Thursday, 17 September 2009

Mantan Dewan Mudik Pake Mobil Dinas

KOTA- Sejumlah mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang periode 2004-2009 disinyalir menggunakan mobil dinas yang belum dikembalikan untuk pergi mudik.

“Kita akan layangkan teguran setelah lebaran, kami akan mendatangi dan menghubungi rumah masing-masing anggota dewan untuk meminta pengembalian mobil dinas yang hanya sebatas pinjam pakai selama ia menjabat sebagai anggota dewan, apalagi kini indikasinya mobil dinas tersebut akan dipergunakan mudik,” kata Kasubag Protokol Rumah Tangga DPRD kota Tangerang, Zuhri.

Diantara ke 45 mantan anggota dewan, hingga saat ini baru 4 orang yang mengembalikan kepada Pemkot diantaranya, Krisna Gunata, Bonnie M, Hasanudin BJ, Abas Sunarya, sedangkan ke 44 lainnya hingga saat ini belum mengembalikan asset milik pemkot tersebut, padahal masa jabatan mereka telah berakhir pada 31 agustus lalu.

Menurut Zuhri kesemuanya nanti wajib mengembalikan mobil tersebut tanpa pengecualian. Termasuk juga terhadap ke 11 anggota dewan yang kini menjabat lagi di DPRD kota Tangerang, dikarenakan mekanisme pemberian mobil dinas untuk anggota dewan periode ini masihh belum ditetapkan kebijakannya.
sumber :www.tangerangonline.com

Read more...

Rakor Lebaran, Walkot Tangsel Soroti Masalah Lalu Lintas dan Sampah

PAMULANG- Jelang lebaran, Walikota Tangerang Selatan, Shaleh MT menekankan masalah lalu lintas dan sampah.

"Saya minta instansi terkait untuk memperhatikan masalah lalu lintas dan kebersihan. Jangan sampai saya masuk koran lagi karena masalah kebersihan masih menjadi sorotan,"katanya saat Rapat Koordinasi (Rakor) di aula kantor Walikota Tangerang Selatan, Selasa, (15/9).

Dalam Rakor itu, dibahas sejauh mana persiapan lebaran. Dan hal ini dilakukan agar instansi terkait seperti Dinas Kesehatan, Dinas Kebersihan dan polsek di wilayah Tangerang Selatan nantinya bisa mengantisipasi masalah yang terjadi sebelum ataupun sesusah lebaran.

" Ini untuk antisipasi hal yang tidak diinginkan,"ujarnya.
sumber :www.tangerangonline.com

Read more...

Pemkot Tangerang Bakal Razia Pendatang Baru

KOTA – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang akan menggalakkan razia atau Operasi Yustisi usai lebaran. Operasi ini dilakukan untuk menekan peningkatan jumlah urban di Kota Tangerang.

“Kita akan lakukan operasi setelah lebaran, operasi ini akan dilakukan oleh Dinas kependudukan dan Catatan Sipil. Hal ini dilakukan sebagai upaya pendataan warga kota dan kewaspadaan terhadap keamanan masyarakat, jangan sampai ada dampak negative yang timbul dari proses urbanisasi,’ ujar Wakil Walikota Tangerang, Arief Wismansyah kepada Tangerangonline, Rabu, (16/9).

Arief juga mengharapkan bagi warga kota yang hendak pulang kampung untuk tidak membawa sanak saudaranya tanpa tujuan yang jelas kekota Tangerang, “ Ya saya harap bagi penduduk kota yang pulang kampung, janganlah membawa keluarga atau kerabatnya dari kampung sana apabila tidak memiliki skill dan kemampuan, kalo datang kesini untuk membuka lapangan kerja, ya boleh-boleh saja,” ucap Arief lagi.

Sementara itu, Kadis Inkom, Saeful Rohman mengatakan bahwa ada batasan waktu kunjungan bagi pendatang, yang masuk ke Kota Tangerang. Hal itu menurutnya sudah diatur dalam Peraturan Daerah (Perda)

“Dalam Perda Kependudukan diatur tegas tentang batas waktu pendatang untuk berkunjung, batas waktunya 2 minggu, lagi pula untuk mereka bisa berdomisili diTangerang mereka harus menyertakan surat pindah, jadi kalau dalam waktu dua minggu yang bersangkutan belum kembali ketempat asalnya, maka pemerintah setempat berhak melayangkan teguran,” tuturnya.

Berdasarkan catatan Tangerangonline pada arus balik tahun lalu, Disdukcapil melakukan program penjaminan terhadap pendatang. Dimana pendatang wajib menyetorkan sejumlah dana disertai jaminan tempat tinggal dan pekerjaan dari penduduk kota Tangerang, akan tetapi realisasinya dilapangan nihil.
sumber :www.tangerangonline.com

Read more...

Thursday, 10 September 2009

Polisi Sita 15.000 Petasan di Kota Tangerang

KOTA TANGERANG- Anggota Unit Reserse dan Kriminal (Reskrim) Kepolisian Sektor (Polsek) Cipondoh, Kota Tangerang, Provinsi Banten mengamankan 15.000 petasan dengan berbagai ukuran.

