Wednesday, 7 October 2009

Sembilan Lokasi di Kota Tangerang Rawan Banjir


Guyuran hujan yang terjadi tiga hari terakhir di Tangerang dan sekitarnya membuat Pemerintah Kota Tangerang mempersiapkan diri menghadapi banjir. Satkorlak Penanggulangan Banjir Kota Tangerang sejak Senin (7/10) mulai diaktifkan lagi. Sebanyak 9 dari 18 titik hingga kini masih tetap rawan banjir.

"Salah satu yang sudah dilakukan adalah mengaktifkan kembali Satkorlak. Itu sudah dimulai Senin lalu," kata Sekretaris Daerah Kota Tangerang Harry Mulya Zein kepada Kompas, Rabu.

Satkorlak diaktifkan kembali, kata Harry, setelah mendapat instruksi dari Wali Kota Tangerang Wahidin Halim dalam rapat koordinasi pada Senin lalu.

"Satkorlak akan terus memantau ketinggian air di sungai-sungai, temasuk sungai dari aliran Sungai Pesanggrahan dan dari Bogor," kata Sekda Harry Mulya Zein. Hasil pemantauan itu, tambah Harry, kemudian diteruskan kepada para camat agar diumumkan kepada warganya.

Selain mengaktifkan Satkorlak, kata Harry, antisipasi yang sudah dan sedang dilakukan antara lain melakukan normalisasi sejumlah kali, di antaranya Kali Sabi, Kali Angke, dan Situ Bubulak.

"Pekerjaan normalisasi Situ Bubulak dan Sungai Cisadane sudah beberapa bulan terakhir berlangsung dan hingga kini pengerjaan proyeknya masih terus berjalan," ungkap Harry.

Antisipasi lainnya, kata Harry, adalah membersihkan dan memperbaiki drainase atau saluran air, terutama di jalan utama di seluruh wilayah kota Tangerang.

Sejauh pengamatan Kompas sampai Rabu, petugas terlihat membersihkan dan memperbaiki saluran di sejumlah titik di sepanjang jalan mulai dari Pinang, Cipondoh, hingga ke daerah perempatan Cikokol. Selain mengangkat tumpukan sampah dan lumpur dalam saluran, di sejumlah titik terlihat petugas sedang memperbaiki saluran yang sudah rusak.

Hingga kini sejumlah drainase, mulai dari Ciledug Indah hingga Kreo, masih buruk, penuh sampah, lumpur, dan rusak. Demikian juga drainase mulai dari Ciledug hingga Karang Tengah, masih banyak yang buruk.

Sembilan titik

Sekda berharap, daerah banjir akan terus berkurang. "Semua berharap tahun itu tidak ada daerah lain yang terendam banjir," ujar Harry.

Menurut Harry, daerah banjir dari tahun ke tahun terus berkurang. Tahun 2007, daerah yang banjir terdapat 23 sampai 25 titik. Jumlah daerah rawan banjir itu menurun pada tahun 2008 menjadi 18 titik. Pada awal tahun 2009, jumlah daerah banjir sebanyak 9 titik.

Kesembilan titik itu antara lain Komplek Perumahan Perdagangan di Karang Tengah, Benda, Ciledug Indah, Tajur, Periuk di Jatuwung, dan Pondok Arum.

Sementara itu, data dari Taruna Siaga Bencana (Tagana) menunjukkan bahwa tiga wilayah di Kota Tangerang Selatan rawan banjir. Sebanyak tiga wilayah tersebut adalah Pamulang, Ciputat, dan Paku Jaya.
sumber :megapolitan.kompas.com

Read more...

Thursday, 17 September 2009

Mantan Dewan Mudik Pake Mobil Dinas

KOTA- Sejumlah mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang periode 2004-2009 disinyalir menggunakan mobil dinas yang belum dikembalikan untuk pergi mudik.

“Kita akan layangkan teguran setelah lebaran, kami akan mendatangi dan menghubungi rumah masing-masing anggota dewan untuk meminta pengembalian mobil dinas yang hanya sebatas pinjam pakai selama ia menjabat sebagai anggota dewan, apalagi kini indikasinya mobil dinas tersebut akan dipergunakan mudik,” kata Kasubag Protokol Rumah Tangga DPRD kota Tangerang, Zuhri.

Diantara ke 45 mantan anggota dewan, hingga saat ini baru 4 orang yang mengembalikan kepada Pemkot diantaranya, Krisna Gunata, Bonnie M, Hasanudin BJ, Abas Sunarya, sedangkan ke 44 lainnya hingga saat ini belum mengembalikan asset milik pemkot tersebut, padahal masa jabatan mereka telah berakhir pada 31 agustus lalu.

Menurut Zuhri kesemuanya nanti wajib mengembalikan mobil tersebut tanpa pengecualian. Termasuk juga terhadap ke 11 anggota dewan yang kini menjabat lagi di DPRD kota Tangerang, dikarenakan mekanisme pemberian mobil dinas untuk anggota dewan periode ini masihh belum ditetapkan kebijakannya.
sumber :www.tangerangonline.com

Read more...

Rakor Lebaran, Walkot Tangsel Soroti Masalah Lalu Lintas dan Sampah

PAMULANG- Jelang lebaran, Walikota Tangerang Selatan, Shaleh MT menekankan masalah lalu lintas dan sampah.

"Saya minta instansi terkait untuk memperhatikan masalah lalu lintas dan kebersihan. Jangan sampai saya masuk koran lagi karena masalah kebersihan masih menjadi sorotan,"katanya saat Rapat Koordinasi (Rakor) di aula kantor Walikota Tangerang Selatan, Selasa, (15/9).

Dalam Rakor itu, dibahas sejauh mana persiapan lebaran. Dan hal ini dilakukan agar instansi terkait seperti Dinas Kesehatan, Dinas Kebersihan dan polsek di wilayah Tangerang Selatan nantinya bisa mengantisipasi masalah yang terjadi sebelum ataupun sesusah lebaran.

" Ini untuk antisipasi hal yang tidak diinginkan,"ujarnya.
sumber :www.tangerangonline.com

Read more...

Pemkot Tangerang Bakal Razia Pendatang Baru

KOTA – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang akan menggalakkan razia atau Operasi Yustisi usai lebaran. Operasi ini dilakukan untuk menekan peningkatan jumlah urban di Kota Tangerang.

“Kita akan lakukan operasi setelah lebaran, operasi ini akan dilakukan oleh Dinas kependudukan dan Catatan Sipil. Hal ini dilakukan sebagai upaya pendataan warga kota dan kewaspadaan terhadap keamanan masyarakat, jangan sampai ada dampak negative yang timbul dari proses urbanisasi,’ ujar Wakil Walikota Tangerang, Arief Wismansyah kepada Tangerangonline, Rabu, (16/9).

Arief juga mengharapkan bagi warga kota yang hendak pulang kampung untuk tidak membawa sanak saudaranya tanpa tujuan yang jelas kekota Tangerang, “ Ya saya harap bagi penduduk kota yang pulang kampung, janganlah membawa keluarga atau kerabatnya dari kampung sana apabila tidak memiliki skill dan kemampuan, kalo datang kesini untuk membuka lapangan kerja, ya boleh-boleh saja,” ucap Arief lagi.

Sementara itu, Kadis Inkom, Saeful Rohman mengatakan bahwa ada batasan waktu kunjungan bagi pendatang, yang masuk ke Kota Tangerang. Hal itu menurutnya sudah diatur dalam Peraturan Daerah (Perda)

“Dalam Perda Kependudukan diatur tegas tentang batas waktu pendatang untuk berkunjung, batas waktunya 2 minggu, lagi pula untuk mereka bisa berdomisili diTangerang mereka harus menyertakan surat pindah, jadi kalau dalam waktu dua minggu yang bersangkutan belum kembali ketempat asalnya, maka pemerintah setempat berhak melayangkan teguran,” tuturnya.

Berdasarkan catatan Tangerangonline pada arus balik tahun lalu, Disdukcapil melakukan program penjaminan terhadap pendatang. Dimana pendatang wajib menyetorkan sejumlah dana disertai jaminan tempat tinggal dan pekerjaan dari penduduk kota Tangerang, akan tetapi realisasinya dilapangan nihil.
sumber :www.tangerangonline.com

Read more...

Thursday, 10 September 2009

Polisi Sita 15.000 Petasan di Kota Tangerang

KOTA TANGERANG- Anggota Unit Reserse dan Kriminal (Reskrim) Kepolisian Sektor (Polsek) Cipondoh, Kota Tangerang, Provinsi Banten mengamankan 15.000 petasan dengan berbagai ukuran.

Kepala Unit Reskrim Polsek Cipondoh, Iptu Sugiyarna di Tangerang, Kamis, mengatakan pihaknya menyita petasan tersebut dari sejumlah toko hingga pedagang kelontongan.
"Biasanya mendekati Lebaran, penjual petasan akan marak hingga pedagang kelontongan pun menjajakan petasan," kata Sugiyarna.
Setiap bulan Ramadhan mendekati Lebaran, polisi secara rutin melakukan Operasi Ketupat untuk mengamankan situasi pada mulai awal bulan puasa hingga H+7 Lebaran.
Sejumlah anggota reksrim, buru sergap (buser) hingga patroli pun dikerahkan untuk mengintensifkan keamanan selama bulan Ramadhan hingga pascalebaran.
Anggota Polsek Cipondoh menyita ribuan petasan tersebut di wilayah Cipondoh, Cipete, serta di daerah belakang perumahan Banjar Wijaya.
Meski menyita barang dagangannya, namun petugas hanya meminta keterangan pedagangnya kemudian dilepaskan dan hanya dikenai wajib lapor saja, karena perkaranya termasuk kasus pidana ringan.
Sugiyarna menuturkan, pihaknya kesulitan untuk menghentikan penjualan petasan tersebut karena pasokan petasan di Cipondoh berasal dari luar daerah, seperti Parungpanjang (Kabupaten Bogor), Serpong dan Legok (Kabupaten Tangerang).
sumber :megapolitan.kompas.com

Read more...

Libur lebaran, PNS tak ada cuti terusan

KOTA TANGERANG - Pemerintah Kota Tangerang melarang pegawainya untuk mengambil cuti berkelanjutan setelah hari raya lebaran. Pelarangan tersebut dikeluarkan dalam surat edaran oleh sekretaris daerah (Sekda).

"Sekda mengeluarkan surat tentang jadwal jam kerja PNS di lingkungan Pemkot Tangerang. Salah satu isinya dijabarkan tentang tidak diperbolehkan mengambil cuti berkelanjutan setelah libur lebaran," ujar Kepala Bagian Humas Pemkot Tangerang, Ahsan Annahar kepada wartawan, Rabu (9/9).

Sebelumnya, Ahsan mengatakan PNS tidak mendapatkan THR untuk hari raya lebaran yang tinggal menghitung hari. Akan tetapi itu masih bisa terjadi perubahan apabila nantinya pemerintah pusat mengeluarkan kebijakan lain. "Kemungkinan masih ada tapi masih belum pasti," jelas Ahsan.

Pemkot Kota Tangerang akan memberi libur pegawainya pada 18 hingga 23 September 2009 sehari setelah lebaran. Apabila ada PNS yang melanggar ketentuan yang telah ditetapkan oleh Pemkot, akan mendapat pengawasan khusus dari Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP).

"Inspektorat yang mengawasinya. Aturan kedisiplinan yang dijadikan dasar, sehingga akan ada sanksi yang dijatuhkan mulai dari teguran, bahkan hingga pemecatan," tandas Ahsan.
sumber :www.harianterbit.com

Read more...

Pembangunan Jalan Situ Bulakan di Tangerang Rampung Desember 2009

KOTA TANGERANG— Pembangunan Jalan Situ Bulakan sepanjang 430 meter dengan lebar 7 meter yang menghubungkan warga permukiman di Kecamatan Priuk dengan Kota Tangerang ditargetkan selesai Desember 2009.

"Pembangunan jalan dengan konstruksi beton yang menghabiskan dana APBD 2009 sebesar Rp 1,5 miliar itu, saat ini proses pembangunannya sudah mencapai 95 persen," kata Wakil Wali Kota Tangerang H Arief R Wismansyah, Rabu (9/9), setelah mendapatkan laporan dari pelaksana proyek.

Wismansyah mengatakan hal ini ketika meninjau pekerjaan normalisasi Situ Bulakan oleh Departemen Pekerjaan Umum. Pengerjaan normalisasi situ saat ini dalam tahap pengerukan dan pengukuran ulang luas areal oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Tangerang dan tahap pengerukan oleh pelaksana proyek.

Laporan pelaksana proyek menyebutkan, proses pengerukan saat ini baru mencapai lima persen sehingga untuk mengejar target Desember 2009, pihak-pihak pelaksana menjanjikan menambah peralatan dan tenaga kerja pasca-Lebaran. Diharapkan saat memasuki musim penghujan, Situ Bulakan sudah bisa berfungsi sebagai daerah resapan secara optimal sehingga meminimalisasi dampak banjir yang sering terjadi.

