfaatan gas (Aerobic Geyser) dan pupuk kompos (Anaerobic Composting),"kata Hery.

Produktivitas pengolahan sampah dengan teknologi tersebut diperkirakan mampu mengolah sampah sebanyak 2.500 ton per hari, terdiri dari 1.500 ton dari DKI Jakarta dan 1.000 ton berasal dari Kabupaten Tangerang. Pemprov DKI memiliki kewajiban untuk membangun sarana dan infrastruktur di TPST Ciangir, sedangkan Pemkab Tangerang wajib mengatur tata ruang serta meneliti analisa dampak lingkungannya.

Sementara itu, Bupati Tangerang Ismet Iskandar menuturkan sebenarnya Pemprov DKI Jakarta sudah memiliki status kepemilikan lahan seluas 98 hektar di Ciangir sejak tahun 1994. Wacana untuk pembangunan TPST sudah dimulai, namun masyarakat setempat menolaknya karena tidak ada jaminan kompensasi bagi warga sekitar.

Ismet mengatakan masyarakat cemas pembangunan TPST Ciangir menjadi seperti Tempat Pembuangan Akhir di Bantargebang (Bekasi) atau Leuwi Gajah-Cimindi (Jawa Barat) yang kumuh. "Namun saya jamin TPST Ciangir justru ramah lingkungan karena menggunakan teknologi pengolahan sampah hingga tidak bersisa (zero waste)," ujar Ismet.

Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo pun menuturkan pihaknya akan melakukan pemagaran dan menanam pohon untuk pengamanan di sekeliling TPST Ciangir. "Pola kerjasama pengolahan sampah seperti ini cukup efektif dan efisien karena anggarannya ditanggung bersama,"ujar Fauzi Bowo.
sumber :www.tangerangonline.com

0 komentar:

Post a Comment

Followers

  ©Template by Dicas Blogger.