Kepala Unit Reskrim Polsek Cipondoh, Iptu Sugiyarna di Tangerang, Kamis, mengatakan pihaknya menyita petasan tersebut dari sejumlah toko hingga pedagang kelontongan.
"Biasanya mendekati Lebaran, penjual petasan akan marak hingga pedagang kelontongan pun menjajakan petasan," kata Sugiyarna.
Setiap bulan Ramadhan mendekati Lebaran, polisi secara rutin melakukan Operasi Ketupat untuk mengamankan situasi pada mulai awal bulan puasa hingga H+7 Lebaran.
Sejumlah anggota reksrim, buru sergap (buser) hingga patroli pun dikerahkan untuk mengintensifkan keamanan selama bulan Ramadhan hingga pascalebaran.
Anggota Polsek Cipondoh menyita ribuan petasan tersebut di wilayah Cipondoh, Cipete, serta di daerah belakang perumahan Banjar Wijaya.
Meski menyita barang dagangannya, namun petugas hanya meminta keterangan pedagangnya kemudian dilepaskan dan hanya dikenai wajib lapor saja, karena perkaranya termasuk kasus pidana ringan.
Sugiyarna menuturkan, pihaknya kesulitan untuk menghentikan penjualan petasan tersebut karena pasokan petasan di Cipondoh berasal dari luar daerah, seperti Parungpanjang (Kabupaten Bogor), Serpong dan Legok (Kabupaten Tangerang).
sumber :megapolitan.kompas.com

Read more...

Libur lebaran, PNS tak ada cuti terusan

KOTA TANGERANG - Pemerintah Kota Tangerang melarang pegawainya untuk mengambil cuti berkelanjutan setelah hari raya lebaran. Pelarangan tersebut dikeluarkan dalam surat edaran oleh sekretaris daerah (Sekda).

"Sekda mengeluarkan surat tentang jadwal jam kerja PNS di lingkungan Pemkot Tangerang. Salah satu isinya dijabarkan tentang tidak diperbolehkan mengambil cuti berkelanjutan setelah libur lebaran," ujar Kepala Bagian Humas Pemkot Tangerang, Ahsan Annahar kepada wartawan, Rabu (9/9).

Sebelumnya, Ahsan mengatakan PNS tidak mendapatkan THR untuk hari raya lebaran yang tinggal menghitung hari. Akan tetapi itu masih bisa terjadi perubahan apabila nantinya pemerintah pusat mengeluarkan kebijakan lain. "Kemungkinan masih ada tapi masih belum pasti," jelas Ahsan.

Pemkot Kota Tangerang akan memberi libur pegawainya pada 18 hingga 23 September 2009 sehari setelah lebaran. Apabila ada PNS yang melanggar ketentuan yang telah ditetapkan oleh Pemkot, akan mendapat pengawasan khusus dari Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP).

"Inspektorat yang mengawasinya. Aturan kedisiplinan yang dijadikan dasar, sehingga akan ada sanksi yang dijatuhkan mulai dari teguran, bahkan hingga pemecatan," tandas Ahsan.
sumber :www.harianterbit.com

Read more...

Pembangunan Jalan Situ Bulakan di Tangerang Rampung Desember 2009

KOTA TANGERANG— Pembangunan Jalan Situ Bulakan sepanjang 430 meter dengan lebar 7 meter yang menghubungkan warga permukiman di Kecamatan Priuk dengan Kota Tangerang ditargetkan selesai Desember 2009.

"Pembangunan jalan dengan konstruksi beton yang menghabiskan dana APBD 2009 sebesar Rp 1,5 miliar itu, saat ini proses pembangunannya sudah mencapai 95 persen," kata Wakil Wali Kota Tangerang H Arief R Wismansyah, Rabu (9/9), setelah mendapatkan laporan dari pelaksana proyek.

Wismansyah mengatakan hal ini ketika meninjau pekerjaan normalisasi Situ Bulakan oleh Departemen Pekerjaan Umum. Pengerjaan normalisasi situ saat ini dalam tahap pengerukan dan pengukuran ulang luas areal oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Tangerang dan tahap pengerukan oleh pelaksana proyek.

Laporan pelaksana proyek menyebutkan, proses pengerukan saat ini baru mencapai lima persen sehingga untuk mengejar target Desember 2009, pihak-pihak pelaksana menjanjikan menambah peralatan dan tenaga kerja pasca-Lebaran. Diharapkan saat memasuki musim penghujan, Situ Bulakan sudah bisa berfungsi sebagai daerah resapan secara optimal sehingga meminimalisasi dampak banjir yang sering terjadi.

Arief berpesan kepada pelaksana proyek agar mengambil data riil sesuai fakta, dan selanjutnya dipadukan dengan data luas area situ yang dimiliki Departemen PU. "Jika terjadi perbedaan data, Pemkot Tangerang akan memfasilitasi. Namun, pihak pengembang perumahan diminta berperan aktif pada saat pengukuran dilaksanakan. Kita harus konsekuen dengan kesepakatan di forum rapat dengan pelaksanaan di lapangan," tegas Wakil Wali Kota Tangerang.