Arief berpesan kepada pelaksana proyek agar mengambil data riil sesuai fakta, dan selanjutnya dipadukan dengan data luas area situ yang dimiliki Departemen PU. "Jika terjadi perbedaan data, Pemkot Tangerang akan memfasilitasi. Namun, pihak pengembang perumahan diminta berperan aktif pada saat pengukuran dilaksanakan. Kita harus konsekuen dengan kesepakatan di forum rapat dengan pelaksanaan di lapangan," tegas Wakil Wali Kota Tangerang.

Di sekitar areal Situ Bulakan terdapat tiga pengembang perumahan, yaitu pengembang Kartika Tejakusuma, Wisma Harapan, dan Grand Tomang. Saat pengukuran dilakukan, pengembang Kartika Tejakusuma tidak hadir tanpa alasan yang jelas. Arief meminta Camat Priuk agar menegur dan mencari tahu alasan ketidakhadiran pengembang tersebut.

Arief juga meminta pelaksana proyek normalisasi situ untuk menyediakan ruang publik di sepanjang Jalan Bulakan yang membelah Situ Bulakan itu, seperti melengkapi fasilitas bermain, jalur olah raga jogging, serta ruang terbuka hijau, sehingga nantinya ada keterpaduan antara pembangunan normalisasi danau dengan fasilitas publik.
sumber :megapolitan.kompas.com

Read more...

Alamak... Perkosaan Bergilir Kembali Terjadi


KOTA TANGERANG- Perkosaan bergilir kembali terjadi. Baru saja terungkap kasus yang menimpa Roro (14), kasus serupa terjadi pada ZPS, siswi kelas I SMP Yupentek Cikokol, Kota Tangerang.

ZPS diperkosa secara bergilir oleh tiga pelajar SMA dan seorang pemuda pengangguran di lapangan bola Kedaung Wetan MD, Neglasari, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, Senin (7/9) malam sekitar pukul 19.30. Modusnya sama dengan yang dialami Roro, yakni dengan memaksa korban minum minuman keras.

Kasus ini baru terungkap ketika korban bersama orangtuanya melapor ke Kepolisian Resor Tangerang Kota, Rabu (9/9).

"Dua dari empat pelaku pemerkosaan langsung kami tangkap setelah mendapat laporan dari korban. Mereka adalah Angg dan Fjr," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Tangerang Kota Komisaris Budhi Herdi Susianto kepada wartawan, Rabu sore.

Dua dari empat pelaku pemerkosaan tersebut, yaitu Ang (17), pemuda pengangguran dan Fjr (17), siswa kelas III SMA di wilayah Teluknaga.

Sedangkan dua pelaku lainnya yang masih buron, kata Budhi, berinisil DS, siswa kelas III SMA Yupentek Cikokol Tangerang dan Ari, siswa kelas III SMA di Teluknaga, Kabupaten Tangerang.

"Petugas kami sempat mendatangi rumah ke dua tersangka itu, tetapi mereka belum pulang sekolah," papar Budhi.

Tak sadarkan diri

Dalam pengakuan korban ZPS kepada polisi, saat diperkosa secara bergiliran ia tidak sadarkan diri akibat dipaksa meminum minuman keras.

Kejadian berawal Senin siang, ketika ZPS dijemput Angg ke rumahnya yang berlokasi di Kampung Rawalingi, Kecamatan Teluknaga, Kampung Melayu, Kabupaten Tangerang. Ia dijemput Angg menggunakan sepeda motor.

Kepada korban, tersangka Angg mengaku ingin mengajak ke rental band di daerah Teluknaga bersama sejumlah rekannya untuk latihan menyanyi. Tanpa pikir panjang, ZPS menuruti ajakan tersebut dan bergegas keluar rumah tanpa pamit terlebih dahulu kepada orangtuanya, Ika Maria (38).

Sore hari, salah satu tersangka mengirim pesan singkat short message service (SMS) ke telepon seluler (ponsel) Ika. Isinya mengabarkan bahwa ZPS diajak pergi untuk berbuka puasa.

"Saya sempat protes kepada teman anak yang mengirim SMS tersebut, karena sudah pergi baru pamitan," kata Ika ketika mendampingi putrinya memberi laporan ke polisi.

Ika tidak bisa berbuat banyak dan hanya berpesan agar ZPS pulang paling lambat pukul 19.00. Namun, Angg yang juga tetangga ZPS tidak menepati janji tersebut.

Ika mulai was-was. Ia langsung mengabarkan kepada suaminya yang masih di Bogor kalau anak mereka belum juga pulang.Sambil menunggu suaminya pulang, Ika meminta Aris tetangganya untuk mencari ZPS. Namun tidak berhasil.

Keesokan harinya, Ika mendapat telepon dari Boring (15), teman korban yang memberitahukan kalau putrinya berada di rumahnya di Kampung Pangkalan, Kampung Melayu, Teluknaga. Kata Boring, ZPS diantar Angg dan kawan-kawannya ke rumahnya Senin malam.

Saat bertemu dengan orangtuanya, ZPS langsung berteriak histeris. Awalnya ZPS tidak menceritakan apa yang menimpa pada diri karena ada rasa takut.

Setelah sampai di rumah, ZPS baru menceritakan kepada tantenya atas perilaku empat teman-teman yang memperkosanya secara bergilir. Sebelumnya, ZPS dipaksa minum minuman keras.

Mendengar pengakuan itu, tanpa buang waktu melaporkan kembali ke Ika Maria dan menuruskan ke Polres Metropolitan Tangerang Kota.
sumber :megapolitan.kompas.com

Read more...

Tuesday, 8 September 2009

Tangerang Siapkan Jalur Bus Kalideres-Poris Plawad

Tangerang- Transportasi massal bus akan segera dikelola Dinas Perhubungan Kota Tangerang dengan jarak tempuh 14 kilometer. Angkutan umum ini diharapkan mengurangi kemacetan lalu-lintas.

Kepala Badan Perencanaan Daerah Kota Tangerang Rahmat Hadis, Senin (7/9), mengatakan tahap awal jalur bus itu akan dikelola oleh unit pelaksana teknis daerah Dinas Perhubungan. "Selanjutnya kita persiapkan badan layanan umum atau bisa juga dikelola oleh pihak swasta," kata Rahmat.

Sejauh ini Pemerintah Kota Tangerang tengah menyiapkan jalur bus melingkar (loop) searah mulai dari jembatan Jalan Maulana Hasanudin, Cipondoh. Rutenya masih mengikuti koridor busway IV Kalideres-Harmoni.

Jalur itu dimulai dari Terminal Kalideres-Jalan Daan Mogot-Jalan Ampera atau jembatan Jalan Maulana Hasanudin-melintasi rel kereta api jurusan Tangerang-Jakarta, lurus ke arah Situ Cipondoh-mengikuti Jalan Sudirman-Jalan Benteng Betawi-Terminal Poris Plawad, dekat perumahan Taman Royal 3.

Masyarakat pengguna jalur itu mengaku bergembira dengan rencana itu. Hastanti, warga Taman Royal 3, mengatakan dia senang karena ada jalur bus yang lebih dekat ke rumahnya dari kantornya di Kalideres.

Pengamatan Tempo di Jalan Maulana Hasanudin, pelebaran sudah dilakukan. Saat ini sepanjang jalan itu warga merapikan rumah toko (ruko) dengan cara memundurkan bangunan.
sumber :www.tempointeraktif.com


Read more...

Monday, 7 September 2009

Kabupaten dan Kota di Banten Tolak Kebijakan Provinsi

SERANG- Forum Kepala Daerah Kabupaten dan Kota se-Provinsi Banten sepakat menolak kebijakan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah soal alokasi bantuan keuangan untuk kota dan kabupaten yang hanya Rp 5 miliar. Tahun sebelumnya bantuan mencapai Rp 15 miliar.

Ketua Forum Komunikasi Bupati dan Wali Kota se- Banten, Tubagus Aat Syafaat, mengatakan alasan penolakan kebijakan Pemprov Banten tersebut karena alokasi bantuan keuangan itu dinilai tidak didasari konsep dasar perimbangan keuangan yang memperkuat pemerintah daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

"Kami menyayangkan bantuan pemprov yang selalu berkurang, padahal keberhasilan yang dicapai kota dan kabupaten adalah keberhasilan provinsi juga," ujar Aat Syafaat yang juga Wali Kota Cilegon dalam siaran persnya, Ahad (6/8).

Pada anggaran 2008, kata Aat, Pemprov Banten memberikan uang kepada kabupaten/kota sebesar Rp 20 miliar , kemudian pada anggaran tahun 2009 dikurangi lagi menjadi Rp 15 miliar. "Dan sekarang untuk tahun 2010 malah dikasih hanya Rp 5 miliar, artinya apa ini?" katanya.

Hal senada diungkapkan Bupati Serang Taufik Nuriman. Menurutnya, alokasi bantuan anggaran sebesar Rp 5 miliar sangat tidak cukup untuk menjalankan program pembangunan atau kegiatan provinsi yang berlokasi di kabupaten/kota. "Kami meminta kepada Gubernur Banten untuk meninjau ulang kebijakan tersebut, karena tidak masuk akal," ujarnya.

Taufik menambahkan, hasil kesepakatan bupati/wali kota di Banten itu akan segera disampaikan ke DPRD Banten agar mereka meninjau kembali bantuan keuangan itu.

Jika Gubernur berkukuh dengan kebijakannya itu, kata Taufik, maka daerah tingkat dua akan memboikot dan menolak segala bentuk program atau anggaran dan kegiatan provinsi yang berlokasi di kabupaten/kota.

Dalam kesepakatan itu hampir seluruh kabupaten/kota turut mendukung penolakan kebijakan Gubernur, kecuali Kota Tangerang Selatan yang tidak menghadiri pertemuan yang digelar hari Sabtu malam (5/8) di Tangerang.

Sementara semua bupati dan wali kota sepakat, seperti Wali Kota Cilegon Aat Syafa'at, Bupati Tangerang Ismet Iskandar, Bupati Serang Taufik Nuriman, Bupati Pandeglang Dimyati Natakusumah, Wakil Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah, Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah, dan Sekretaris Kota Serang Sulhi Choir.

Read more...

Cincau Berformalin Ditemukan di BSD

SERPONG- Badan Pengawasan Obat-obatan dan Makanan (BPOM) Serang, Banten, menemukan peredaran makanan cincau hitam mengandung bahan pengawet formalin dalam operasi yang digelar di pasar modern Bumi Serpong Damai, Kota Tangerang Selatan. "Cincau hitam sebagai bahan makanan pencampur minuman es yang biasa kita minum terbukti menggunakan bahan pengawet mayat atau formalin, selain makanan tahu yang kita temukan," ungkap Kepala BPOM Serang, Heriyadi di Tangerang, Senin (7/9).

Dalam operasi ini juga ditemukan sejumlah makanan yang diduga mengandung bahan pengawet formalin. Beberapa makanan yang diambil sampelnya antara lain, mi kuning, ikan basah, ikan asin, udang basah, cincau hitam, tahu dan kerupuk. "Setelah kita teliti di lokasi menggunakan test kit boraks, hanya cincau dan makanan tahu yang positif mengandung formalin," ujarnya.

Heriyadi mengingatkan banyak pedagang yang menjual makanan cincau dan tahu berformalin selama Ramadan. "Hal ini bisa membahayakan konsumen yang mengonsumsi makanan tersebut karena mereka sebagai pembeli," ungkapnya. BPOM tak menyalahkan pedagang. Yang patut disalahkan adalah pabrik yang memproduksi makanan itu kemudian memasarkan bahan makanan tersebut kepada pedagang. "Kita minta kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) daerah setempat lebih ketat mematahkan penyaluran makanan formalin dari produsen kepada pedagang," katanya
sumber :www.metrotvnews.com

Read more...

Sunday, 6 September 2009

Puluhan TKI Dipulangkan dari Jordania

Tangerang- Lagi, puluhan tenaga kerja Indonesia yang bermasalah di Jordania dipulangkan. Mereka, Ahad (6/9) sore, tiba di Bandara Udara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

Kali ini ada 33 TKI yang dipulangkan. Kebanyakan perempuan. Selama di negeri orang, mereka rata-rata kesandung masalah izin kerja kadaluarsa, gaji tak dibayar, dan melarikan diri.

Nurjanah, TKI asal Jawa Timur, mengaku, senang bisa kembali ke Tanah Air. Dia dipulangkan karena tak pernah punya kartu tanda penduduk setempat.

Direktur Perlindungan WNI dan BHI Departemen Luar Negeri Teguh Wardoyo mengatakan, hari ini, ada 62 TKI yang dipulangkan dari Jordania. Mereka dibagi dalam dua tahap. Selain mereka, tambah Teguh, Deplu juga masih akan memulangkan 270 TKI lain dari Jordania.
sumber :www.metrotvnews.com


Read more...

