700 Bus Mudik Lebaran Tolak Uji Kir
SERPONG- Sebanyak 700 sopir bis angkutan mudik Idulfitri 1430 Hijriah menolak mengikuti pengujian kendaraan bermotor (uji kir) yang digelar Dinas Perhubungan Kota Tangerang Selatan, Banten, karena alasan biaya uji kir terlalu mahal.
"Biaya sekali uji kir RP50 ribu, kita dianggap memberatkan 700 sopir bis angkutan Lebaran tersebut," kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Hartadi Wijaya di Tangerang, Selasa (1/9).
Dia mengungkapkan, karena biaya uji kir yang dinilai mahal tersebut menyebabkan banyak sopir angkutan Lebaran tidak ingin kendaraannya itu dites kelayakannya.
"Dengan penolakan dari ratusan sopir dipastikan di antara 700 bus terdapat sekitar 400 yang dinilai tidak laik jalan mudik Lebaran," kata Hartadi.
Ia mengatakan sewajarnya 700 bus angkutan Lebaran tersebut diuji kir terlebih dahulu untuk mengetahui apakah laik atau tidak laik digunakan sebagai angkutan Lebaran.
Hartadi mengatakan, selama dua hari ini Dishub Kota Tangsel telah melakukan sosialisasi kepada sejumlah sopir agar bus yang digunakan sebagai angkutan Lebaran wajib diuji kir.
Hartadi menambahkan, pihaknya juga telah menyediakan lokasi untuk melakukan uji kir terhadap ratusan bus yang wajib dites kelayakannya.
"Tetapi sampai dua hari uji kir yang kita gelar di Serpong Tangsel, hanya beberapa sopir angkutan Lebaran yang mau mengikuti anjuran," katanya.
Hartadi menegaskan, di Tangsel dan Kabupaten Tangerang angkutan mudik Lebaran yang beroperasi tahun ini diperkirakan mencapai 6.100 unit.
Dia menegaskan, dari 6.100 unit tersebut, dari bis AKDP ada 1.632 unit, bis AKAP 3.236 unit dan bis pariwisata dengan 1.232 buah dan menyiapkan 60 armada angkutan tambahan Lebaran.
sumber :www.mediaindonesia.com

Post a Comment