Di sekitar areal Situ Bulakan terdapat tiga pengembang perumahan, yaitu pengembang Kartika Tejakusuma, Wisma Harapan, dan Grand Tomang. Saat pengukuran dilakukan, pengembang Kartika Tejakusuma tidak hadir tanpa alasan yang jelas. Arief meminta Camat Priuk agar menegur dan mencari tahu alasan ketidakhadiran pengembang tersebut.

Arief juga meminta pelaksana proyek normalisasi situ untuk menyediakan ruang publik di sepanjang Jalan Bulakan yang membelah Situ Bulakan itu, seperti melengkapi fasilitas bermain, jalur olah raga jogging, serta ruang terbuka hijau, sehingga nantinya ada keterpaduan antara pembangunan normalisasi danau dengan fasilitas publik.
sumber :megapolitan.kompas.com

Read more...

Alamak... Perkosaan Bergilir Kembali Terjadi


KOTA TANGERANG- Perkosaan bergilir kembali terjadi. Baru saja terungkap kasus yang menimpa Roro (14), kasus serupa terjadi pada ZPS, siswi kelas I SMP Yupentek Cikokol, Kota Tangerang.

ZPS diperkosa secara bergilir oleh tiga pelajar SMA dan seorang pemuda pengangguran di lapangan bola Kedaung Wetan MD, Neglasari, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, Senin (7/9) malam sekitar pukul 19.30. Modusnya sama dengan yang dialami Roro, yakni dengan memaksa korban minum minuman keras.

Kasus ini baru terungkap ketika korban bersama orangtuanya melapor ke Kepolisian Resor Tangerang Kota, Rabu (9/9).

"Dua dari empat pelaku pemerkosaan langsung kami tangkap setelah mendapat laporan dari korban. Mereka adalah Angg dan Fjr," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Tangerang Kota Komisaris Budhi Herdi Susianto kepada wartawan, Rabu sore.

Dua dari empat pelaku pemerkosaan tersebut, yaitu Ang (17), pemuda pengangguran dan Fjr (17), siswa kelas III SMA di wilayah Teluknaga.

Sedangkan dua pelaku lainnya yang masih buron, kata Budhi, berinisil DS, siswa kelas III SMA Yupentek Cikokol Tangerang dan Ari, siswa kelas III SMA di Teluknaga, Kabupaten Tangerang.

"Petugas kami sempat mendatangi rumah ke dua tersangka itu, tetapi mereka belum pulang sekolah," papar Budhi.

Tak sadarkan diri

Dalam pengakuan korban ZPS kepada polisi, saat diperkosa secara bergiliran ia tidak sadarkan diri akibat dipaksa meminum minuman keras.

Kejadian berawal Senin siang, ketika ZPS dijemput Angg ke rumahnya yang berlokasi di Kampung Rawalingi, Kecamatan Teluknaga, Kampung Melayu, Kabupaten Tangerang. Ia dijemput Angg menggunakan sepeda motor.

Kepada korban, tersangka Angg mengaku ingin mengajak ke rental band di daerah Teluknaga bersama sejumlah rekannya untuk latihan menyanyi. Tanpa pikir panjang, ZPS menuruti ajakan tersebut dan bergegas keluar rumah tanpa pamit terlebih dahulu kepada orangtuanya, Ika Maria (38).

Sore hari, salah satu tersangka mengirim pesan singkat short message service (SMS) ke telepon seluler (ponsel) Ika. Isinya mengabarkan bahwa ZPS diajak pergi untuk berbuka puasa.

"Saya sempat protes kepada teman anak yang mengirim SMS tersebut, karena sudah pergi baru pamitan," kata Ika ketika mendampingi putrinya memberi laporan ke polisi.

Ika tidak bisa berbuat banyak dan hanya berpesan agar ZPS pulang paling lambat pukul 19.00. Namun, Angg yang juga tetangga ZPS tidak menepati janji tersebut.

Ika mulai was-was. Ia langsung mengabarkan kepada suaminya yang masih di Bogor kalau anak mereka belum juga pulang.Sambil menunggu suaminya pulang, Ika meminta Aris tetangganya untuk mencari ZPS. Namun tidak berhasil.

Keesokan harinya, Ika mendapat telepon dari Boring (15), teman korban yang memberitahukan kalau putrinya berada di rumahnya di Kampung Pangkalan, Kampung Melayu, Teluknaga. Kata Boring, ZPS diantar Angg dan kawan-kawannya ke rumahnya Senin malam.

Saat bertemu dengan orangtuanya, ZPS langsung berteriak histeris. Awalnya ZPS tidak menceritakan apa yang menimpa pada diri karena ada rasa takut.

Setelah sampai di rumah, ZPS baru menceritakan kepada tantenya atas perilaku empat teman-teman yang memperkosanya secara bergilir. Sebelumnya, ZPS dipaksa minum minuman keras.

Mendengar pengakuan itu, tanpa buang waktu melaporkan kembali ke Ika Maria dan menuruskan ke Polres Metropolitan Tangerang Kota.
sumber :megapolitan.kompas.com

Read more...

Tuesday, 8 September 2009

Tangerang Siapkan Jalur Bus Kalideres-Poris Plawad

Tangerang- Transportasi massal bus akan segera dikelola Dinas Perhubungan Kota Tangerang dengan jarak tempuh 14 kilometer. Angkutan umum ini diharapkan mengurangi kemacetan lalu-lintas.