Saturday, 5 September 2009

700 Bus Mudik Lebaran Tolak Uji Kir

SERPONG- Sebanyak 700 sopir bis angkutan mudik Idulfitri 1430 Hijriah menolak mengikuti pengujian kendaraan bermotor (uji kir) yang digelar Dinas Perhubungan Kota Tangerang Selatan, Banten, karena alasan biaya uji kir terlalu mahal.

"Biaya sekali uji kir RP50 ribu, kita dianggap memberatkan 700 sopir bis angkutan Lebaran tersebut," kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Hartadi Wijaya di Tangerang, Selasa (1/9).

Dia mengungkapkan, karena biaya uji kir yang dinilai mahal tersebut menyebabkan banyak sopir angkutan Lebaran tidak ingin kendaraannya itu dites kelayakannya.

"Dengan penolakan dari ratusan sopir dipastikan di antara 700 bus terdapat sekitar 400 yang dinilai tidak laik jalan mudik Lebaran," kata Hartadi.

Ia mengatakan sewajarnya 700 bus angkutan Lebaran tersebut diuji kir terlebih dahulu untuk mengetahui apakah laik atau tidak laik digunakan sebagai angkutan Lebaran.

Hartadi mengatakan, selama dua hari ini Dishub Kota Tangsel telah melakukan sosialisasi kepada sejumlah sopir agar bus yang digunakan sebagai angkutan Lebaran wajib diuji kir.

Hartadi menambahkan, pihaknya juga telah menyediakan lokasi untuk melakukan uji kir terhadap ratusan bus yang wajib dites kelayakannya.

"Tetapi sampai dua hari uji kir yang kita gelar di Serpong Tangsel, hanya beberapa sopir angkutan Lebaran yang mau mengikuti anjuran," katanya.

Hartadi menegaskan, di Tangsel dan Kabupaten Tangerang angkutan mudik Lebaran yang beroperasi tahun ini diperkirakan mencapai 6.100 unit.

Dia menegaskan, dari 6.100 unit tersebut, dari bis AKDP ada 1.632 unit, bis AKAP 3.236 unit dan bis pariwisata dengan 1.232 buah dan menyiapkan 60 armada angkutan tambahan Lebaran.
sumber :www.mediaindonesia.com

Read more...

Tangerang Selatan Bukan Daerah Pencetak Teroris

PAMULANG- Penjabat Walikota Tangerang Selatan (Tangsel) Banten M. Shaleh membantah daerahnya sebagai pencetak teroris bom Mega Kuningan, 17 Juli silam. "Jangan identikkan Tangsel sebagai sarang teroris, kami jamin Tangsel aman dari orang-orang yang disebut teroris," kata Shaleh di Tangerang, Sabtu (5/9).

Shaleh perlu menyampaikan bantahan menyusul penetapan Muhammad Jibril warga Bintaro, Tangsel, sebagai tersangka. Menurut dia, penangkapan Muhammad Jibril tak ada sangkut pautnya dengan letak geografis.

Bahkan, tambah Shaleh, Pemkot Tangsel mendukung apa yang dilakukan polisi. Muhamad Jibril pantas dibui bila memang terbukti sebagai penyandang dana peledakan bom Kuningan.

"Hasil penyelidikan polisi patut dicontoh, tapi ingat wilayah Tangsel bukanlah pencetak teroris," kata Shaleh.
sumber :www.metrotvnews.com

Read more...

Tangerang Patenkan Dua Kesenian Lokal

KOTA TANGERANG- Pemerintah Kota Tangerang, Banten, berupaya mendaftarkan hak paten terhadap dua kesenial lokal yakni Lenggang Marawis dan Bentang Cisadane.

Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkot Tangerang Harry Mulya Zein, Rabu (2/9), membenarkan pihaknya akan melakukan pendaftaran hak paten dua kesenian daerah ini ke instansi terkait. "Sebelum didaftarkan mendapatkan hak paten tentu dilakukan kajian ilmiah terhadap kesenian Bentang Cisadane dan Lenggang Marawis," katanya.

Dia mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan seminar menyangkut dua kesenian itu ,dengan mengundang beberapa pakar kesenian dan budayawan lokal, untuk mengetahui tentang keasliannya.

Bentang Cisadane merupakan tarian warga yang bermukim di sekitar Sungai Cisadane yang dilakukan penduduk sejak lama, namun hingga kini belum diketahui siapa penemunya. Sedangkan Lenggang Marawis adalah beberapa pemuda menyanyikan lagu rohani dengan diikuti gendang yang mayoritas digelar pada perayaan keagamaan atau perkawinan.

Marawis merupakan kolaborasi kesenian Timur Tengah dengan lokal dan memiliki unsur keagamaan yang kental. Hal ini tercermin dari berbagai lirik lagu yang dibawakan dominan pujian dan kecintaan kepada Tuhan.

Mulya Zein mengatakan, kesenian lokal tumbuh dan berkembang pesat di wilayah ini, tapi sejak lama telah subur tiga budaya yakni Sunda, Betawi, dan China.
sumber :www.mediaindonesia.com

Read more...

Kejari Tangerang Nilai Kadis Pendidikan Banten Tidak Koperatif

TANGERANG- Kejaksaan Negeri Tangerang menilai Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Banten, Eko Endang Koswara tidak bersikap kooperatif dalam memenuhi panggilan.

"Hari ini agendanya Kadis Pendidikan Banten kami undang untuk memberikan keterangan perihal penyimpangan dana (Pusat Kegiatan Belajar Mengajar) Kabupaten Tangerang tahun 2007,"ujar Kasi Pidsus, Kejaksaan Negeri Tangetang, RahmatHaryanto.

Namun demikian lanju Rahmat, Eko sudah 3 kali dipanggil, akan tetapi baru satu kali yang bersangkutan memenuhi panggilan.

Sementara itu saat dikonfirmasi melalui handphonenya, Eko mengatakan bahwa dirinya pada tahun 2007 belum menjabat sebagai Kadis Pendidikan Provinsi Banten. Dan pemanggilan itu menurutnya untuk memberikan keterangan.

"Jadi tolong diklarifikasi, atas pemberitaan di media atas pemanggilan saya oleh Kejari, kapasitas saya dipanggil hanya untuk memberikan keterangan, akan tetapi saya itu tidak tau apa-apa, karena pada tahun 2007 lalu, saya belum menjabat sebagai Kadis Pendidikan," pungkasnya.
sumber :www.tangerangonline.com

Read more...

Supermall Karawaci Beri Kejutan Jelang Lebaran

KARAWACI- Untuk memberi kepuasan dan meningkatkan pengunjung jelang Idul Fitri ini, Supermall Karawaci menggelar acara midnight sale dari tanggal 4-5 September 2009. Dalam midnight sale ini pengunjung akan mendapatkan kejutan berupa discount besar-besaran sampai 80 persen.

Midnight Sale yang digelar mulai pukul 21.00 hingga 24.00, bukan hanya memberikan discount hingga 80 persen akan tetapi juga memberikan hadiah langsung berupa uang belanja .

"Kita didukung oleh hampir seluruh toko yang ada di lingkungan. Kesemuanya memberikan discount menarik dan program-program yang pastinya akan menarik pengunjung," ujar General Manajer Operation Supernal Karawaci, Janny Wati kepada Tangerangonline, Jumat, (4/9).

Tidak hanya itu saja, Janny juga menjanjikan kejutan menarik bagi masyarakat yang belum mengikuti Midnight Sale kali ini dikarenakan belum mendapatkan Tunjangan Hari Raya (THR).

"Akan ada kejutan pada tanggal 18 dan 19 Oktober mendatang, tepat sebelum hari raya, discount yang kami berikan juga tidak kalah menariknya dari program midnight sale," ungkapnya lagi.

Pembukaan acara Midnight Sale yang di buka pada Jumat (4/8) hari ini mengundang artis ibukota salah satunya Afgan dan juga anak yatim piatu dari Kelapa Dua untuk berbuka puasa di salah satu resto The Buffet. Toko-toko yang ikut berperan serta dalam acara ini diantaranya, Planet Surf, Infinite, Debenhams, Matahari Dept Store, Hypermart, Gramedia, Elektronic City, KORZ, Time Zone dan ribuan toko lainnya.
sumber :

  • www.tangerangonline.com

  • Read more...

    Thursday, 3 September 2009

    Oknum Polisi Aniaya Dua Mahasiswa

    KOTA- Barozi (28) dan Ahmad Fahrudin (26) Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Tangerang (PBHIMATA) dianiaya oleh empat orang yang mengaku anggota kepolisian Polres Metro Tangerang. Akibatnya, kedua mahasiswa itu mengalami luka memar pada bagian wajah.

    Ketua Himata, Ahmad Kosasih membenarkan adanya insiden penganiayaan yang dilakukan terhadap anggotanya. Kosasih mengatakan bahwa pemukulan terjadi pada pagi dini hari di depan pasar Babakan, Tangerang City.

    "Kejadiannya tepat pukul 00.30 saat itu 2 orang rekan kami tengah membeli makanan untuk sahur, saat mereka mengendarai sepeda motor ada 3 motor tengah berkonvoi, saat disalip mereka tidak terima dan mengejar dua rekan saya itu lalu menghadiahinya dengan tinju kearah muka," ujar Kosasih.

    Sepuluh tinju dilayangkan kepada dua orang korban, hingga akhirnya memicu perhatian masyarakat sekitar yang hendak melerai, merasa terkepung salah seorang diantara mereka mengeluarkan sepucuk senjata dari kantongnya dan mengaku sebagai aparat.

    "Ngapain pada ngumpul disini, saya ini aparat jadi jangan macam-macam," ucap Kokasih menirukan ucapan pelaku penganiayaan.

    Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang, Kompol Budi Herdi, membenarkan bahwa memang ada laporan yang dilaporkan, dan kasus tersebut hingga saat ini masih dalam proses penyelidikan.

    "Kita masih selidiki dan kembangkan laporan yang bersangkutan, akan tetapi dalam BAP, pelapor tidak menyebut-nyebut bahwa pelaku adalah aparat," kata Budi dikantornya.
    sumber :www.tangerangonline.com

    Read more...

    Pejabat Terima Parcel Dipecat

    KOTA - Pemerintah Kota Tangerang mengaku akan memberikan sanksi tegas berupa pemecatan bagi pejabat yang menerima parcel atau bingkisan Lebaran.

    Menurut Kabag Humas dan Protokol, Ahsan Annahar bahwa berdasarkan kebijakan pemerintah pusat yang telah diberlakukan beberapa tahun terakhir ini, peredaran parcel dikalangan pejabat dicekal.

    "Ada larangan untuk memberikan parcel secara jabatan kepada pejabat lainnya, kalau ada yang melanggar maka akan diberikan sanksi. Lagi pula waktu mengucapkan sumpah jabatan hal tersebut sudah juga diucapkan," terang Ahsan.

    Sanksi yang akan diberikan Inspektorat kepada pejabat yang tetap membandel adalah teguran, penundaan kenaikan jabatan, bahkan pemecatan.

    "Yang mengawasi adalah Inspektorat(Bawasda) saksinya bervariasi, mulai dari ringan hingga paling berat yaitu pemecatan, pemecatan dilakukan apabila yang bersangkutan kedapat tangan dan tetap mengulangi kesalahan serupa berulang-ulang," terangnya lagi
    sumber :www.tangerangonline.com

    Read more...

    Pembangunan RSU Tangsel Masih Dikaji

    PAMULANG- Pemerintah Kota Tangerang Selatan masih melakukan pengkajian soal rencana pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang rencananya akan dilakukan di Pondok Cabe Udik, Pamulang.

    "Akan dibangun RSUD di Pondo Cabe, namun kita masih lakukan cek lokasi dan lainnya,"kata Sekda Kota Tangerang Selatan, Nanang Komara, Kamis, (3/9).

    Nanang juga mengatakan untuk pembangunan RSUD ini dibutuhkan kerjasama yang seenergi agar nantinya tidak ada kesimpangsiuran data anggaran. "Dana yang dibutuhkan besar sehingga perlu kerjasama

    Hal yang sama juga diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan, dr. Dadang. Menurutnya, pembangunan RSU itu rencananya akan dilakukan pada tahun 2010 dengan anggaran Rp 160 miliar. "Untuk fisik sekitar Rp 60 miliar dan untuk alat kesehatan Rp 100 miliar,"pungkasnya.
    sumber :www.tangerangonline.com


    Read more...

    Sumbangan Terakhir Untuk Korban Situ Gintung

    Ciputat- Setelah memperoleh sumbangan sebanyak 5 kali sejak 1 Agustus lalu, kini warga korban Situ Gintung akhirnya memperoleh bantuan logistik kembali dari masyarakat. Panitia pengelola dana sumbangan yang bekerjasama dengan rt/rw mendata setidaknya sebanyak 159 kepala keluarga yang berhak memperoleh bantuan tersebut, Kamis (03/09).

