Thursday, 10 September 2009

Alamak... Perkosaan Bergilir Kembali Terjadi


KOTA TANGERANG- Perkosaan bergilir kembali terjadi. Baru saja terungkap kasus yang menimpa Roro (14), kasus serupa terjadi pada ZPS, siswi kelas I SMP Yupentek Cikokol, Kota Tangerang.

ZPS diperkosa secara bergilir oleh tiga pelajar SMA dan seorang pemuda pengangguran di lapangan bola Kedaung Wetan MD, Neglasari, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, Senin (7/9) malam sekitar pukul 19.30. Modusnya sama dengan yang dialami Roro, yakni dengan memaksa korban minum minuman keras.

Kasus ini baru terungkap ketika korban bersama orangtuanya melapor ke Kepolisian Resor Tangerang Kota, Rabu (9/9).

"Dua dari empat pelaku pemerkosaan langsung kami tangkap setelah mendapat laporan dari korban. Mereka adalah Angg dan Fjr," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Tangerang Kota Komisaris Budhi Herdi Susianto kepada wartawan, Rabu sore.

Dua dari empat pelaku pemerkosaan tersebut, yaitu Ang (17), pemuda pengangguran dan Fjr (17), siswa kelas III SMA di wilayah Teluknaga.

Sedangkan dua pelaku lainnya yang masih buron, kata Budhi, berinisil DS, siswa kelas III SMA Yupentek Cikokol Tangerang dan Ari, siswa kelas III SMA di Teluknaga, Kabupaten Tangerang.

"Petugas kami sempat mendatangi rumah ke dua tersangka itu, tetapi mereka belum pulang sekolah," papar Budhi.

Tak sadarkan diri

Dalam pengakuan korban ZPS kepada polisi, saat diperkosa secara bergiliran ia tidak sadarkan diri akibat dipaksa meminum minuman keras.

Kejadian berawal Senin siang, ketika ZPS dijemput Angg ke rumahnya yang berlokasi di Kampung Rawalingi, Kecamatan Teluknaga, Kampung Melayu, Kabupaten Tangerang. Ia dijemput Angg menggunakan sepeda motor.

Kepada korban, tersangka Angg mengaku ingin mengajak ke rental band di daerah Teluknaga bersama sejumlah rekannya untuk latihan menyanyi. Tanpa pikir panjang, ZPS menuruti ajakan tersebut dan bergegas keluar rumah tanpa pamit terlebih dahulu kepada orangtuanya, Ika Maria (38).

Sore hari, salah satu tersangka mengirim pesan singkat short message service (SMS) ke telepon seluler (ponsel) Ika. Isinya mengabarkan bahwa ZPS diajak pergi untuk berbuka puasa.

"Saya sempat protes kepada teman anak yang mengirim SMS tersebut, karena sudah pergi baru pamitan," kata Ika ketika mendampingi putrinya memberi laporan ke polisi.

Ika tidak bisa berbuat banyak dan hanya berpesan agar ZPS pulang paling lambat pukul 19.00. Namun, Angg yang juga tetangga ZPS tidak menepati janji tersebut.

Ika mulai was-was. Ia langsung mengabarkan kepada suaminya yang masih di Bogor kalau anak mereka belum juga pulang.Sambil menunggu suaminya pulang, Ika meminta Aris tetangganya untuk mencari ZPS. Namun tidak berhasil.

Keesokan harinya, Ika mendapat telepon dari Boring (15), teman korban yang memberitahukan kalau putrinya berada di rumahnya di Kampung Pangkalan, Kampung Melayu, Teluknaga. Kata Boring, ZPS diantar Angg dan kawan-kawannya ke rumahnya Senin malam.

Saat bertemu dengan orangtuanya, ZPS langsung berteriak histeris. Awalnya ZPS tidak menceritakan apa yang menimpa pada diri karena ada rasa takut.

Setelah sampai di rumah, ZPS baru menceritakan kepada tantenya atas perilaku empat teman-teman yang memperkosanya secara bergilir. Sebelumnya, ZPS dipaksa minum minuman keras.

Mendengar pengakuan itu, tanpa buang waktu melaporkan kembali ke Ika Maria dan menuruskan ke Polres Metropolitan Tangerang Kota.
sumber :megapolitan.kompas.com

0 komentar:

Post a Comment

Followers

  ©Template by Dicas Blogger.