Kepala Badan Perencanaan Daerah Kota Tangerang Rahmat Hadis, Senin (7/9), mengatakan tahap awal jalur bus itu akan dikelola oleh unit pelaksana teknis daerah Dinas Perhubungan. "Selanjutnya kita persiapkan badan layanan umum atau bisa juga dikelola oleh pihak swasta," kata Rahmat.

Sejauh ini Pemerintah Kota Tangerang tengah menyiapkan jalur bus melingkar (loop) searah mulai dari jembatan Jalan Maulana Hasanudin, Cipondoh. Rutenya masih mengikuti koridor busway IV Kalideres-Harmoni.

Jalur itu dimulai dari Terminal Kalideres-Jalan Daan Mogot-Jalan Ampera atau jembatan Jalan Maulana Hasanudin-melintasi rel kereta api jurusan Tangerang-Jakarta, lurus ke arah Situ Cipondoh-mengikuti Jalan Sudirman-Jalan Benteng Betawi-Terminal Poris Plawad, dekat perumahan Taman Royal 3.

Masyarakat pengguna jalur itu mengaku bergembira dengan rencana itu. Hastanti, warga Taman Royal 3, mengatakan dia senang karena ada jalur bus yang lebih dekat ke rumahnya dari kantornya di Kalideres.

Pengamatan Tempo di Jalan Maulana Hasanudin, pelebaran sudah dilakukan. Saat ini sepanjang jalan itu warga merapikan rumah toko (ruko) dengan cara memundurkan bangunan.
sumber :www.tempointeraktif.com


Read more...

Monday, 7 September 2009

Kabupaten dan Kota di Banten Tolak Kebijakan Provinsi

SERANG- Forum Kepala Daerah Kabupaten dan Kota se-Provinsi Banten sepakat menolak kebijakan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah soal alokasi bantuan keuangan untuk kota dan kabupaten yang hanya Rp 5 miliar. Tahun sebelumnya bantuan mencapai Rp 15 miliar.

Ketua Forum Komunikasi Bupati dan Wali Kota se- Banten, Tubagus Aat Syafaat, mengatakan alasan penolakan kebijakan Pemprov Banten tersebut karena alokasi bantuan keuangan itu dinilai tidak didasari konsep dasar perimbangan keuangan yang memperkuat pemerintah daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

"Kami menyayangkan bantuan pemprov yang selalu berkurang, padahal keberhasilan yang dicapai kota dan kabupaten adalah keberhasilan provinsi juga," ujar Aat Syafaat yang juga Wali Kota Cilegon dalam siaran persnya, Ahad (6/8).

Pada anggaran 2008, kata Aat, Pemprov Banten memberikan uang kepada kabupaten/kota sebesar Rp 20 miliar , kemudian pada anggaran tahun 2009 dikurangi lagi menjadi Rp 15 miliar. "Dan sekarang untuk tahun 2010 malah dikasih hanya Rp 5 miliar, artinya apa ini?" katanya.

Hal senada diungkapkan Bupati Serang Taufik Nuriman. Menurutnya, alokasi bantuan anggaran sebesar Rp 5 miliar sangat tidak cukup untuk menjalankan program pembangunan atau kegiatan provinsi yang berlokasi di kabupaten/kota. "Kami meminta kepada Gubernur Banten untuk meninjau ulang kebijakan tersebut, karena tidak masuk akal," ujarnya.

Taufik menambahkan, hasil kesepakatan bupati/wali kota di Banten itu akan segera disampaikan ke DPRD Banten agar mereka meninjau kembali bantuan keuangan itu.

Jika Gubernur berkukuh dengan kebijakannya itu, kata Taufik, maka daerah tingkat dua akan memboikot dan menolak segala bentuk program atau anggaran dan kegiatan provinsi yang berlokasi di kabupaten/kota.

Dalam kesepakatan itu hampir seluruh kabupaten/kota turut mendukung penolakan kebijakan Gubernur, kecuali Kota Tangerang Selatan yang tidak menghadiri pertemuan yang digelar hari Sabtu malam (5/8) di Tangerang.

Sementara semua bupati dan wali kota sepakat, seperti Wali Kota Cilegon Aat Syafa'at, Bupati Tangerang Ismet Iskandar, Bupati Serang Taufik Nuriman, Bupati Pandeglang Dimyati Natakusumah, Wakil Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah, Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah, dan Sekretaris Kota Serang Sulhi Choir.

Read more...

Cincau Berformalin Ditemukan di BSD

SERPONG- Badan Pengawasan Obat-obatan dan Makanan (BPOM) Serang, Banten, menemukan peredaran makanan cincau hitam mengandung bahan pengawet formalin dalam operasi yang digelar di pasar modern Bumi Serpong Damai, Kota Tangerang Selatan. "Cincau hitam sebagai bahan makanan pencampur minuman es yang biasa kita minum terbukti menggunakan bahan pengawet mayat atau formalin, selain makanan tahu yang kita temukan," ungkap Kepala BPOM Serang, Heriyadi di Tangerang, Senin (7/9).