    Berdasarkan surat edaran yang diturunkan oleh Dinas Kependudukan, Ketenaga Kejaan dan Transmigrasi Pemerintah Kota Tangerang Selatan No.460/657/-dkc SSKT/2009 menerangkan bahwa syarat bagi warga korban Situ Gintung untuk memperoleh bantuan ialah dengan menunjukkan dan menyerahkan foto kopi KTP kepada pihak panitia dan rt/rw setempat.

    Purnomo, koordinator panitia sumbangan ketika ditemui di Jl. Kerta Mukti 1 membenarkan bahwa sumbangan ini merupakan bantuan terakhir bagi para korban Situ Gintung. “Kali ini yang menerima sumbangan itu adalah warga rt.04 rw.08 serta rt.01 sampai 03 yang berdomisili di rw 12,” tambahnya.

    Adapun Bantuan yang akan diberikan tersebut antara lain berupa kasur,kompor gas, setrika, baju layak pakai, perlengkapan sekolah, perlengkapan mandi, serta uang sebesar Rp.120 ribu per kepala keluarga.
    sumber :www.tangerangonline.com


    Read more...

    Tangerang Digoyang Gempa 3-4 MMI

    TANGERANG- Tangerang dan sekitarnya digoyang gempa yang berkisar antara 3-4 modified mercalli intensity (MMI), Rabu, (2/9). Gempa tersebut berpusat di pantai selatan dengan kekuatan 7,3 skala Richter.

    Kepala Sub Bidang Pelayanan Jasa Badan Meteorologi dan Geofisika, Ciputat, Abdul Qohir saat dihubungi Tangerangonline membenarkan adanya gempa tersebut. "Memang ada gempa di wilayah Tangerang dan kekuatannya hanya 3-4 MMI,"ujarnya.

    Qohir juga mengatakan kekuatan gempa 3-4 MMI itu hanya mampu menggoyang namun tidak merusak. "Kekuatan gempa 3-4 MMI itu hanya menggoyang bangunan saja, dan sejauh ini kami belum menerima informasi adanya kerusakan bangunan,"ujarnya lagi.

    Tidak hanya itu saja, Qohir juga mengaku potensi untuk terjadinya gempa susulan di wilayah Tangerang kemungkinan tidak ada lagi. Namun untuk wilayah Jakarta kemungkinan masih namun kekuatannya menurun sekitar 5 skala Richter.
    sumber :www.tangerangonline.com

    Read more...

    Bengkel Motor Mulai Dibanjiri Pemudik

    CIPUTAT- Jelang Idul Fitri, bengkel motor di wilayah Tangerang mulai dibanjiri oleh para pemudik.

    "Sampai saat ini terlihat banyak pengendara yang mulai melakukan persiapan diantaranya service ganti oli, kampas dan ganti ban," ujar Iwan salah seorang pengelola bengkel Krisis Utama Motor di Jl. Raya Ciater Marugan No.71-72 Ciputat, Rabu, (2/9).

    Iwan juga mengatakan dalam sehari bisa melakukan service motor sebanyak 40 motor. "Ada peningkatan dan akan lebih banyak lagi kemungkinan jika sudah mendekati Idul Fitri,"ujarnya.

    Sementara itu Deden (32) salah seorang pengguna motor mengatakan bahwa dirinya kerap menggunakan motor untuk mudik lebaran. "Kalau saya sih sudah tiga kali lebaran mudik pake motor," ujarnya.

    Mudik dengan kendaraan bermotor menurutnya masih efektif dan lebih murah ketimbang harus menggunakan jasa kereta api dan angkutan umum. "Lebih murah dan bisa jadi kendaraan buat silaturahmi keliling di kampung," pungkasnya.
    sumber :www.tangerangonline.com

    Read more...

    Soraya Abdulah Dikabarkan Dekat Dengan Keluarga Abu Jibril

    CIPUTAT- Nama Soraya Abdullah yang juga mantan artis sinetron dikabarkan memiliki hubungan dengan keluarga M. Jibril tersangka teroris yang kini mendekam di Markas Brimob Kelapa dua.

    "Saya pernah melihat abu jibril dengan Sorayah menaiki mobil kijang silver di daerah sini,"kata Hasbullah salah satu tetangga Soraya saat ditemui di rumahnya Graha Hijau Eksklusif Estate Jl. WR. Supratman TR 5 blok F12.

    Tidak hanya itu saja, Hasbullah juga mengaku sejak kenal dengan Abu, Soraya merubah penampilannya dengan menutup auratnya dengan busana cadar serba tertutup. Tidak hanya itu saja, Soraya juga menutup diri dan jarang bergaul dengan tetangga.

    Hal yang sama juga diungkapkan oleh salah seorang tetangganya yang biasa dipanggil dengan sebutan supir "Abah". Menurut Abah rumah itu memang telah kosong sekitar 3 atau 4 bulan yang lalu. "Rumah itu telah kosong sejak 4 bulan,"ujarnya.

    Sementara itu ketika tangerangonline.com menelusuri keberadaan wanita Ustadzah itu di kediamannya di Graha Hijau Eksklusif Estate Jl. WR. Supratman TR 5 blok F11 ternyata rumah itu sudah terlihat tampak lengah dan sepi.
    sumber : www.tangerangonline.com

    Read more...

    Sunday, 30 August 2009

    Mati Lampu Sejak Pagi, Sebagian Wilayah Tangerang Selatan Gelap Gulita

    PAMULANG- Sebagian wilayah Tangerang Selatan sejak pukul 10.00 WIB mengalami pemadaman listrik. Hingga pukul 22.00 WIB, wilayah tersebut masih gelap gulita.

    "Dari pukul 10.00 WIB, sampai sekarang belum menyala," kata salah seorang warga Legok, Tangerang, Fery, saat dihubungi detikcom, pukul 22.00 WIB, Jumat (28/8/2009).

    Berdasarkan pantauan Fery, hampir seluruh kawasan di Legok, Serpong-Tangerang, hingga ke Parung Panjang-Kabupaten Bogor, mengalami hal serupa. Kondisi jalan dan rumah penduduk hanya diterangi oleh cahaya lilin dan lampu minyak.

    Pihak PLN saat dihubungi Fery tidak mau merespons. Soal pemadaman listrik ini juga tidak ada pemberitahuan sebelumnya.

    "Nggak ada pemberitahuan. Pas saya coba telepon juga nggak ada yang ngangkat PLN-nya," kata karyawan swasta ini.
    sumber :www.detiknews.com

    Read more...

    Dinsos Kota Tangerang Minta BLK Bisa Dijadikan Pusat Rehabilitasi

    KOTA- Dinas sosial (Dinsos) Kota Tangerang berharap Balai Latihan Kerja (BLK) yang saat ini menjadi mess Persikota dapat dijadikan pusat rehabilitasi dan rumah singgah bagi pengemis dan anak jalanan.

    "Kita sudah ajukan kepada Pemkot Tangerang untuk meminta BLK menjadi rumah singgah dan pusat rehabilitasi, pada awalnya memang pembangunan tersebut dimaksudkan untuk tempat rehabilitasi tapi sempat mendapatkan penolakan dari masyarakat, sehingga dijadikan BLK,"kata Kepala Bidang Rehabilitasi Dinas Sosial Kota Tangerang, Agus R Wahyudin.

    Agus kembali mengatakan permintaan akan pengalihan fungsian itu karena masalah sosial tersebut sudah menjadi permasalahan bagi pemerintah Kota Tangerang.

    Sementara itu Wakil Walikota, Arief Wismansyah membenarkan bahwa memang sudah ada wacana tersebut, akan tetapi anggaran murni untuk tempat rehabilitasi ataupun rumah singgah baru akan dianggarkan pada 2010.

    "Untuk tahun ini belum bisa, kalau dimasukkan dalam ABT karena waktunya terlalu sempit, maka rencananya akan dianggarkan pada anggaran murni 2010. Nantinya tempat itu akan disinergikan dengan pusat pelatihan kerja," jelas Arief.

    Saat ini gedung BLK yang dulunya diisi pemain Persikota, kini tidak berpenghuni. 40 kamar di dua lantai yang dimiliki diperkirakan bisa menampung 160 orang.
    sumber :www.tangerangonline.com

    Read more...

    Perampok Toko Emas Kosambi Tewas Ditembak Polisi

    TANGERANG- Empat dari 6 perampok toko emas di Pesing, Jakarta Barat dan Kosambi, Teluk Naga, Tangerang, tewas ditembak oleh petugas dalam penyergapan yang dilakukan oleh Resmob Polres Metro Jakarta Barat.

    Keempat perampok yang tewas itu, bernama Busri (46), dikenal sebagai kapten aksi kejahatan, Purwanto (32), Sidik (34), dan Marjo alias Bejo (36). Sedangkan dua pelaku lainnya, Setiawan (30), dan Arifudin (32) ditangkap.

    Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari Humas Polda Metro Jaya, Jumat (28/7/2009), para pelaku kejahatan itu disergap di tempat terpisah, yakni Bintaro, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Kampung Melayu, Jakarta Timur dan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Petugas menyita barang bukti dua pucuk senjata api dari komplotan tersebut.

    Keempat mayat pelaku kini dibawa ke rumah sakit untuk otopsi. Sementara dua pelaku lainnya menjalani pemeriksaan lebih lanjut guna pengembangan kasus.

    Komplotan penjahat ini sedikitnya telah dua kali melakukan aksi merampok toko emas di Pesing, Jakarta Barat, dengan menggondol perhiasan emas seberat 1,5 Kg, saat umat Islam tengah menunaikan ibadah salat Jumat 21 Agustus lalu. Kemudian di satu toko emas di Kosambi, Teluk Naga, Tangerang, Rabu 26 Agustus lalu, kawanan penjahat ini meraup 6 Kg emas.

    Saat itu, sekitar pukul 13.30 WIB pelaku yang berjumlah 8 orang bersenjata api dan mengendarai empat sepeda motor melumpuhkan penjaga toko emas bernama Warja (50), lalu menggondol berbagai perhiasan yang dipajang di etalase selanjutnya kabur ke Jalan Raya Kosambi, Teluk Naga, Kabupaten Tangerang.
    sumber :www.tangerangonline.com

    Read more...

    Investasi TPST Ciangir Telan Rp 800 Miliar

    Kepala Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman Kabupaten Tangerang, Hery Heryanto mengatakan investasi pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Ciangir di Kecamatan Legok menelan investasi sekitar Rp 700 hingga Rp 800 miliar.

    Hery mengungkapkan hal tersebut saat penandatangan nota kesepahaman kerjasama (MoU) pemanfaatan lahan menjadi TPST Ciangir antara Bupati Tangerang Ismet Iskandar dan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo di Gedung Serba Guna (GSG) Pemkab Tagerang, Jumat (28/08/09).

    Kerjasama pemanfaatan lahan untuk pengolahan TPST Ciangir tersebut melibatkan Pemprov DKI Jakarta sebagai pihak pertama yang memiliki status kepemilikan lahan, sedangkan Pemkab Tangerang sebagai pihak kedua yang memiliki lokasi lahan. Hery menjelaskan investasi sebesar Rp700 miliar dipergunakan untuk pembangunan sarana dan infrastruktur yang mendukung teknologi pengolahan sampah di Ciangir.

    "Dari luas lahan yang dimiliki Ciangir sekitar 98 hektar, sedangkan 50 hektar di antaranya akan dibangun tempat pengolahan sampah dengan teknologi pemanfaatan gas (Aerobic Geyser) dan pupuk kompos (Anaerobic Composting),"kata Hery.

    Produktivitas pengolahan sampah dengan teknologi tersebut diperkirakan mampu mengolah sampah sebanyak 2.500 ton per hari, terdiri dari 1.500 ton dari DKI Jakarta dan 1.000 ton berasal dari Kabupaten Tangerang. Pemprov DKI memiliki kewajiban untuk membangun sarana dan infrastruktur di TPST Ciangir, sedangkan Pemkab Tangerang wajib mengatur tata ruang serta meneliti analisa dampak lingkungannya.

    Sementara itu, Bupati Tangerang Ismet Iskandar menuturkan sebenarnya Pemprov DKI Jakarta sudah memiliki status kepemilikan lahan seluas 98 hektar di Ciangir sejak tahun 1994. Wacana untuk pembangunan TPST sudah dimulai, namun masyarakat setempat menolaknya karena tidak ada jaminan kompensasi bagi warga sekitar.

    Ismet mengatakan masyarakat cemas pembangunan TPST Ciangir menjadi seperti Tempat Pembuangan Akhir di Bantargebang (Bekasi) atau Leuwi Gajah-Cimindi (Jawa Barat) yang kumuh. "Namun saya jamin TPST Ciangir justru ramah lingkungan karena menggunakan teknologi pengolahan sampah hingga tidak bersisa (zero waste)," ujar Ismet.

    Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo pun menuturkan pihaknya akan melakukan pemagaran dan menanam pohon untuk pengamanan di sekeliling TPST Ciangir. "Pola kerjasama pengolahan sampah seperti ini cukup efektif dan efisien karena anggarannya ditanggung bersama,"ujar Fauzi Bowo.
    sumber :www.tangerangonline.com

    Read more...

    Satpol PP Minta Restaurant Gunakan Penutup

    Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) Kota Tangerang memperingati sejumlah restaurant siap saji dan rumah makan yang ada di seputaran kota Tangerang, untuk menggunakan penghalang kaca transparant selama bulan puasa.

    "Kita sudah peringati restauran dan rumah makan untuk menggunakan hordeng atau sejenisnya bila beroperasi selama puasa, karena tidak mungkin kita menutup operasi mereka karena tidak ada dasar hukumnya,"kata Kasubdin Pol PP, Mulyanto kepada Tangerangonline.

    Peringatan yang dilayangkan kepada restauran serta rumah makan tersebut menurut Mulyanto berbarengan dengan penerbitan surat penutupan sementara tempat hiburan. Hal ini dilakukan guna mencagah tindakan anarkis dari masyarakat ataupun Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang tidak berkenan dengan tetap beroperasinya rumah makan dan restauran yang dianggap mengganggu jalannya ibadah puasa umat muslim.

    "Kita khawatirkan bila ada rumah makan dan restaurant yang buka secara terang-terangan tanpa ada batasan dapat menimbulkan anarkis dari beberapa kalangan. Ya anggaplah ini sebuah pencegahan dini,"katanya lagi.
    sumber :www.tangerangonline.com

    Read more...

    Stadion Benteng Bakal Jadi Mess Atlet

    Dinas Pemuda Olah Raga dan Pariwisata (Dispora) Kota Tangerang rencananya akan menyulap Stadion Benteng menjadi tempat mess atlet.

    "Ada dua opsi yang kita rencanakan dengan pembangunan mess atau wisma atlit, yang pertama di Balai Latihan Kerja (BLK) atau di stadion benteng. Hal ini sudah kita ajukan kepada pihak Pemkot, hanya saja masih dalam kajian, lagi pula stadion tersebut juga belum diserahkan dari Pemkab ke Pemkot Tangerang," ujar Kepala Dispora, Tabrani.

    Dengan perencanaan pembangunan mess atlit, Tabrani berharap ada peningkatan terhadap seluruh cabang oleh raga dikota Tangerang, dimana pemerintah memfasilitasi ruang bagi para atlit untuk bermukim dan berdiskusi. Selain mess atlit, Dispora dan Pemkot juga merencanakan pembuatan convention hall dalam satu lokal.

    "Jadi bukan hanya mess atlit yang akan dibangun disana, tapi juga convention hall, sehingga semua aktivitas atlit terpusat dalam satu lokal," ucapnya lagi.

    Sementara itu menanggapi pertanyaan wartawan mengenai status pendanaan terhadap persikota, Tabrani belum berani terang-terangan berkomentar akan megucurkan dana bagi tim sepak bola yang berjuluk bayi ajaib ini setelah adanya aturan permendagri. Akan tetapi Tabrani meyakinkan bahwa tim kuning biru ini akan tetap mengikuti musim kompetisi depan, karena telah masuk divisi utama.
    sumber :www.tangerangonline.com

    Read more...

    Tangerang dan Banten Aman Dari Badai El Nino

    Masyarakat Provinsi Banten khususnya Tangerang tampaknya bisa berlega hati. Pasalnya musim kemarau yang bakal lebih panjang akibat badai El Nino tidak akan berdampak serius bagi warga Tangerang dan Banten.

    Kepala Stasiun Badan Meteorologi dan Klimatologi Geofisika (BMKG) Pondok Betung, Kota Tangerang Selatan, Urif Haryoko mengatakan, udara panas terparah hanya terjadi di wilayah pantai Barat Sumatera, Jawa dan Selatan.

    "Untuk wilayah Indonesia bagian barat curah hujan masih cukup tinggi," kata Urif Haryoko kepada TangerangOnline via telpon, Jumat (28/08/09).

    Urif Haryoko menyatakan untuk wilayah Tangerang dan Banten dampak musim panas yang disebabkan badai El Nino tidak terlalu berdampak dan tidak seperti yang dikhawatirkan banyak pihak, khususnya petani.

    "Curah hujan di wilayah Tangerang dan Banten masih terhitung 1 hingga 2 des harian atau 1 hingga 20 harian (20 kali). Jadi terhitung masih normal,"jelas Urif.

    Dengan demikian, warga Tangerang dan Banten tak perlu risau akan kekeringan. Begitu juga para petani di wilayah Pantai Utara Tangerang, mereka masih bisa melakukan panen seperti biasanya, tegas Urif Haryoko.
    sumber :www.tangerangonline.com

    Read more...

    Friday, 28 August 2009

    Ratusan Hektare Lahan Pertanian di Tangerang selatan Berubah Fungsi

    Ratusan hektare lahan pertanian di Kota Tangerang Selatan, telah berubah fungsi menjadi perumahan elit, kata Kabid Bina Usaha Dinas Pertanian dan Peternakan setempat

    "Sekitar 80 persen dari luas lahan pertanian di Tangerang Selatan telah hilang. Hanya sedikit saja petani yang bisa bertahan menanam di sawah dan sayur-sayuran," kata Mispan di Tangerang Selatan, Banten, Selasa (25/8).

    Ia mengatakan, banyaknya lahan pertanian di Tangerang Selatan yang hilang dikarenakan maraknya pembangunan perumahan elit yang dilakukan sejumlah pengembang besar yang tersebar di tujuh kecamatan.

    Kini, lanjut Mispan, dari 1.282 petani yang tergabung dalam 89 kelompok tani yang lahan pertaniannya tergerus pembangunan perumahan sebagian di antaranya harus menjadi petani penggarap.

    "Sebagian besar tanah petani itu sudah dimiliki pengusaha perumahan, padahal pada tahun 1987 hasil pertanian di Tangsel sangat berkembang dengan lahan pertanian yang luas dikelola petani itu sendiri," ujarnya.

    Bahkan, tambah Mispan, dari ribuan petani yang kehilangan lahan pertanian, terpaksa menjadi tukang ojek, penjual sayur atau pedagang minyak tanah karena tidak memiliki pekerjaan tetap.

    "Ini salah satu cara petani kita untuk bertahan hidup, karena mereka sudah tidak punya lahan untuk bertani," ujarnya.

    Mispan mengaku, karena tidak bertahan dengan kondisi tersebut akhirnya ribuan petani padi, palawija, sayur-sayuran mencoba menjadi petani tanaman hias.
    sumber : www.mediaindonesia.com

    Read more...

    Kapolsek: Pelaku Perampokan Pemain Lama

    Kapolsek Teluknaga AKP M Amar membantah para pelaku permapokan toko emas Liung di Kosambi Timur adalah jaringan terorisme yang tengah menggalang dana.

    Menurut Amar, pelaku adalah pemain lama yang kerap beroperasi diwilayah Jabodetabek. Sebelumnya, telah terjadi aksi perampokan serupa di wilayah Pesing dan Angke, Jakarta Barat. Pihaknya kini tengah melakukan penyelidikan intensif terkait aksi perampokan tersebut.

    "Pelaku pemain lama. Kita sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisan Resor Jakarta Barat, Metro Tangerang Kabupaten dan Kota Tangerang," tegas Amar.

    Sementara itu menurut saksi mata lain, Liauw, para pelaku terlihat berada di seberang jalan toko emas Liung beberapa jam sebelum kejadian. Mereka seperti tengah mengamati sasarannya sebelum bertindak. "Pelaku sebelumnya terlihat di seberang jalan. Kita tidak menduga karena tampilan mereka kayak sales,"kata Liauw, pemilik toko bahan ternak persis di samping toko emas Liung yang menjadi korban perampokan.
    sumber : www.tangerangonline.com

    Read more...

    BSD Luncurkan Cluster Western Cosmo, The Icon

    PT Bumi Serpong Damai (BSD) Tbk kembali meluncurkan cluster perumahan baru. Setelah sebelumnya meluncurkan cluster Simplicity, kali ini perusahaan yang masuk kedalam Sinar Mas Grup tersebut meluncurkan cluster Western Cosmo, The Icon.

    Marketing dan Business Development Senior Director Pt BSD Tbk Teky Mailoa mengatakan, cluster Western Cosmo, The Icon ditawarkan terbatas, hanya 400 unit rumah. Dengan desain konsep arsitektur modern stylish, cluster ini menawarkan fasilitas theme park seluas 4.000 meter persegi, dilengkapi childern playground dan boulevard ROW 16.

    Cluster ini dikembangkan diatas lahan seluas 8,3 hektar dengan tiga tipe rumah, yaitu tipe 37, 55, dan 88 dengan harga perdana mulai Rp 300 jutaan per unitnya,” kata Teky, Minggu (2/8).

    Teky menjelaskan, The Icon merupakan sebuah kawasan hunian yang diperuntukan bagi masyarakat urban. Hunian yang berlokasi di bagian barat BSD tersebut dikembangkan untuk merangkul segala segmen. Dibangun diatas tanah seluas 74 hektar, The Icon mempresentasikan kebutuhan dan semangat kaum urban yang serba praktis, cepat, simpel, dan modern.

    Cerminan dari The Icon, Soul of Urbanite,” katanya singkat. (cdl)
    sumber : www.tangerangonline.com

    Read more...

    Thursday, 27 August 2009

    Rampok Berpistol Gasak 6 Kg Emas

    Rampok berpistol menggasak sedikitnya 6 kg emas dan uang tunai Rp 200 juta dari sebuah toko emas Liung milik Ankim di Kosambi Tumur, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, Rabu (26/08/09).

    Menurut keterangan Nasan, saksi mata di lokasi kejadian, para perampok datang sekitar pukul 02.30 dengan menggunakan 4 buah sepeda motor. Mereka diperkirakan berjumlah 7 sampai 8 orang.

    Para pelaku umumnya berperawakan tinggi sedang dan kurus serta berkulit putih. Tak terlihat seperti penjahat umumnya. Usia mereka masih tampak muda. Penampilanpun lebih seperti salesman penjual barang dengan seragam hitam-hitam.

    "Saat turun dari motor, mereka langsung ngeluarin pistol dan langsung ngancam orang-orang disekitar untuk diam dan masuk ke dalam toko masing-masing," kata Nasan.

    Saat itu, di dalam toko emas hanya terdapat pemilik toko, Ankim dan salah satu pegawainya.

    Dua pelaku masuk dan menodongkan pistolnya ke arah Ankim agar diam dan menyuruhnya duduk. Pelaku lain langsung mengosongkan etalase kaca penuh emas dan uang ratusan juta dalam brankas.

    "Denger suara tembakan sebelum mereka kabur,"kata Nasan, pegawai toko sebelah.
    sumber : www.tangerangonline.com

    Read more...

    Tuesday, 25 August 2009

    Hampir Seluruh Tangerang Selatan Endemi Demam Berdarah

    Kepala Dinas Kesehatan Tangerang Selatan Dadang mengatakan enam dari tujuh kecamatan di Kota Tangerang Selatan saat ini mengalami endemi demam berdarah dengue (DBD).

    Enam kecamatan itu adalah Ciputat, Ciputat Timur, Serpong, Serpong Utara, Pamulang, Pondok Aren. "Hanya Kecamatan Setu yang tidak," kata Dadang di Serpong, Selasa (7/7).

    Dadang mengatakan faktor kepadatan penduduk dan pola hidup masyarakat yang menjadi penyumbang utama penyakit yang disebabkan sengatan nyamuk aides aiegepty itu.

    Sementara itu, kasus demam berdarah di Tangerang Selatan sepanjang tahun 2009 ini menyebabkan tujuh orang meninggal dari 925 orang penderita.

    "DBD menjadi penyakit pembunuh yang lebih berbahaya daripada flu babi," ujar Penjabat Wali Kota Tangerang Selatan Shaleh M.T. di tempat yang sama.

    Menurut Shaleh, penanganan demam berdarah di Tangerang Selatan akan dilakukan dengan cara pengasapan secara serentak dan kebersihan lingkungan yang melibatkan sekolah-sekolah, puskesmas, kelurahan, hingga seluruh rumah sakit swasta yang ada di Tangerang Selatan.

    Menurut Dadang, meski ada tujuh korban meninggal karena demam berdarah, hal itu belum membuat Tangerang Selatan berstatus kejadian luar biasa.
    sumber : www.kaskus.us

    Read more...

    Tangerang Selatan di Sinyalir Jadi Sarang Teroris

    Disinyalir jadi sarang teroris untuk wilayah Banten dan sekitarnya, rumah kontrakan di Tangerang perlu dicurigai.

    Pemilik rumah kontrakan yang tersebar di tujuh kecamatan Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Banten diimbau untuk lebih mewaspadai orang asing yang dicurigai sebagai teroris yang mengontrak rumah anda.