Dalam operasi ini juga ditemukan sejumlah makanan yang diduga mengandung bahan pengawet formalin. Beberapa makanan yang diambil sampelnya antara lain, mi kuning, ikan basah, ikan asin, udang basah, cincau hitam, tahu dan kerupuk. "Setelah kita teliti di lokasi menggunakan test kit boraks, hanya cincau dan makanan tahu yang positif mengandung formalin," ujarnya.

Heriyadi mengingatkan banyak pedagang yang menjual makanan cincau dan tahu berformalin selama Ramadan. "Hal ini bisa membahayakan konsumen yang mengonsumsi makanan tersebut karena mereka sebagai pembeli," ungkapnya. BPOM tak menyalahkan pedagang. Yang patut disalahkan adalah pabrik yang memproduksi makanan itu kemudian memasarkan bahan makanan tersebut kepada pedagang. "Kita minta kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) daerah setempat lebih ketat mematahkan penyaluran makanan formalin dari produsen kepada pedagang," katanya
sumber :www.metrotvnews.com

Read more...

Sunday, 6 September 2009

Puluhan TKI Dipulangkan dari Jordania

Tangerang- Lagi, puluhan tenaga kerja Indonesia yang bermasalah di Jordania dipulangkan. Mereka, Ahad (6/9) sore, tiba di Bandara Udara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

Kali ini ada 33 TKI yang dipulangkan. Kebanyakan perempuan. Selama di negeri orang, mereka rata-rata kesandung masalah izin kerja kadaluarsa, gaji tak dibayar, dan melarikan diri.

Nurjanah, TKI asal Jawa Timur, mengaku, senang bisa kembali ke Tanah Air. Dia dipulangkan karena tak pernah punya kartu tanda penduduk setempat.

Direktur Perlindungan WNI dan BHI Departemen Luar Negeri Teguh Wardoyo mengatakan, hari ini, ada 62 TKI yang dipulangkan dari Jordania. Mereka dibagi dalam dua tahap. Selain mereka, tambah Teguh, Deplu juga masih akan memulangkan 270 TKI lain dari Jordania.
sumber :www.metrotvnews.com


Read more...

Saturday, 5 September 2009

700 Bus Mudik Lebaran Tolak Uji Kir

SERPONG- Sebanyak 700 sopir bis angkutan mudik Idulfitri 1430 Hijriah menolak mengikuti pengujian kendaraan bermotor (uji kir) yang digelar Dinas Perhubungan Kota Tangerang Selatan, Banten, karena alasan biaya uji kir terlalu mahal.

"Biaya sekali uji kir RP50 ribu, kita dianggap memberatkan 700 sopir bis angkutan Lebaran tersebut," kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Hartadi Wijaya di Tangerang, Selasa (1/9).

Dia mengungkapkan, karena biaya uji kir yang dinilai mahal tersebut menyebabkan banyak sopir angkutan Lebaran tidak ingin kendaraannya itu dites kelayakannya.

"Dengan penolakan dari ratusan sopir dipastikan di antara 700 bus terdapat sekitar 400 yang dinilai tidak laik jalan mudik Lebaran," kata Hartadi.

Ia mengatakan sewajarnya 700 bus angkutan Lebaran tersebut diuji kir terlebih dahulu untuk mengetahui apakah laik atau tidak laik digunakan sebagai angkutan Lebaran.

Hartadi mengatakan, selama dua hari ini Dishub Kota Tangsel telah melakukan sosialisasi kepada sejumlah sopir agar bus yang digunakan sebagai angkutan Lebaran wajib diuji kir.

Hartadi menambahkan, pihaknya juga telah menyediakan lokasi untuk melakukan uji kir terhadap ratusan bus yang wajib dites kelayakannya.

"Tetapi sampai dua hari uji kir yang kita gelar di Serpong Tangsel, hanya beberapa sopir angkutan Lebaran yang mau mengikuti anjuran," katanya.

Hartadi menegaskan, di Tangsel dan Kabupaten Tangerang angkutan mudik Lebaran yang beroperasi tahun ini diperkirakan mencapai 6.100 unit.

Dia menegaskan, dari 6.100 unit tersebut, dari bis AKDP ada 1.632 unit, bis AKAP 3.236 unit dan bis pariwisata dengan 1.232 buah dan menyiapkan 60 armada angkutan tambahan Lebaran.
sumber :www.mediaindonesia.com

Read more...

Tangerang Selatan Bukan Daerah Pencetak Teroris

PAMULANG- Penjabat Walikota Tangerang Selatan (Tangsel) Banten M. Shaleh membantah daerahnya sebagai pencetak teroris bom Mega Kuningan, 17 Juli silam. "Jangan identikkan Tangsel sebagai sarang teroris, kami jamin Tangsel aman dari orang-orang yang disebut teroris," kata Shaleh di Tangerang, Sabtu (5/9).

Shaleh perlu menyampaikan bantahan menyusul penetapan Muhammad Jibril warga Bintaro, Tangsel, sebagai tersangka. Menurut dia, penangkapan Muhammad Jibril tak ada sangkut pautnya dengan letak geografis.