    "Dalam beberapa kasus, para teroris ini sering menempati rumah kontrakan, karena kalau orang tersebut mencurigai perlu diwaspadai oleh pemilik rumah kontrakan," kata Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Tangsel Nurdin Marzuki di Tangerang, Kamis.

    Ia menambahkan, pemilik rumah kontrakan diminta lebih jeli menerima si pengontrak seperti meminta identitasnya, karena bisa jadi orang asing yang diduga teroris menjadi buruan aparat kepolisian.

    "Tidak hanya pemilik rumah kontrakan, Ketua RT/RW harus melakukan pengecekan KTP dari orang asing yang menempati rumah kontrakan, ini dimaksudnya agar tidak terjadi hal-hal yang diinginkan," pungkasnya.(Afz/An)
    sumber : www.berita8.com

    Read more...

    Tangerang Selatan Segera Punya RSUD

    Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, menyiapkan dana Rp 100 miliar untuk pembangunan rumah sakit umum daerah (RSUD). "Tahun ini kami sudah merencanakan pembangunan RSUD.Pada tahun 2010 akan dilakukan secepatnya pembangunan RSUD," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel, Dadang S Epit, di Tangerang, Selasa.

    Rumah sakit yang dibangun, kata Dadang, tipe C dan pembangunan dilakukan dalam jangka waktu dua tahun. Ia menjelaskan, ada dua lokasi pembangunan RSUD, yakni di Kecamatan Setu dan Kecamatan Ciputat.

    "Tetapi ada persoalan, membangun RSUD harus ada persetujuan dari warga sekitar yang memang lokasinya berdekatan dengan rumah warga," kata Dadang. Jika rencana itu ditentang warga Kecamatan Setu, lokasi akan dialihkan ke Serua, Ciputat.

    Dana sebesar Rp 100 miliar itu, katanya, untuk membangun fisik RSUD (sebesar Rp 70 miliar) dan untuk membeli beberapa peralatan (sebesar Rp 30 miliar). "Dana Rp 100 miliar tersebut lebih utama digunakan membangun UGD, ruang rawat inap, ruang rawat jalan," kata Dadang.

    Dinas Kesehatan Kota Tangsel sebenarnya mengalokasikan dana sebesar Rp 150 miliar. "Namun, Rp 50 miliar akan digunakan untuk membangun 25 puskesmas di Tangsel," katanya.
    sumber : megapolitan.kompas.com

    Read more...

    Ada Yang Berambisi Bentuk PDP Fiktif di Tangerang Selatan, Imam dan Bey Pasang Badan


    Ciputat, (PDP). Kelompok Taufik GS yang merupakan cs-an Roy Janis yang sudah dipecat dari PDP ternyata masih saja mengatasnamakan PDP. Kegiatan ilegal mereka jelas tidak bisa ditolerir. Bahkan belakangan ini Taufik cs gencar melakukan pertemuan yang berencana akan membentuk kepengurusan baru di Kota Tangerang Selatan.

    Drs. Imam Sutrisno, Sekretaris PLH PKK PDP Tangsel mengatakan, Taufik memang sudah kebablasan. Padahal sudah dipecat sebagai PLH PKP Banten, malah masih saja berambisi membentuk PDP fiktif di Kota Tangerang Selatan.

    Kegiatan ilegal Taufik GS yang berkerjasama dengan beberapa pengurus PKK Tangerang seperti Martineli dan Purwo Tasumu jelas tidak akan berarti apa-apa. Sebab, keberadaan mereka sudah ditolak oleh seluruh pengurus PDP dari berbagai tingkatan.

    “Mereka itu sudah dipecat dan merasa benar. Masalahnya apa mau mengikuti pengurus ilegal? Yang terpenting sekarang kami tetap membangun kepengurusan. Apalagi ada dua kursi DPRD untuk PDP di Tangsel ini ,”kata Ketua PLH PKK PDP Tangsel Bei K Iskandar yang juga terpilih sebagai anggota DPRD ini.

    Bei dan Imam merupakan kader PDP yang militan. Hingga saat ini mereka tetap konsisten dan komitmen terhadap PDP yang berada di Jalan Sisingamangaraja No 21 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan di bawah Koordinator PKN PDP Ir. H. Laksamana Suakrdi. PKK PDP Tangerang Selatan sejak beberapa waktu lalu sudah terbentuk. Kini, mereka yang sudah dipecat berambisi ingin membentuk PDP piktif di Tangsel.
    sumber : www.pdp.or.id

    Read more...

    Rano Karno Siap Calonkan Diri Jadi Bupati Tangerang Selatan


    Belakangan ini terdengar desas-desus kalau Rano Karno kalau dia ikut bersaing dengan Deddy Mizwar, Tengku Firmansyah dan Dik Doank untuk menjadi Bupati Tangerang Selatan. Menanggapi hal ini Rano yang ditemui di Hotel Grand Kemang, Jakarta Selatan Jumat (10/7), tidak langsung mengiyakan kabar ini.

    Kalau masyarakat Tangerang Selatan menghendaki, silahkan. Jujur, suara terbesar bagi saya dari Tangerang Selatan hampir 70%,” jelasnya diplomatis.
    Rano sedikit menjelaskan alasannya di balik keengganannya menjawab secara langsung pertanyaan itu,”Saya takut kalau saya bilang tidak, tidak mudah kalau masuk Tangerang Selatan Tapi saya ga mau mengiyakan dulu lah, ini khan daerah pemekaran baru. Ada hal-hal yang harus di selesaikan.”

    Tetapi di balik keraguannya itu dia menyimpan keoptimisan untuk ikut bersaing,”Iya biar rame semuanya. Ya rame-rame karena di Tangerang Selatan juga ada Mat Solar. Tapi kembali lagi, kalau di pemerintahan ini bukan main main. Tapi sangat mudah karena kita sudah terbiasa dengan peraturan yang ketat jadi tinggal jalanin aja.”

    Dia juga mengaku siap menang atau kalah,”Di politik kalah menang sudah terbiasa, di kalangan artis sudah dididik bersaing tapi secara sehat.”
    sumber : www.kapanlagi.com

    Read more...

    RUU Tangerang Selatan Dibahas September

    Rancangan Undang-Undang (RUU) Kota Tangerang Selatan akan dibahas DPR awal September mendatang.

    Anggota Komisi II DPR Jazuli Juwaini mengatakan,sebenarnya pembahasan RUU Kota Tangerang Selatan ini diharapkan dapat dilakukan berbarengan dengan 12 usulan daerah pemekaran kloter pertama pada Juni lalu. Namun, saat itu Kota Tangerang Selatan belum dikunjungi Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah (DPOD).

    ”Meskipun sebenarnya Kota Tangerang selatan paling siap, bahkan saya yakin sebelum pemilu sudah bisa terwujud,” ucap Jazuli kemarin. Asisten Daerah I Pemkab Tangerang Mas Iman Kusnandar juga optimistis Kota Tangerang Selatan ini akan disahkan sebelum pelaksanaan Pemilu 2009. ”Kita lihat saja, yang pasti kita selalu optimistis,”kata Mas Iman. Pemkab Tangerang sendiri saat ini telah mengalokasikan anggaran untuk Kota Tangerang Selatan dalam APBD 2008.

    Pelaksanaan Pilkada Kota Tangerang Selatan sebesar Rp9,7 miliar. Saat ini sejumlah aset milik Pemkab Tangerang telah siap diserahkan, antara lain kantor Kecamatan Ciputat yang akan dijadikan kantor penjabat wali kota,sekda,asda 1,dan asda 2. Kantor Kecamatan Pamulang untuk kantor Bapeda dan inspektorat, Kantor Dinas Perhubungan di Kecamatan Setu dijadikan gedung DPRD Kota Tangerang Selatan.
    sumber : www.legalitas.org

    Read more...

    Tangerang Selatan Targetkan Zakat Terkumpul Rp.4 Milyar


    Badan Zakat Daerah (Bazda), Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, menargetkan pengumpulan dana zakat selama bulan suci Ramadan 1430 Hijriah senilai Rp4 milliar.

    "Target sumber zakat Rp4 milliar umumnya berasal dari instansi pemerintahan, bank, sejumlah perusahaan, pusat pendidikan, pengembang perumahan, dan masyarakat," ujar Ketua Bazda Kota Tangsel, KH Idris Elby, di Tangerang,Sabtu (22/8).

    Ia menjelaskan sumber dana tersebut bersumber dari pihak-pihak yang berada di tujuh kecamatan yang ada di Tangsel, karena Tangsel merupakan wilayah dengan pertumbuhan ekononomi yang baik. "Sumber zakat di kota Tangsel tidak hanya satu atau dua pintu saja, namun lebih dari itu," ucap Idris.

    Ia mencontohkan, sumber dana zakat seperti Kecamatan Setu ditargetkan perolehan zakat sebesar Rp432 juta. Sumber zakat datang dari sekolah dan perusahaan serta warga setempat. Berdasarkan SK Nomor 45.12/kep 76. huk. org/2009 tentang Zakat Fitrah dan Alokasi Dananya, setiap warga membayar zakat sebesar Rp16 ribu per jiwa.
    sumber : www.mediaindonesia.com

    Read more...

    Monday, 24 August 2009

    Patung Maulana Hasanudin Rp2,5 Miliar di Pamulang

    Pemkot Tangerang Selatan mendirikan patung Maulana Hasanudin senilai Rp2,5 miliar dibundaran jalan raya Pamulang.

    Patung pahlawan di Provinsi Banten tersebut dibangun sebagai pertanda, bahwa wilayah itu kini merupakan bagian yang tak terpisahkan dari icon Banten, atau sebagai icon dari Kota Tangerang Selatan yang memisahkan diri dari Kabupaten Tangerang sejak 29 Oktober 2008 lalu.

    “Patung Maulana Hasanudin setinggi 7 meter itu, kami dirikan di bundaran Pamulang yang rencananya akan dikelilingi juga dengan air air mancur seperti di bundaran Hotel Indonesia,” kata Penjabat Wali Kota Tangerang Selatan HM Shaleh MT, hari ini kepada TANGERANGNEWS.

    Adapun dana yang dibutuhkan untuk pembuatan patung yang bahan bakunya tersebut dari tembaga itu menghabisakan biaya sebesar Rp2,5 miliar. Ditanya dari manakah dana tersebut, Shaleh menjelaskan, dana itu berasal dari bantuan pihak ketiga (CV Intan) yang menginginkan pembangunan di Kota Tangsel yang baru berdiri pada akhir tahun 2008 lalu cepat berjalan. “Meskipun Kota Tangerang Selatan ini belum mempunyai APBD, namun sudah ada pihak ketiga yang membantu untuk mendirikan patung itu menjadi icon di Kota ini,” ujarnya.

    Sang arsitektur yang akan melaksanakan pembuatan patung tersebut, lanjut Shaleh MT, didatangkan dari Yogyakarta. “Dengan arsitentuk Nasional ini, mudah-mudahan pembangunan patung Sultan Hasanuddin tersebut sudah bisa diselesaikan pada akhir tahun 2009 nanti,” ujarnya. (Derby Amanda Luthfiny)
    http://ciputatbisnis.com/news.php?id=146

    Read more...

    KPU Akan Desak Pemkot Tangsel Lantik Sekretariat

    Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Banten akan mendesak Pemkot Tangerang selatan (Tangsel) untuk melantik sekertariat KPU guna mempersiapakan Pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2010 mendatang.

    Hal tersebut diungkapkan Ketua KPU Provinsi Banten, Hambali kepada Tangerangonline hari ini. "Kita akan minta Pemkot untuk segera melantik sekertariat KPU. Karena agenda paling dekat KPU Tangsel nantinya adalah mempersiapkan Pilkada, yang waktunya tidak dapat dikebut dalam waktu singkat," harap Hambali.

    Rencananya, KPU Provinsi akan mulai mempersiapkan berdirinya KPUD Tangsel usai pilpres ini. "Ya kita belum bisa tentukan apakah setelah pleno ataukah setelah pelantikan presiden. Yang pasti agenda utama kita nanti usai pleno adalah masalah anggota KPUD non aktif, masalah Krisna Gunata dan pembentukan KPU Tangsel," ujarnya lagi.

    Perekrutan anggota KPUD Tangsel nantinya akan juga melalui proses seleksi sesuai dengan ketentuan yang ada. Menurut Hambali yang nantinya akan berkompeten menjadi anggota KPUD Tangsel adalah orang yang memiliki domisili di Tangsel. (dini) http://ciputatbisnis.com/news.php?id=148

    Read more...

    Catatan Budi Usman Tentang Pemkot Tangsel bersikeras memungut retribusi perizinan

    PERNYATAAN Bupati Tangerang Ismet Iskandar bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) belum waktunya memungut sendiri retribusi perizinan tidak digubris Penjabat Walikota Tangsel M Shaleh MT. Ia bahkan menyatakan, Pemkot Tangsel akan memungut sendiri retribusi perizinan dengan memfungsikan Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) Tangsel mulai Agustus 2009.