Bahkan, tambah Shaleh, Pemkot Tangsel mendukung apa yang dilakukan polisi. Muhamad Jibril pantas dibui bila memang terbukti sebagai penyandang dana peledakan bom Kuningan.

"Hasil penyelidikan polisi patut dicontoh, tapi ingat wilayah Tangsel bukanlah pencetak teroris," kata Shaleh.
sumber :www.metrotvnews.com

Read more...

Tangerang Patenkan Dua Kesenian Lokal

KOTA TANGERANG- Pemerintah Kota Tangerang, Banten, berupaya mendaftarkan hak paten terhadap dua kesenial lokal yakni Lenggang Marawis dan Bentang Cisadane.

Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkot Tangerang Harry Mulya Zein, Rabu (2/9), membenarkan pihaknya akan melakukan pendaftaran hak paten dua kesenian daerah ini ke instansi terkait. "Sebelum didaftarkan mendapatkan hak paten tentu dilakukan kajian ilmiah terhadap kesenian Bentang Cisadane dan Lenggang Marawis," katanya.

Dia mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan seminar menyangkut dua kesenian itu ,dengan mengundang beberapa pakar kesenian dan budayawan lokal, untuk mengetahui tentang keasliannya.

Bentang Cisadane merupakan tarian warga yang bermukim di sekitar Sungai Cisadane yang dilakukan penduduk sejak lama, namun hingga kini belum diketahui siapa penemunya. Sedangkan Lenggang Marawis adalah beberapa pemuda menyanyikan lagu rohani dengan diikuti gendang yang mayoritas digelar pada perayaan keagamaan atau perkawinan.

Marawis merupakan kolaborasi kesenian Timur Tengah dengan lokal dan memiliki unsur keagamaan yang kental. Hal ini tercermin dari berbagai lirik lagu yang dibawakan dominan pujian dan kecintaan kepada Tuhan.

Mulya Zein mengatakan, kesenian lokal tumbuh dan berkembang pesat di wilayah ini, tapi sejak lama telah subur tiga budaya yakni Sunda, Betawi, dan China.
sumber :www.mediaindonesia.com

Read more...

Kejari Tangerang Nilai Kadis Pendidikan Banten Tidak Koperatif

TANGERANG- Kejaksaan Negeri Tangerang menilai Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Banten, Eko Endang Koswara tidak bersikap kooperatif dalam memenuhi panggilan.

"Hari ini agendanya Kadis Pendidikan Banten kami undang untuk memberikan keterangan perihal penyimpangan dana (Pusat Kegiatan Belajar Mengajar) Kabupaten Tangerang tahun 2007,"ujar Kasi Pidsus, Kejaksaan Negeri Tangetang, RahmatHaryanto.

Namun demikian lanju Rahmat, Eko sudah 3 kali dipanggil, akan tetapi baru satu kali yang bersangkutan memenuhi panggilan.

Sementara itu saat dikonfirmasi melalui handphonenya, Eko mengatakan bahwa dirinya pada tahun 2007 belum menjabat sebagai Kadis Pendidikan Provinsi Banten. Dan pemanggilan itu menurutnya untuk memberikan keterangan.

"Jadi tolong diklarifikasi, atas pemberitaan di media atas pemanggilan saya oleh Kejari, kapasitas saya dipanggil hanya untuk memberikan keterangan, akan tetapi saya itu tidak tau apa-apa, karena pada tahun 2007 lalu, saya belum menjabat sebagai Kadis Pendidikan," pungkasnya.
sumber :www.tangerangonline.com

Read more...

Supermall Karawaci Beri Kejutan Jelang Lebaran

KARAWACI- Untuk memberi kepuasan dan meningkatkan pengunjung jelang Idul Fitri ini, Supermall Karawaci menggelar acara midnight sale dari tanggal 4-5 September 2009. Dalam midnight sale ini pengunjung akan mendapatkan kejutan berupa discount besar-besaran sampai 80 persen.

Midnight Sale yang digelar mulai pukul 21.00 hingga 24.00, bukan hanya memberikan discount hingga 80 persen akan tetapi juga memberikan hadiah langsung berupa uang belanja .

"Kita didukung oleh hampir seluruh toko yang ada di lingkungan. Kesemuanya memberikan discount menarik dan program-program yang pastinya akan menarik pengunjung," ujar General Manajer Operation Supernal Karawaci, Janny Wati kepada Tangerangonline, Jumat, (4/9).

Tidak hanya itu saja, Janny juga menjanjikan kejutan menarik bagi masyarakat yang belum mengikuti Midnight Sale kali ini dikarenakan belum mendapatkan Tunjangan Hari Raya (THR).

"Akan ada kejutan pada tanggal 18 dan 19 Oktober mendatang, tepat sebelum hari raya, discount yang kami berikan juga tidak kalah menariknya dari program midnight sale," ungkapnya lagi.

Pembukaan acara Midnight Sale yang di buka pada Jumat (4/8) hari ini mengundang artis ibukota salah satunya Afgan dan juga anak yatim piatu dari Kelapa Dua untuk berbuka puasa di salah satu resto The Buffet. Toko-toko yang ikut berperan serta dalam acara ini diantaranya, Planet Surf, Infinite, Debenhams, Matahari Dept Store, Hypermart, Gramedia, Elektronic City, KORZ, Time Zone dan ribuan toko lainnya.
sumber :

  • www.tangerangonline.com

  • Read more...