    Walikota pun mengancam akan menindak masyarakat yang masih mengurus perizinan di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang. Untuk melakukan penindakan, Pemkot Tangsel masih menggunakan peraturan daerah (perda) produk Pemkab Tangerang yang diberlakukan di daerah itu.

    Sikap Penjabat Walikota (Pemkot) Tangsel itu oleh Bupati Tangerang Ismet Iskandar dinilai melampaui wewenang. Pasalnya, daerah otonomi baru itu belum memiliki perda dan DPRD, karena masih menginduk ke Kabupaten Tangerang.

    Menurut Shaleh dalam sosialisasi perizinan dengan para pengusaha Tangsel di Serpong, Rabu (5/8), mulai Agustus ini Pemkot Tangsel sudah melayani perizinan. “Kita di wilayah Tangerang Selatan, jadi mengurus izinnya harus di lembaga yang sudah ada di sini,” ujar Shaleh.

    Dalam waktu dekat, lanjut dia, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangsel akan melakukan penyisiran dan pendataan ulang terhadap berbagai perizinan. Penertiban itu, sambung Shaleh, mengacu pada perda Kabupaten Tangerang yang masih digunakan di Tangsel. “Warga yang menyalahi perizinan akan ditindak,“ ancam Shaleh.

    Dengan dibukanya pelayanan perizinan di Pemkot Tangsel, Shaleh berharap pribadi atau badan usaha di Tangsel mengurus perizinannya di lembaga yang telah ada. “Ini untuk mengejar target pendapatan dalam lima bulan terakhir sebesar Rp35 miliar,” kata Shaleh seraya menambahkan, angka itu sudah masuk dalam APBD Kota Tangsel yang akan disalurkan untuk berbagai pembiyaan pembangunan.

    Terkait belum diakuinya pengelolaan perizinan oleh Pemkab Tangerang sebagai daerah induk, Shaleh menyerahkannya kepada Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah. Shaleh juga menyatakan, BPPT Kota Tangsel sudah memiliki kelengkapan, sehingga masyarakat tidak perlu kahwatir untuk mengurus perizinan.

    Pernyataan senada diungkapkan Asisten II Kota Tangsel Ayi Ruhiyat yang mengatakan, pungutan retribusi itu tidak melawan hukum manapun. Dalam klausul Pasal 19 Undang-Undang (UU) No 51/2008 tentang Pembentukan Kota Tangsel menyebutkan adanya peluang kewenangan itu. Sebab itu, kata dia, penerbitan Peraturan Walikota (Perwali) Tangsel No 40/2009 sudah tepat.

    “Apalagi, penerbitan Perwali itu sudah melalui pendalaman pakar hukum pemerintahan. Konsultasi dengan pemerintahan pusat dan provinsi juga memberi peluang itu. Artinya tidak perlu dipersoalkan masalah hukumnya, ini sudah final dan tinggal pelaksanaannya saja,” kata Ayi.

    Sementara itu Kepala BPPT Kota Tangsel Mursan Sobar menyatakan, harga atau tarif perizinan masih merujuk perda Kabupaten Tangerang. Pada tahap awal hanya 20 jenis perizinan yang dikelola BP2T Tangsel, antara lain izin reklame, gudang, industri, dan mendirikan bangunan karena sumber daya manusia dan fasilitas penunjangnya masih terbatas.

    Menyikapi masalah itu, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Tangerang Herry Rumawatine kepada Berita Kota mengatakan, pihaknya tidak ada masalah. “Kemana pun kami harus mengurus perizinan tidak masalah, yang penting ada kejelasan,“ ujar Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang ini. ** http://www.facebook.com/note.php?note_id=118570476107

    Read more...

    Apeknas Tangerang Selatan Terbentuk

    Pembentukan asosiasi ini telah mendapatkan restu dari Dewan Pengurus (DP) Provinsi Apeknas Banten melalui surat keputusan (SK) nomor 003/KPTS-DPP-APEKNAS-BANTEN/VIII/2009 tentang susunan dan komposisi personalia Apeknas Kota Tangsel masa bakti 2009-2014.


    Dalam surat yang ditandatangi Ketua Umum DP Provinsi Apeknas Banten, Moh Dais MM dan sekretarisnya, Rial Muganegara itu ditetapkan di Serang pada 14 Agustus lalu.
    Ketua DP Apeknas Kota Tangsel, Duano Azier yang didampingi Wakil Ketua I, Fendi C SE dan Sekretaris, Moch. Soleh MA menyebutkan, pelantikan kepengurusan organisasi yang dipimpinnya akan dilaksanakan pada 27 Agustus nanti.

    “SK yang kami terima ini, juga telah kami sampaikan kepada walikota, Gapensi dan Kadin Kota Tangsel. Kami berharap, Apeknas bisa berprestasi seperti asosiasi lainnya yang ada di Banten dan Tangsel,” kata Duano.

    Duano menambahkan, pihaknya berkomitmen untuk memberikan kontribusi yang baik bagi Tangsel. “Dalam pengurusan kami, terdiri dari professional muda, pengusaha REI dan pengusahan pengadaan,” tegasnya.(kin)(Tangerang Tribun senin,24-8-2009)

    Read more...

    Target 4 Bulan Rp 35 Miliar

    Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menargetkan meraup pendapatan Rp 35 miliar dari sektor perizinan. Target ini harus tercapai dalam kurun waktu empat bulan, terhitung sejak 1 Agustus lalu atau sejak pertamakali proses perizinan dikelola Pemkot Tangsel.


    Penjabat Walikota, HM Shaleh MT menyatakan target Rp35 miliar tersebut harus dapat dicapai oleh Badan Pelayanan dan Perizinan Terpadu (BP2T) dengan strategi melaksanakan proses pelayanan perizinan dengan cepat, mudah, dan tepat kepada para investor dan pengembang.

    “Selama 4 bulan mendatang, proses pelayanan perizinan ini harus dilaksanakan secara maksimal untuk menggenjot peningkatan pendapatan daerah yang sangat dibutuhkan untuk stabilisasi keuangan daerah,” ungkap Shaleh di kantornya, kemarin.

    Anggaran hibah dari Pemkab Tangerang dan Pemprov Banten, sambung Shaleh, dengan besaran masing-masing Rp 15 miliar tidak akan menutupi keuangan daerah yang sedang menyusun struktur pemerintahan terbaik.

    “Mudah-mudahan, pemasukan yang didapat dari BP2T ini dapat berguna bagi masyarakat banyak. Dan itu semua bisa dilakukan dengan kinerja terbaik yang ditunjukkan oleh pejabat yang mengembannya,” papar Shaleh.

    Maka dari itu, Shaleh melanjutkan, seluruh pihak yang ada di BP2T harus bisa menjamin bahwa proses pengambilan izin ini benar-benar tepat guna dan dapat menghasilkan sistem pelayanan yang berbeda dari satuan kerja (satker) lainnya.
    “Perizinan harus disesuaikan, namun jangan sampai menghabiskan waktu yang lama. Dalam satu pengurusan izin, harus ada interval waktu yang pasti,” tukas ayah tiga anak itu.

    Maksud perbedaan BP2T dengan satker lainnya yaitu pejabat BP2T harus mampu memilih staf yang benar-benar memiliki kemampuan memberikan pelayanan terbaik tersebut. “Terutama kemampuan bekerja dengan cepat dan tepat. Selain itu, berpenampilan menarik dan selalu menebar senyuman juga penting dilakukan,” imbuhnya.

    Kepala Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BP2T) Kota Tangsel, Mursan Sobari mengatakan, pihaknya akan berusaha semampu mungkin untuk dapat mencapai target tersebut. Untuk itu, lanjutnya, dirinya bersama jajarannya akan membuat program dan melakukan inventarisir sektor usaha dan pengembang yang belum memiliki izin ataupun yang sudah habis masa berlaku izinnya. “Sedangkan yang masih berlaku perizinannya tetap akan dilaksanakan oleh Kabupaten selaku induk,” ucapnya.(aen:http://www.tangerangtribun.com)

    Read more...

    Lagi, 6 Truk Sampah Ditarik Paksa

    Pemkab Tangerang kembali menarik enam unit truk sampah yang dioperasikan di Pemkot Tangerang Selatan. Penarikan truk secara paksa itu dilakukan Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman (DKPP) didampingi petugas Satpol PP Kabupaten Tangerang.


    Kedatangan petugas satpol PP untuk menarik truk-truk tersebut cukup mendadak sehingga mengejutkan para pegawai di SKPD di Komplek Wintanaharja, Pamulang.
    Tamsil, salah satu anggota satpol PP Kabupaten Tangerang mengatakan penarikan truk sampah itu berdasarkan surat Nomor 800/83-Dis-KPP serta surat perintah No300/540/-SPP terkait penarikan asset bergerak DKPP Kabupaten Tangerang yang beroperasional di Kota Tangsel.

    “Kami tidak akan melakukan penarikan secara paksa tanpa berdasarkan surat perintah, baik dari atasan maupun dari dinas terkait,” ujarnya di sela sela penarikan.
    Ia mengungkapkan, sebelum mendatangi
    kantor DKPP Kota Tangsel, pihaknya mengambil satu unit truk yang sedang dicuci di Pasar Serpong, 4 unit di Kantor DKPP dan satu unit di Pasar Ciputat. Total kendaraan yang ditarik sebanyak 6 unit.

    “Kami juga tidak sembarangan mengambil karena kami disertai oleh dinas terkait yang diberikan kuasa penuh untuk mengambil asset bergerak tersebut,” ungkapnya.
    Kepala Seksi Pengumpulan dan Pengangkutan Sampah DKPP Kabupaten Tangerang, Akas menyatakan, pengambilan truk ini karena akan dilakukan inventarisasi data dan perbaikan armada yang rusak. “Kami rasa hal ini wajar untuk dilakukan karena truk-truk tersebut merupakan asset Kabupaten Tangerang,” tukasnya.

    Mengenai pengambilan secara paksa dan terkesan arogan, dia menegaskan, pihaknya telah memberitahukan sebelumnya kepada DKPP Kota Tangsel untuk menyerahkan secepatnya truk tersebut. Tetapi karena penyerahan lamban, pihaknya terpaksa mendatangi dan mengambilnya secara langsung.
    Kepala DKPP Kota Tangsel, Didi Supriyadi Wijaya sangat terkejut dengan kedatangan DKPP dan Satpol PP Kabupaten Tangerang yang langsung mengambil empat truk yang tengah diparkir. “Terkesan kami ini seperti maling yang diserbu begitu saja,” ketusnya.

    Ia mengakui jika truk sampah itu milik Pemkab Tangerang. Namun, kendaraan itu dibeli saat Tangsel belum dimekarkan. "Kota Tangsel juga memberikan kontribusi dana melalui APBD saat itu," tandasnya.
    Sebelumnya, Pemkab Tangerang juga telah menarik 32 unit truk sampah dari Tangsel.

    Penjabat Walikota HM Shaleh MT menyesalkan penarikan truk sampah tersebut. Menurutnya langkah yang dilakukan kabupaten induk tidak tidak melalui prosedur karena dipaksakan dengan keputusan sepihak tanpa melakukan koordinasi terlebih dahulu.

    Sumber : aen (http://tangerangtribun.com/detail_berita.php?id=2520)

    Read more...

    Kerjasama Pendidikan dengan Australia

    Pemkot Tangerang Selatan (Tangsel) menjalin kerjasama dengan pemerintah Australia dalam bidang pendidikan. Kerjasama itu dalam rangka Sister School Relationship program di Weeroona College Bendigo, Victoria, Australia.


    Menurut Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Tangsel, Dadang Sofyan, pihaknya diundang oleh pemerintah Australia dalam rangka Sister School Relationship Program pada 5-12 Agustus di Weeroona College Bendigo, Victoria, Australia.
    “Dari Kota Tangsel, saya, Kepala Sekolah SMAN 2 Ciputat dan Guru bahasa Inggris SMAN 2 Ciputat yang akan menghadiri undangan kerjasama sekolah tersebut,” ujarnya kepada koran ini di ruang kerjanya, kemarin.

    Dia mengungkapkan, dalam memenuhi undangan tersebut akan membawa profil Sekolah Rintisan Bertaraf Internasional (SRBI) yang ada di Kota Tangsel, antara lain tingkat Sekolah Dasar (SD) 4 sekolah, tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) 6 sekolah dan tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) 6 sekolah.(aen;http://www.tangerangtribun.com)

    Read more...