    Thursday, 3 September 2009

    Oknum Polisi Aniaya Dua Mahasiswa

    KOTA- Barozi (28) dan Ahmad Fahrudin (26) Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Tangerang (PBHIMATA) dianiaya oleh empat orang yang mengaku anggota kepolisian Polres Metro Tangerang. Akibatnya, kedua mahasiswa itu mengalami luka memar pada bagian wajah.

    Ketua Himata, Ahmad Kosasih membenarkan adanya insiden penganiayaan yang dilakukan terhadap anggotanya. Kosasih mengatakan bahwa pemukulan terjadi pada pagi dini hari di depan pasar Babakan, Tangerang City.

    "Kejadiannya tepat pukul 00.30 saat itu 2 orang rekan kami tengah membeli makanan untuk sahur, saat mereka mengendarai sepeda motor ada 3 motor tengah berkonvoi, saat disalip mereka tidak terima dan mengejar dua rekan saya itu lalu menghadiahinya dengan tinju kearah muka," ujar Kosasih.

    Sepuluh tinju dilayangkan kepada dua orang korban, hingga akhirnya memicu perhatian masyarakat sekitar yang hendak melerai, merasa terkepung salah seorang diantara mereka mengeluarkan sepucuk senjata dari kantongnya dan mengaku sebagai aparat.

    "Ngapain pada ngumpul disini, saya ini aparat jadi jangan macam-macam," ucap Kokasih menirukan ucapan pelaku penganiayaan.

    Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang, Kompol Budi Herdi, membenarkan bahwa memang ada laporan yang dilaporkan, dan kasus tersebut hingga saat ini masih dalam proses penyelidikan.

    "Kita masih selidiki dan kembangkan laporan yang bersangkutan, akan tetapi dalam BAP, pelapor tidak menyebut-nyebut bahwa pelaku adalah aparat," kata Budi dikantornya.
    sumber :www.tangerangonline.com

    Read more...

    Pejabat Terima Parcel Dipecat

    KOTA - Pemerintah Kota Tangerang mengaku akan memberikan sanksi tegas berupa pemecatan bagi pejabat yang menerima parcel atau bingkisan Lebaran.

    Menurut Kabag Humas dan Protokol, Ahsan Annahar bahwa berdasarkan kebijakan pemerintah pusat yang telah diberlakukan beberapa tahun terakhir ini, peredaran parcel dikalangan pejabat dicekal.

    "Ada larangan untuk memberikan parcel secara jabatan kepada pejabat lainnya, kalau ada yang melanggar maka akan diberikan sanksi. Lagi pula waktu mengucapkan sumpah jabatan hal tersebut sudah juga diucapkan," terang Ahsan.

    Sanksi yang akan diberikan Inspektorat kepada pejabat yang tetap membandel adalah teguran, penundaan kenaikan jabatan, bahkan pemecatan.

    "Yang mengawasi adalah Inspektorat(Bawasda) saksinya bervariasi, mulai dari ringan hingga paling berat yaitu pemecatan, pemecatan dilakukan apabila yang bersangkutan kedapat tangan dan tetap mengulangi kesalahan serupa berulang-ulang," terangnya lagi
    sumber :www.tangerangonline.com

    Read more...

    Pembangunan RSU Tangsel Masih Dikaji

    PAMULANG- Pemerintah Kota Tangerang Selatan masih melakukan pengkajian soal rencana pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang rencananya akan dilakukan di Pondok Cabe Udik, Pamulang.

    "Akan dibangun RSUD di Pondo Cabe, namun kita masih lakukan cek lokasi dan lainnya,"kata Sekda Kota Tangerang Selatan, Nanang Komara, Kamis, (3/9).

    Nanang juga mengatakan untuk pembangunan RSUD ini dibutuhkan kerjasama yang seenergi agar nantinya tidak ada kesimpangsiuran data anggaran. "Dana yang dibutuhkan besar sehingga perlu kerjasama

    Hal yang sama juga diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan, dr. Dadang. Menurutnya, pembangunan RSU itu rencananya akan dilakukan pada tahun 2010 dengan anggaran Rp 160 miliar. "Untuk fisik sekitar Rp 60 miliar dan untuk alat kesehatan Rp 100 miliar,"pungkasnya.
    sumber :www.tangerangonline.com


    Read more...

    Sumbangan Terakhir Untuk Korban Situ Gintung

    Ciputat- Setelah memperoleh sumbangan sebanyak 5 kali sejak 1 Agustus lalu, kini warga korban Situ Gintung akhirnya memperoleh bantuan logistik kembali dari masyarakat. Panitia pengelola dana sumbangan yang bekerjasama dengan rt/rw mendata setidaknya sebanyak 159 kepala keluarga yang berhak memperoleh bantuan tersebut, Kamis (03/09).

    Berdasarkan surat edaran yang diturunkan oleh Dinas Kependudukan, Ketenaga Kejaan dan Transmigrasi Pemerintah Kota Tangerang Selatan No.460/657/-dkc SSKT/2009 menerangkan bahwa syarat bagi warga korban Situ Gintung untuk memperoleh bantuan ialah dengan menunjukkan dan menyerahkan foto kopi KTP kepada pihak panitia dan rt/rw setempat.

    Purnomo, koordinator panitia sumbangan ketika ditemui di Jl. Kerta Mukti 1 membenarkan bahwa sumbangan ini merupakan bantuan terakhir bagi para korban Situ Gintung. “Kali ini yang menerima sumbangan itu adalah warga rt.04 rw.08 serta rt.01 sampai 03 yang berdomisili di rw 12,” tambahnya.

    Adapun Bantuan yang akan diberikan tersebut antara lain berupa kasur,kompor gas, setrika, baju layak pakai, perlengkapan sekolah, perlengkapan mandi, serta uang sebesar Rp.120 ribu per kepala keluarga.
    sumber :www.tangerangonline.com


    Read more...

    Tangerang Digoyang Gempa 3-4 MMI

    TANGERANG- Tangerang dan sekitarnya digoyang gempa yang berkisar antara 3-4 modified mercalli intensity (MMI), Rabu, (2/9). Gempa tersebut berpusat di pantai selatan dengan kekuatan 7,3 skala Richter.

    Kepala Sub Bidang Pelayanan Jasa Badan Meteorologi dan Geofisika, Ciputat, Abdul Qohir saat dihubungi Tangerangonline membenarkan adanya gempa tersebut. "Memang ada gempa di wilayah Tangerang dan kekuatannya hanya 3-4 MMI,"ujarnya.

    Qohir juga mengatakan kekuatan gempa 3-4 MMI itu hanya mampu menggoyang namun tidak merusak. "Kekuatan gempa 3-4 MMI itu hanya menggoyang bangunan saja, dan sejauh ini kami belum menerima informasi adanya kerusakan bangunan,"ujarnya lagi.

    Tidak hanya itu saja, Qohir juga mengaku potensi untuk terjadinya gempa susulan di wilayah Tangerang kemungkinan tidak ada lagi. Namun untuk wilayah Jakarta kemungkinan masih namun kekuatannya menurun sekitar 5 skala Richter.
    sumber :www.tangerangonline.com

    Read more...

    Bengkel Motor Mulai Dibanjiri Pemudik

    CIPUTAT- Jelang Idul Fitri, bengkel motor di wilayah Tangerang mulai dibanjiri oleh para pemudik.

    "Sampai saat ini terlihat banyak pengendara yang mulai melakukan persiapan diantaranya service ganti oli, kampas dan ganti ban," ujar Iwan salah seorang pengelola bengkel Krisis Utama Motor di Jl. Raya Ciater Marugan No.71-72 Ciputat, Rabu, (2/9).

    Iwan juga mengatakan dalam sehari bisa melakukan service motor sebanyak 40 motor. "Ada peningkatan dan akan lebih banyak lagi kemungkinan jika sudah mendekati Idul Fitri,"ujarnya.

    Sementara itu Deden (32) salah seorang pengguna motor mengatakan bahwa dirinya kerap menggunakan motor untuk mudik lebaran. "Kalau saya sih sudah tiga kali lebaran mudik pake motor," ujarnya.

    Mudik dengan kendaraan bermotor menurutnya masih efektif dan lebih murah ketimbang harus menggunakan jasa kereta api dan angkutan umum. "Lebih murah dan bisa jadi kendaraan buat silaturahmi keliling di kampung," pungkasnya.
    sumber :www.tangerangonline.com

    Read more...

    Soraya Abdulah Dikabarkan Dekat Dengan Keluarga Abu Jibril

    CIPUTAT- Nama Soraya Abdullah yang juga mantan artis sinetron dikabarkan memiliki hubungan dengan keluarga M. Jibril tersangka teroris yang kini mendekam di Markas Brimob Kelapa dua.

    "Saya pernah melihat abu jibril dengan Sorayah menaiki mobil kijang silver di daerah sini,"kata Hasbullah salah satu tetangga Soraya saat ditemui di rumahnya Graha Hijau Eksklusif Estate Jl. WR. Supratman TR 5 blok F12.

    Tidak hanya itu saja, Hasbullah juga mengaku sejak kenal dengan Abu, Soraya merubah penampilannya dengan menutup auratnya dengan busana cadar serba tertutup. Tidak hanya itu saja, Soraya juga menutup diri dan jarang bergaul dengan tetangga.

    Hal yang sama juga diungkapkan oleh salah seorang tetangganya yang biasa dipanggil dengan sebutan supir "Abah". Menurut Abah rumah itu memang telah kosong sekitar 3 atau 4 bulan yang lalu. "Rumah itu telah kosong sejak 4 bulan,"ujarnya.

    Sementara itu ketika tangerangonline.com menelusuri keberadaan wanita Ustadzah itu di kediamannya di Graha Hijau Eksklusif Estate Jl. WR. Supratman TR 5 blok F11 ternyata rumah itu sudah terlihat tampak lengah dan sepi.
    sumber : www.tangerangonline.com

    Read more...

    Followers

      ©Template by Dicas Blogger.