    Saturday, 15 August 2009

    BPK Periksa Pejabat Tangsel Soal Dana Bantuan Situ Gintung

    Ciputat-Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Pusat melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak yang diduga melakukan penyelewengan dana bantuan bagi korban bencana Situ Gintung, Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Pemeriksaan dilakukan sekitar lima jam.
    Berdasarkan pengamatan, petugas BPK melakukan Pemeriksaan BPK dilakukan terhadap pejabat BPKAD dan pengurus STIE Achmad Dahlan Jakarta serta Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ). Tidak hanya itu saja, petugas juga melakukan pengumpulan berkas dan menyita satu kantong plastik berwarna merah berukuran besar .Sayangnya dalam pemeriksaan tersebut sejumlah wartawan tidak diperbolehkan mengambil gambar. Dan audit penyelewengan dana bantuan dilakukan secara tertutup oleh BPK.
    Salah seorang petugas BPK Pusat, Siswo mengaku sedang melakukan audit dana Situ Gintung. Sayangnya, ia enggan menjelaskan lebih jauh soal pemeriksaan tersebut. "Kita melakukan audit dana bantuan Situ Gintung karena ada beberapa persoalan, tetapi kita tidak bisa memberikan keterangan lebih jauh, sebaiknya Anda minta keterangan ke humas BPK Pusat saja,"ujarnya, Rabu, (12/8).
    Sementara itu Kepala Bidang Akutansi BPKAD Kota Tangsel Ahmad Gani usai dimintai keterangan petugas BPK menjelaskan, audit yang dilakukan BPK untuk mengetahui penyaluran dana bantuan yang diberikan pemerintah pusat, Pemprov Banten, Pemkab Tangerang dan para donatur kepada Pemkot Tangsel. Dan dalam pemeriksaan itu, ia dicecar pertanyaan soal sisa penyaluran dana bantuan, jalur penyaluran bantuan pasca bencana dan meminta menyerahkan berkas penyaluran bantuan.
    "Dalam keterangan dana bantuan korban Situ Gintung sebesar RP6,7 milliar dan kita juga memberikan surat pertanggung jawaban (SPJ) kepada BPK. Tidak ada penyelewengan dana bantuan untuk korban bencana Situ Gintung," jelas Ahmad.

    Read more...

    Permintaan Gas 3 Kg Melonjak

    Jelang Ramadhan permintaan masyarakat akan elpiji ukuran 3 kg melonjak dibandingkan dengan elpiji 12 kg yang direncanakan akan mengalami kenaikan harga.

    "Gas elpiji ukuran 3 kg permintaannya lebih tinggi dibandingkan ukuran 12 kg,"kata Yanti salah satu petugas agen elpiji dari PT Dinamika Sentra Prima, Yanti yang terletak di Jalan Merdeka, Serua, Ciputat Kota Tangerang Selatan.
    Bahkan dirinya mengaku tidak mengalami kekurangan pasokan gas elpiji ukuran 3 kg itu saat sub agen memintanya. "Sebenarnya masyarakat lebih meminati gas 3 kg dan jelang ramdhan ini permintaan meningkat,"katanya kembali.
    Sayangnya Yanti enggan menjelaskan lebih rinci jumlah permintaan pasokan tersebut. Sebaliknya ia hanya membandingkan jika permintaan gas 12 kg bisa mencapai 1.000 tabung per hari, ia mengaku maka permintaan gas 3 kg diatas permintaan gas 12 kg. " Yang pasti permintaan 3 kg meningkat dan sejauh ini kami masih bisa memenuhinya,"pungkasnya.

    Read more...

    Pegawai Honorer Situ Gintung Mau Diangkat Jadi PNS

    Kabar gembira bagi korban bencana jebolnya Situ Gintung, Cirendue, Ciputat Timur, Tangerang Selatan. Pemerintah daerah berencana mengangkat pegawai honorer yang menjadi korban bencana menjadi pegawai negeri sipil (PNS).
    Kepastian itu disampaikan Pejabat Walikota Tangerang Selatan HM Saleh dihadapan sejumlah pejabat ketika berbicara di Ekspose SKPD Kota Tangsel di mall WTC, Serpong. Menurut pejabat yang juga kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pemerintah Propinsi Banten itu, Pemkot Tangsel akan melakukan pendataan terhadap pegawai honorer yang menjadi korban bencana jebolnya Situ Gintung. Pegangkatan menjadi PNS, setelah pegawai honorer itu dilakukan pendataan bahwa betul menjadi korban bencana."Saya meminta kepada dinas terkait untuk melakukan pendataan terhadap pegawai honorer yang menjadi korban Situ Gintung. Kemudian mereka akan diangkat menjadi PNS,"ungkap Saleh.
    Kepala Dinas Badan Kepegawaian Daerah (BKP) Tangsel Toto Sudarto menyatakan, usai mendapatkan perintah tersebut, dalam waktu dekat ini pihaknya akan melakukan pendataan khusus pegawai honorer dan guru-guru honorer yang juga menjadi korban robohnya tanggul tersebut."Sesuai perintah Walikota, secepatnya kita akan mengecek data pegawai honorer korban bencana. Tentunya setelah itu, mereka akan diangkat secepatnya menjadi PNS," jelas Toto.

    Read more...

    Tangsel Terancam Jadi Lautan Sampah

    Pamulang-Penarikan 40 truk sampah yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang akan menjadi permasalahan besar bagi wilayah Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Diperirakan kota baru itu akan menjadi lautan sampah.
    "Pasti akan terjadi lautan sampah dan ini bisa menimbulkan gangguan kesehatan,"kata Kepala Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pemakaman, Kota Tangerang Selatan, Didi Supriadi saat ditemui di ruang kerjanya.
    Didi sangat menyayangkan sikap Pemkab Tangerang soal ditariknya truk sampah itu yang dilakukan di jalan. Padahal secara logika, truk sampah itu dibeli lewat dana APBD sehingga warga Tangsel masih memiliki hak terlebih belum ada penyerahan aset. "Yang jelas kami sedang memikirkan solusinya. Dan kami minta warga Tangsel untuk tetap tenang akan masalah ini,"katanya.

    Read more...

    Aset Tangsel Rp 1 Triliun Minta Diserahkan

    TANGSEL--Cek-cok soal aset kian panas, Pemkot Tangerang Selatan kembali meminta kepada Pemkab Tangerang agar secepatnya menyerahkan aset bergerak maupun tidak bergerak yang nilainya mencapai Rp 1 trilyun.
    "Surat ke dua sudah dikirim ke Pemkab, agar mekanisme penyerahan aset dapat secepatnya terlaksana dan kita berharap tidak akan lama lagi aset diterima," ungkap Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Aset Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Tangsel, Uus Kusnadi.
    Diakui Uus, pihaknya telah mengutus sedikitnya 17 personil dari tim aset Pemkot Tangsel untuk melakukan koordinasi dan mediasi bersama tim aset Pemkab Tangerang, pekan depan."Pertemuan itu menanyakan besaran aset yang telah dilayangkan via media oleh pemerintah induk apakah benar aset Kota Tangsel sebesar Rp. 1 Triliun," papar Uus.
    Kendati demikian, sambung Uus berapa nilai jumlah aset di Kota Tangsel belum dapat diprediksi secara pasti, apakah lebih dari Rp. 1 Triliun atau kurang dari nilai tersebut. Karena, diketahui Pemkab Tangerang yang selama ini memiliki data hitungan nominal jumlah aset milik Tangsel."Aset Rp. 1 Triliun aset milik Tangsel harus kita miliki," akunya.
    Kepala Bidang Aset DPKAD Kota Tangerang Selatan, Sumo Harjo menyatakan jumlah aset Tangsel tergantung dari metode penghitungan."Kalau dipaparkan secara gamlang itu tidaklah etis, lebih baik kita menunggu penyerahan dari Kabupaten induk saja dulu. Itukan lebih kongkrit berapa nilai dari aset yang akan diserahkan," jelasnya.

    Read more...

    FK Kotas : Pelantikan Pjs Walkot Tangsel Sesuai Konstitusi

    SERPONG-Ketua Umum Forum Komunikasi Komunitas Tangerang Selatan Ayi Ruhiyat menegaskan pelantikan HM Shaleh sebagai Pjs Walikota Tangerang Selatan melalui proses konstitusi.
    "Alhamdulillah proses konstitusi sudah berjalan dengan aman dan lancar,"ujarnya melalui pesan singkatnya.
    Namun demikian pelantikan tersebut juga memberikan tugas tersendiri bagi semua elemen masyarakat Kota Tangerang Selatan untuk mengawal dan ikut mengapresiasikan keputusan pemerintah yang sudah menetapkan Kota Tangerang Selatan dan melantik Pjs Kota Tangsel.
    Tidak hanya itu saja, masyarakat dan elemen masyarakat juga harus berperan aktif dan ikut mengawasi agar Pjs Walikota beserta jajarannya bisa melaksanakan tugas dan kewajibannya sesuai yang diatur dalam UU 51 tahun 2008.
    "Ini keputusan yang terbaik dan masyarakat patut mendukungnya,"imbuhnya.

    Read more...

    FK Kotas Dilamar Parpol

    SERPONG- Ketua umum Forum Komunikasi Komunitas Tangerang Selatan, Ayi Ruhiyat mengaku sudah didatangi partai politik besar agar maju memimpin Kota Tangerang Selatan.
    "Sudah ada partai besar dan kecil yang datang dan minta saya maju menjadi pemimpin Kota Tangerang Selatan,"ujarnya kepada wartawan.
    Sayangnya, Ayi enggan menyebutkan nama partai besar yang sudah melamarnya untuk maju dalam pertarungan memimpin Koa Tangerang Selatan. Bahkan Ayi juga enggan menyikapi masalah lamaran partai besar itu dengan dengan alasan masih melihat perkembangan politik di wilayah Kota Tangerang Selatan yang baru terbentuk.
    Kendati demikian Ayi mengaku akan maju jika benar-benar diusung oleh masyarakat dan komunitasnya. "Sejauh ini saya masih liat perkembangan Kota Tangerang Selatan,"elaknya.
    Seperti diketahui sejumlah nama sudah dimunculkan untuk bertarung menjadi pemimpin Walikota Tangerang Tangerang Selatan. Salah satunya adalah Harry Mulya Zein yang sekarang ini menjabat sebagai Seketaris Daerah Kota Tangerang.

    Read more...

    16.429 Warga Tangerang Selatan Pengangguran

    PAMULANG- Sebanyak 16.429 warga di Kota Tangerang Selatan merupakan pengangguran. Diperkirakan angka pengangguran di kota baru itu akan mengalami kenaikan seiring dengan adanya jumlah lulusan baru.
    Kepala Bidang Ketenagakerjaan Dinas Kependudukan Pencatatan Sipil Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kota Tangsel, Apih Ruhiyat mengatakan, data itu didasarkan pada catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tangerang 2008. Dimana dari 16.429 orang pengangguran di Tangsel terdiri dari yang tidak tamat SD sebanyak 16 orang, lulusan SD 280 orang, SLTP 3.143 orang, SLTA 9.690 orang, D1-D2 508 orang, D3 782 orang dan sarjana 2.010 orang.
    "Angka pengangguran ini akan mengalami kenaikkan seiring dengan adanya jumlah lulusan baru yang tidak dibekali keterampilan,"katanya.
    Tidak hanya itu saja, adanya persaingan pencari kerja dengan warga pendatang juga turut mempengaruhi tingginya angka pengangguran terlebih informasi soal pekerjaan juga sangat kurang. "Kami ingin mengandeng 908 perusahaan yang tersebar di empat kecamatan di kota Tangsel yakni Ciputat, Pamulang, Pondok Aren dan Serpong agar bisa menampung pengangguran terdidik,"harapnya

    Read more...

    Kota Tangerang Selatan Meluncurkan Website Resmi

    PAMULANG- Pemerintah Kota Tangerang Selatan meluncurkan website resmi pemerintah Kota Tangerang Selatan serta menggelar workshop pengembangan infrastruktur jaringan sistem informasi pengelolaan data di gedung Puspitek Jl. Puspitek Raya, Setu , Tangerang Selatan (13/8).

    Acara peluncuran website ini di buka oleh Asisten Daerah II Kota Tangerang Selatan, Ayi Ruhiyat dengan membuka lansung alamat website Pemerintah Kota Tangerang Selatan yaitu www.tangerangselatankota.go.id.

    Ayi mengatakan, peluncuran webiste ini agar Kota Tangerang Selatan bisa dikenal didunia luar dan bisa melihat potensi-potensi yang ada di Kota Tangerang Selatan. Dengan terpublikasikannya Kota Tangerang Selatan bisa membuat para investor menanamkan investasinya guna percepatan pembangunan Kota Tangerang Selatan yang baru berdiri kurang lebih tujuh bulan.

    "Pengerjaan website resmi pemerintah kota tangerang selatan memakan waktu selama satu bulan dengan anggaran Rp 40 jutaan," jelas Gunawan, Ketua BPTI (Badan Penyelenggara Tekhnik Informasi) Kota Tangerang Selatan.

    Dengan website ini masyarakat dapat mengakses info-info tentang kota tangerang Selatan serta dokumen seperti peraturan-peraturan daerah
    sumber : www.tangerangonline,com

    Read more...

    Followers

      ©Template by Dicas Blogger.